Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  1. Testosterone Therapy - Restore the Man within

    Siapa bilang defisiensi hormon testosteron hanya ditandai dengan kurangnya dorongan seksual? Daya tahan fisik menurun, lemas, sering men­gantuk, penurunan prestasi, sering marah hingga kenikma­tan hidup berkurang merupa­kan indikasi terkikisnya jumlah hormon yang banyak diprod­uksi pria. Jika Anda ingin ‘kesempurnaan hidup’ kembali, terapi testosteron bisa men­jadi metode aman yang dapat dipilih.

    Lumrah saja, jika Anda, sebagai kaum Adam takut akan mengalami Testosterone Deficiency Syndrome (TDS) atau defisiensi testosteron. Pasalnya, testosteron sangat penting fungsinya bagi pria, baik pada masa janin, muda hingga dewasa.

    Seperti yang diungkapkan salah seorang androlog, dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd. “Hormon ini sangat penting karena itu merupakan hormon khusus pria. Hormon tersebut sebenarnya sudah ada pada anak kecil, hanya saja rendah sekali volumenya dan diproduksi oleh kelenjar suprarenal yang terletak di ginjal. Nantinya produk­si kelenjar ini akan menurun, dan fungsi suprarenal digantikan oleh testis.”


    Pada usia anak-anak, kurangnya hormon testosteron tidaklah berpen­garuh sehingga tidak perlu penanganan khusus. Berbeda dengan orang dewasa, di mana hormon testosteron sangat diperlukan, dan mencapai puncaknya sekitar umur 30–40 tahun.

    Seiring berjalannya waktu dan makin bertambahnya usia, keberadaan testosteron itu sangat banyak pengar­uhnya, bukan sekedar berkaitan dengan seksual keinginan libido tetapi juga mencegah kropos tulang, peningkatan energi, peningkatan fungsi kognitif, mencegah penurunan iritabilitas dan depresi.

    Biasanya, penurunan hormon testosteron ini dipicu dari pola makan dan gaya hidup hidup yang salah. Hal ini telah dialami oleh Tyo. Pria yang bekerja di sebuah biro iklan ternama di Jakarta ini sama sekali tidak mengira bahwa dirinya mengalami penurunan hormon testosteron.

    Maklum saja, selama ini ia sudah menjalankan pola hidup yang baik. Tubuhnya saja atletis, tegap, dan berdada bidang. Setiap minggunya, pria berumur 31 tahun ini tidak pernah lupa meluangkan waktunya untuk pergi ke gym. Namun anehnya, ia mengaku bahwa sudah satu tahun ini mengalami kelesuan gairah seksual.

    Akibatnya, sang istri, Angel, pun kerap protes dan mempertanyakannya. Tidak ingin mengecewakan wanita can­tik yang telah ia nikahi selama 4 tahun, Tyo pun memutuskan untuk melakukan uji klinis. Hasilnya, Tyo dinyatakan men­galami TDS. Dokter yang menangani pria berkulit putih ini pun menyarankan agar ia melakukan terapi testosteron.

    Melihat pengalaman yang dia­lami Tyo, dr. Indra mengungkapkan, memang ada beberapa kasus yang memperlihatkan seorang pria yang telah menerapkan pola gaya hidup bagus, sehingga fisiknya baik dan sehat, namun tetap mengalami masalah testoteron. Ia menjelaskan bahwa hal ini dapat terjadi akibat fungsi testis yang bermasalah, sehingga mengurangi produksi testosteron pada testis-nya. “Biasanya, hal itu akibat adanya infeksi, dan paling sering adalah infeksi Orchitis yang merupakan pembengkakan pada testis,” jelasnya.

    Mengingat penurunan hormon testosteron ini disebabkan oleh ber­bagai macam hal, terapi testosteron tidak bisa dilakukan tanpa dilakukan­nya uji klinis terlebih dahulu. Hal ini ditegaskan oleh dr. Indra, “Sebelum dilakukan pemberian hormon, pasien harus melalui pemeriksaan karena tidak bisa diraba-raba. Harus diingat bahwa pemberian testosteron ini juga ada efek sampingnya.”

    Aktivitas seks semula hanya dilakukan seminggu sekali yang dapat di upgrade hingga 3 sampai 4 kali dalam satu minggu merupakan efek positif yang dapat diperoleh setelah melaku­kan terapi testosteron. Namun, jika terapi dilakukan secara asal-asalan, ada dampak negatif yang dapat memba­hayakan, yaitu bisa menimbulkan gejala prostat.

    “Ini kalau pemberiannya dilakukan secara berlebihan. Sebenarnya, kalau­pun sudah menurun karena berumur, maka itu sebenarnya tidak perlu ditam­bah. Efek berikutnya, karena sifatnya anabolik, maka ia akan memicu gula darah. Oleh karenanya, bagi pengidap sakit gula, harus hati-hati kecuali kalau gula darahnya terkontrol,” tutur dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd lagi.

    Penurunan testosteron, dapatkah terlihat tandanya?

    Pria makin berumur, kemampuan seksnya pun akan menurun. Perut bun­cit, otot kendur, dan gejala andropause merupakan semua gejala yang disebab­kan penurunan testosteron.

    Untuk mencegahnya, selain makan yang baik dan sehat, lalu apa lagi?

    Hormon testosteron dapat berkurang disebabkan dari trauma suhu, trauma tekanan, atau trauma infeksi. Untuk itulah kita wajib men­jaganya, agar kelenjar tidak menurun fungsinya. Namun yang perlu diingat, berkurangnya hormon karena proses bertambahnya usia memang tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat.

    Bagaimana dengan terapi, apakah sangat berpengaruh untuk memper­lambat?

    Terapi itu sangat membantu. Sebe­narnya yang dipermasalahkan bukan harus ditambah, terlebih pada pria usia 60 tahun. Sangatlah tidak mungkin untuk memberikan testosteron pada pria 60 tahun agar usianya bisa kem­bali seperti 30 – 40 tahun. Terapi ini hanya berfungsi untuk memperlambat atau mencegah penurunan yang lebih cepat. Inilah salah satu alasan sekarang ini untuk pemberian testosteron pada orang-orang yang sudah berumur den­gan istilah aging male.

    Terapi itu sendiri sebaiknya dilaku­kan seberapa sering dan seberapa lama?

    Tergantung obatnya. Ada pembe­rian obat yang dilakukan setiap hari. Cuma masalahnya, kalau obat makan itu, lambung tidak bisa menyerapnya secara utuh. Lalu dipikirkan bagaimana kalau diberi suntikan agar tidak melalui lambung. Kalau ditanya mana yang lebih baik, suntikan atau obat makan, harus uji klinis terlebih dahulu untuk mengetahui kadar hormonnya. Namun memang lebih baik suntikan. Orang yang menyerap hormon secara oral itu tergolong orang yang ragu-ragu dan memang tidak periksa hormonnya, sehingga merasa ingin menambah saja, tidak tolak ukur. Sedangkan pemberian suntikan, bisa dilakukan 3 – 4 kali da­lam setahun, misalnya setelah melalui pemeriksaan medis.

    Setelah pemberian hormon, apakah langsung terasa reaksinya?

    Tergantung bagaimana posisi orang itu saat diberikan. Ini bukan pengoba­tan instan, melainkan melalui proses yang memakan waktu bisa sampai enam minggu barulah terlihat efeknya. Tapi, ada juga kasus di mana dalam waktu 3 – 4 jam sudah bereaksi. Satu hal lagi yang perlu diingat, makin ban­yak orang mengonsumsi karbohidrat dan lemak maka akan naik hormon SHBG yang sebenarnya berbanding terbalik dengan testosteron. Kalau pada seseorang berusia makin tua dan testosteron-nya makin menurun, maka SHBG makin naik. Sedangkan pada anak muda, saat terjadi penumpukan karbohidrat dan lemak, maka SHBG menurun, dan itu mengikat hormon testosteron.

    Mereka yang usia di bawah 40 tahun, apa mungkin mengalami masalah penurunan hormon testos­teron, dan apa penyebabnya?

    Bisa jadi. Efek kegemukan me­mang bisa mengikat, tetapi organ untuk mengeluarkan testosteron-nya tidak berkurang. Hanya saja, karena penuh lemak dan karbohidrat tadi, testosteran yang aktif diikat sehingga fungsinya berkurang. Artinya, tubuh­nya itu sebenarnya kekurangan testos­teron. Dalam tubuh itu ada dua jenis testosteron bebas yang berguna mem­perbaiki otot, libido, mempertahakan ejakulasi/ereksi. Sehingga kalau ter­ikat, maka fungsinya berkurang.

    Untuk wanita sendiri, seberapa penting testosteron?

    Bisa mencegah keropos tulang. Pada dosis rendah bisa meningkatkan libido. Tetapi harus hati-hati, kebanya­kan testosteron itu bisa menyebabkan maskulinisasi karena testosteron selain mematangkan sperma, membesarkan testis, menyebabkan tumbuhnya jeng­got dan bulu-bulu pada tubuh. Karena itu, otot pria dan wanita sangat ber­beda dan itu akibat fungsi testosteron.

    Di Indonesia sendiri, sudah banyak­kah yang melakukan terapi testos­teron?

    Sudah banyak. Begini, hormon itu saling meregulasi. Kalau kurang pemahaman mengenai hormon itu, maka kita juga memberinya setengah-setengah. Fungsi produksi testosteron di testis itu juga tergantung hormon di otak. Jadi kalau testosteron di tu­buh itu sudah banyak, maka dia akan dikomando oleh otak untuk ditekan produksinya. Justru kalau kelebihan testosteron itu bisa menekan produksi sperma.

     

    Dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd

    TESTOSTERON: Mempertahankan Kejantanan

    Bagi pria dewasa, berkurangnya hormon testosteron bisa menjadi momok yang menakutkan dan patut dihindari. Untung­nya, saat ini telah ada sejumlah terapi testosteron yang mampu mengembalikan fungsi dari hormon terpenting bagi kaum pria tersebut. Meski begitu, bukan berarti terapi ini dapat dilakukan sesuai kehendak Anda. Berikut penjelasan lengkap dari Dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd, yang berhasil ditemui MEasia di sela-sela prakteknya di Klinik SamMarie, Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

     

    Disadur dari majalah ME atau measiaonline.com


  2. Perlukah Periksa TORSH untuk Menghindari Keguguran?

    Terjadinya abortus atau keguguran pada kehamilan, merupakan seleksi alam terhadap embrio yang kualitasnya kurang baik. Alam akan memilih yang terbaik atau yang kualitasnya unggul. Namun kenyataannya, tak satupun pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati, bisa menerima kejadian abortus ini. Terlebih bila abortus itu terjadi lebih dari 2-3 secara berturut-turut. Hal ini disebut Abortus Berulang (AB) ataupun Abortus Habitualis (AH).


    Persiapan “Lahan” sehat untuk janin

    Pada hakikatnya, abortus merupakan cara alam dalam menjamin kesehatan sepanjang hayat seseorang." papar dr. T. Z. Jacoeb Sp.OG KGEH dari Yayasan SamMarie Binafiat. Syarat terjadinya kehamilan yang sehat dan kelahiran selamat, adalah 'bibit' yang bagus dalam arti kualitas sperma yang terbaik (dan tercepat), serta sel telur yang bagus.
    Namun itu saja tak cukup karena keadaan rahim calon ibu juga harus dipersiapkan. Harus ada saluran telur yang normal, serta telur menempel dan masuk ke rahim dengan bagus. Hormon yang berfungsi sebagai 'pupuk' juga harus normal, darah tidak kental dan bebas dari infeksi. Jadi rahim serta kondisi fisik dan psikis calon ibu harus dipersiapkan, kalau perlu dengan serangkaian pemeriksaan lanjutan agar tidak terjadi abortus, apalagi abortus berulang, “tambahnya. Angka Abortus Spontan (AS) pada populasi (wanita hamil) umum sekitar 10%-20%. Bila kehamilan tersebut didiagnosa lebih dini misalnya dengan uji kehamilan hormon yang sangat peka ditemukan bahwa sekitar 50%-60% sel telur yang terbuahi, berakhir dalam abortus (AS). Artinya, abortus terjadi sebelum penyusukan di uterus (sebelum pembuahan ' yang terjadi menempel di uterus), sehingga tampak seperti haid yang datang terlambat.

    Abortus Spontan Berulang (ASB) bisa menimfj 0,5%-2% dari jumlah populasi wanita hamil. Namun abortus mungkin lebih sering terjadi bila seseorang pernah mengalami abortus sebelumnya. Sebaliknya, kemungkinan ini berkurang jika sebelumnya telah terjadi kehamilan normal. Jadi, risiko abortus berhubungan dengan riwayat kehamilan lampau ASB merupakan masalah multifaktor. Faktor-faktor penyebab ASB yaitu: kelainan kromosom atau genetik (15%), infeksi pada rahim (1%-4%) yang disebabkan bakteri vagina, klamidia, TORSH, dan lainnya, kekurangan hormon progesteron, diabetes melitus dan penyakit kelenjar gondok (15%), kelainan pada organ rahim seperti miom, polip dan lainnya (11%), sindrom antifosfolipid yang ditimbulkan oleh penyakit imunologi (5%), toksin lingkungan, pemakaian kokain dan obat-obatan, serta penyebab yang tidak diketahui atau idiopatik (50%).

    Penyebab abortus pada seorang wanita perlu dikenali sehingga bisa didapat cara penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya abortus berulang.

     

    Siapa sajakah yang perlu melakukan pemeriksakan TORSH?

    • Wanita yang akan hamil atau mempunyai rencana untuk hamil
    • Wanita yang pernah mengalami keguguran berulang
    • Wanita yang baru/ sedang hamil
    • Bayi lahir yang ibunya terinfeksi.

     

    Infeksi TORSH

    Infeksi TORSH (toksoplasma, rubela, sitomegalus, herpes simpleks) sungguh tak dapat diremehkan karena dapat menjadi ancaman bagi kehamilan. Infeksi ini dapat menyerang secara primer pada saat kehamilan terutama di trimester pertama, dapat pula bersifat laten.

    Kelainan yang timbul akibat infeksi TORSH ini sangat beragam, baik berupa keguguran (abortus spontan) maupun bayi lahir dengan berbagai kelainan. Misalnya radang mata atau kelainan pada mata bayi, tuli, kerusakan jantung, gangguan pertumbuhan, gangguan syaraf pusat, radang otak, keterbelakangan mental, dan sebagainya.

     

    I. Infeksi toksoplasma

    Infeksi ini pada trimester pertama dapat mengenai 17% janin dengan risiko abortus, cacat bawaan, retardasi mental, dan sebagainya. Sedangkan serangan pada trimester selanjutnya bisa menyebabkan hidrosefalus, retinitis, dan lainnya. Infeksi toksoplasma (toxoplasma gondii) merupakan infeksi yang dapat berdiri sendiri maupun 'bergandengan' dengan infeksi lainnya. Pada manusia, infeksi toksoplasma bisa berasal dari 3 hal, yaitu:

    • Dari makanan yang tertelan manusia, padahal makanan tersebut sudah tercemar oleh ookista pada tinja hewan (kucing) yang terinfeksi,
    • Daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi (mengandung kista berisi bradizoit atau kista yang membelah dan terinfeksi)
    • Secara bawaan yakni melalui penularan dari ibu yang terinfeksi pada awal kehamilan kepada janin yang dikandung. Infeksi yang terjadi pada wanita hamil ini bisa menular secara sistemik maupun genital. Jadi janin bisa terinfeksi melalui plasenta, maupun melalui kontak langsung dengan penginfeksi (organ yang terinfeksi) di jalan lahir.

    Toksoplasma sendiri adalah parasit dari hewan. Bisa dikatakan bahwa kucing merupakan induk semang sejati bagi parasit tokso ini. Siklus hidup seksual parasit ini berlangsung dalam usus kucing, dan berujung dengan terbentuknya ookista - bulatan kista besar berisi dua kista kecil yang jika pecah akan mengeluarkan parasit aktif. Ookista yang jumlahnya bisa mencapai 10 juta sehari ini bisa tertelan melalui mulut, dan akan pecah sehingga sporozoit (spora yang terbentuk setelah pembuahan) yang terbebas itu bisa menembus mukosa usus dan menyebar melalui darah dan limfa. Pada individu dewasa yang sehat dan normal, gejala penyakit akibat toksoplasma ini tak terlihat.

    Serangan infeksi toksoplasma pada orang dewasa yang sehat dan normal, biasanya hampir tanpa gejala. Kalaupun ada hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian belakang dan demam.

    Bila toksoplasma menyerang ibu hamil yang umumnya mengalami penurunan daya tahan tubuh ini bisa menyebabkan darah putih menurun dan terjadi sindrom antifosfolipid atau darah mengental. "Sindrom antifosfolipid ini menyebabkan aliran darah ke rahim tersumbat sehingga bisa terjadi plasenta berkapur. Akibatnya si ibu bisa mengalami pre-eklampsia," terang dr. Jacoeb.

    Sedangkan serangan toksoplasma pada janin di trimester I kehamilan dapat mengakibatkan abortus, cacat bawaan, gangguan susunan syaraf dan retardasi mental. Serangan virusdi semester berikutnya antara lain bisa mengakibatkan hidrosefalus, retinitis dan lainnya.

    Bila virus ini menyerang otak janin, dr. Jacoeb menambahkan, "Ini bisa mengakibatkan akrania atau bayi lahir tanpa tengkorak, bayi lahir dengan otak berkapur dan mengeras atau kalsifikasi, bisa pula menyebabkan bayi lahir idiot. Bayi yang lahir dengan keadaan kalsifikasi umumnya mengalami gejala kejang-kejang."

     

    II. Rubella

    Ini merupakan infeksi yang disebabkan virus. Rubela sering disebut campak, yaitu penyakit akibat serangan virus yang menimbulkan bintik-bintik merah di kulit disertai demam atau suhu tubuh meninggi.

    Rubella yang menyerang janin pada ibu hamil, seringkali menjadikan sistem syaraf yang lain (bukan otak) bayi sebagai sasaran. Akibatnya bayi dapat lahir dengan kelainan seperti sumbing, katarak mata atau mata putih, sekat jantung bayi tidak menutup (istilah umumnya bocor jantung), ataupun bayi terlahir tuli (indera pendengaran rusak/terganggu).

    Rubella menyerang 8,3% kehamilan. Kelainan yang dialami janin akibat virus rubella ini dapat dideteksi melalui ultrasonografi (USG 3 dimensi).

     

    III. Virus Sitomegalus (CMV)

    Virus ini merupakan anggota 'keluarga' virus herpes. Dalam hal ini, CMV adalah virus herpes Tipe 5. Ada satu sifat CMV yang mirip virus toksoplasma, yaitu sifatnya yang laten atau menetap. Maksudnya virus ini bisa 'bersembunyi' hingga muncul di saat tertentu terutama saat daya tubuh menurun seperti saat hamil. Tempat persembunyiannya antara lain pada uretra, serviks, dan lainnya. Virus ini bisa pula 'menyusup' pada sel plasenta, selaput rahim, dan air ketuban. Namun serangan virus CMV makin berbahaya saat serangan infeksi baru terjadi saat kehamilan, terutama trimester I. Keadaan ini. disebut CMV primer.

    Infeksi CMV pada kehamilan seringkali tanpa gejala (asimtomatik). Serangan CMV pada kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (sindrom BB lahir-rendah), hidrosefalus, pengapuran intrakranial, khorioretinitis, retardasi mental, hepatosplenomegali, dan sebagainya.

     

    IV. Virus Herpes Simplex (VHS)

    Virus yang satu ini mungkin namanya tak terlalu asing bagi kita. Kendati orang sering menggolongkan penyakit akibat VHS ini sebagai penyakit 'kotor' alias penyakit menular seksual, kenyataannya penularannya tidak selalu dengan cara demikian. Karena VHS bisa berada di mana saja dan menyerang manusia yang daya tahan tubuhnya sedang menurun / buruk.

    Sayangnya, VHS memang tidak bisa dimatikan. Sekali ia masuk ke dalam tubuh maka ia tidak akan hilang. Sebab, setelah masuk ke tubuh manusia VHS ini melekat pada sel sehat untuk memproduksi kembaran dari virus ini. Jadi hasil kembaran VHS inilah yang dapat menginfeksi sel-sel sehat di sekitarnya.

    • Apabila VHS menyerang saat hamil, ini bisa menyebabkan bayi lahir mengalami kebutaan. Sedangkan jika serangan terjadi di daerah genital wanita hamil, maka persalinan harus dilakukan melalui operasi sesar agar tidak menulari bayi melalui jalan lahir. Pengobatan primer yaitu pada saat herpes terjadi untuk pertama kalinya. Pengobatan bisa berlangsung selama 14 hari, terkecuali pada ibu hamil karena pengobatannya lebih spesifik.
    • Pengobatan episodik yakni untuk herpes yang jarang kambuh. Namun saat gejala kambuh pertama kali, perlu pengobatan untuk mencegah herpes lama kambuh kembali.
    • Pengobatan supresif, untuk herpes yang sering kambuh. Pengobatan ini harus dijalani untuk mencegah kekambuhan dan mengurangi risiko lepasnya virus.

     

    Disadur dari Health Today, November 2006


  3. Q & A Pregnancy

     

    Alergi Dingin dan Debu saat hamil

    Dok, saya alergi dingin dan debu. Saat ini saya sedang hamil 4 bulan. Hampir setiap pagi saya bersin-bersin, dan pilek di siang hari. Apakah ini berbahaya bagi janin yang saya kandung. Adakah yang bisa saya lakukan? Bolehkah saya minum obat pilek? Fitri – Bekasi

    Jawab:

    Tidak berbahaya bagi janin. Dari cerita ibu yang alergi dari cuaca atau udara, maka sebaiknya kalau malam tidur pakai selimut atau baju hangat dan matikan AC apabila ibu pakai AC. Jika ibu alergi debu, hindari benda-benda yang bisa menimbulkan debu. Obat pilek tidak perlu tetapi minumlah vitamin C.

     

    Kapan bisa hamil lagi?

    Dokter yang baik, seminggu yang lalu saya habis dikuret, karena kandungan saya yang baru berusia dua bulan mengalami flek. Dokter kandungan saya memutuskan untuk menguretnya. Saya ingin sekali segera menimang buah hati. Apakah setelah kuret ini saya bisa segera hamil lagi? Atau harus menunggu berapa lama? Mengapa? Nida - Jakarta

    Jawab:

    Kenapa pada waktu itu harus dikuret dan kondisi janin bagaimana sampai harus dikuret? Jadi sebaiknya dicari penyebabnya dahulu kenapa pada waktu itu ibu harus dikuret sebelum ibu hamil lagi.

     

    Kontrasepsi aman

    Dok, saya baru saja menikah. Namun ingin menunda momongan. Mungkin dua tahun ke depan. Amankah bagi kandungan saya jika saya ber-KB dahulu? Kontrasepsi apa yang cocok buat saya? Terimakasih. Mira - Jakarta

    Jawab:

    Seseorang yang sudah menikah sebaiknya segera hamil, tetapi bila ingin menunda kehamilan, tunda dengan cara aman, misal: pantang berkala, senggama putus, KB kondom dan pil dengan kandungan hormone rendah. Jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

     

    Disadur dari Majalah 9month bulan Februari 2008


  4. Sakit Kepala Ternyata Bermacam-macam jenisnya!

    Umumnya sakit kepala dianggap remeh oleh sebagian besar. Namun jangan salah, ada juga sakit kepala yang berbahaya atau disebabkan oleh beberapa faktor pemicu. Apa jenis sakit kepala yang sering Anda derita dan apa saja penyebabnya ?


    Kebiasaan ngemil memang sulit dihilangkan dari kehidupan Sinta (33 tahun). Parahnya lagi, jika sudah tak sempat memilah atau stok camilannya sedang kosong, apapun bisa ia sambar. Siang itu berhubung tak ada camilan, snack ringan berbentuk bola-bola kecil yang kadang dikonsumsi anak-anak jadi sasarannya. Saat mengkonsumsinya sih asyik-asyik saja. Tapi tak berapa lama kemudian, kepalanya mulai berdenyut disertai rasa mual pada perutnya. "Wah kenapa yaaa...," tuturnya.

    Kepala berdenyut alias pusing, sudah menjadi kebiasaan sehari-hari banyak orang. Bahkan mereka pun menganggapnya enteng saja. Cukup beli obat di warung maka selesailah. Padahal tak sesederhana itu lho.... Sakit kepala banyak jenisnya. Ada yang mudah penanganannya dan ada juga yang perlu diwaspadai. Penasaran, apa yang ada di balik sakit kepala...?

    Secara umum sakit kepala terbagi dua yaitu sakit kepala primer yang tidak diketahui penyebabnya dan sakit kepala sekunder yang jelas-jelas diketahui penyebabnya. "Beberapa sakit kepala yang sering kita hadapi bisa jadi masuk kategori sakit kepala primer ataupun sekunder.," ujar dr. Imelda Rosalyn Sianipar dari RS SamMarie, Jakarta Selatan. Sebenarnya tulang tengkorak dan otak dimana sakit kepala berada tidaklah memiliki sensor nyeri. Yang ada di situ adalah pembuluh darah dan otot. Sensor pada pembuluh darah dan otot inilah yang membuat kita kemudian merasakan rasa nyeri. "Pada sensor tersebut terjadi inflamasi," tegas dr. Imelda.

    Rasa tidak nyaman akibat sakit kepala ini kadang-kadang membuat orang menjadi tidak berdaya. Sebagai langkah awal, orang awam akan meminum obat penghilang anti nyeri yang ringan (analgesik) atau berbaring sejenak diruangan yang tenang. "Namun itu tidak akan menyembuhkan, hanya menghilangkan rasa sakit saja," tutur dr. Imelda. Namun adakalanya inipun tak akan menolong jika sakit kepala Anda memang dipicu oleh suatu hal.

    Sakit kepala Primer. Jika selama ini Anda sering mendengar istilah migren, sakit kepala karena ketegangan otot atau sakit kepala campuran dari keduanya, maka itu masuk dalam kategori sakit kepala primer.

    Pada migren, umumnya sakit kepala akan terjadi secara berulang. Misalnya Anda mengalami sakit kepala yang berulang dalam 1-2 bulan terakhir. Tak sekedar sakit kepala tapi juga disertai rasa mual saat serangan terjadi. Aura yang terjadi bisa berupa berkurangnya penciuman, kaburnya pandangan, dan lain-lain. Migren bisa terjadi karena adanya aliran darah yang berlebih di daerah kepala sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah dan

    mengakibatkan rasa nyeri. Umumnya migren tidak berhubungan dengan penyakit lain. Adanya zat pemicu dapat menimbulkan terjadinya migren. Faktor keturunan juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Pada mereka yang sering terkena migren biasanya memiliki salah satu keluarga dekat yang juga mengalami gangguan sama. "Untuk meredakan migren harus dikonsultasikan dengan dokter, karena pengobatan migren bisa berpengaruh kepada hipertensi, jantung dan lain-lain," ungkap dr. Imelda.

    Sakit kepala yang terjadi akibat adanya ketegangan otot bisa terjadi karena adanya penyempitan pada otot-otot bagian kepala dan leher yang menyebabkan rasa berat di leher bagian belakang. Penderita merasa kepalanya berat. Stres dan kegelisahan sangat erat sebagai penyebab timbulnya sakit kepala jenis ini. Untuk menghilangkannya dapat dilakukan dengan jalan mengompres bagian otot yang tegang dengan air dingin maupun dengan air hangat. "Pemijatan ringan juga bisa memberikan efek baik bagi mereka yang terserang sakit kepala tipe ini," ujar dr. Imelda. Sakit kepala jenis ini paling hanya berlangsung sekitar setengah sampai satu jam saja. Namun pada beberapa kasus sakit kepala lewat ketegangan otot ini bisa berlangsung berhari-hari.

    Sementara sakit kepala campuran dari kedua sakit kepala di atas umumnya akan terasa lebih nyeri. Rasa sakit ini akan bertumpu pada salah satu mata. Biasanya sakit kepala ini terjadi beberapa jam saja setelah penderita terlelap tidur. Gejalanya bisa berupa keluarnya air mata dari kelopak mata atau ingus dari hidung. "Meski sakit kepala ini sangat nyeri, namun hal itu cukup jarang terjadi," tukas dr. Imelda.

    Sakit Kepala Sekunder. Sakit kepala sekunder biasanya terjadi memang karena ada penyebabnya. Penyebabnya tentu bermacam-macam, misalnya: cedera yang terjadi di kepala, adanya infeksi di kepala, tumor, kelainan metabolisme ataupun infeksi akibat adanya suatu luka. "Sakit kepala karena suatu sebab sudah pasti harus diwaspadai karena bisa saja mengakibatkan nyeri yang hebat atau terjadi berulang-ulang, oleh karenanya tidak bisa dibiarkan begitu saja," tukas dr. Imelda. Jika penyebabnya sudah dihilangkan maka otomatis sakit kepala yang menyertainya akan lenyap.

    Dari semua jenis sakit kepala ini jangan kemudian dianggap enteng. Jika Anda sudah minum obat pereda sakit namun tetap tidak berkurang; jika sakit kepalanya disertai demam, kaku pada otot leher, dan timbulnya aura bahkan sakit kepala itu terjadi berulang-ulang dan semakin berat, segeralah Anda pergi ke dokter!

     

    Obat Alami yang Bisa Atasi Sakit Kepala Ringan

    Gunakan kapsul sambiloto dan kapsul ciplukan dengan dosis

    3 x 1 kapsul setiap harinya. Jika Anda penderita maag, maka sebaiknya obat ini dikomsumsi 2 jam setelah makan. Terapi ini sebaiknya dilakukan selama 15 hari.

    Untuk mencegah agar tidak kambuh kembali, Anda bisa mengkonsumsi wedang jahe dengan resep sebagai berikut:

    • Ambil satu ruas jahe segar, bakar dan pukul-pukul hingga pipih
    • Masukkan dalam 400 cc air rebusan
    • Rebus hingga mendidih dan tinggal separuhnya saja
    • Tambahkan madu atau gula batu dan minum selagi hangat.

    Wedang jahe ini dikomsumsi 2 kali sehari pada pagi dan malam menjelang tidur

    (sumber: Klinik Ixora Herbal)

     

    Pencegahan Sakit Kepala

    Mereka yang bergaya hidup sehat relative lebih jarang terserang sakit kepala dibandingkan yang berpola hidup salah. Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mencegah serangan sakit kepala.

    • Hindari makanan-makanan yang mengandung zat pencetus sakit kepala, seperti: MSG (Vetsin), keju, produk-produk olahan berbahan pengawet, kacang-kacangan, garam dan lain-lain.
    • Gunakan otot secara dinamis.
    • Usahakan untuk tidak selalu berada pada satu posisi agar tidak terjadi ketegangan otot. Jika sampai terjadi lakukan massage ringan atau kompres untuk meredakan ketegangan otot.
    • Biasakanlah mengkonsumsi makanan sehat. Hindari makanan olahan yang berbahan pengawet.
    • Ubahlah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat, seperti tidak mengkonsumsi alcohol, rajin berolahraga, mengurangi begadang, tidak menunda waktu makan, tidak terlalu banyak tidur ataupun kurang tidur, dan lain-lain.
    • Beristirahatlah dengan cukup dan olahraga dengan teratur.
    • Jika sakit kepala Anda berlanjut segera hubungi dokter karena ditakutkan ada penyakit yang Anda idap.

     

    Disadur dari Tabloid Info Kecantikan edisi 17/TH I/30 April - 3 Mei 2007


  5. Menghilangkan Jerawat Batu

    KONSULTAN KECANTIKAN:

    dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK (K)
    Departemen Ilmu Kesehatan dan Kelamin FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusuma, dan Klinik SamMarie Wijaya Jakarta


    Pertanyaan:

    Saya memiliki jerawat batu di sekitar mata. Bagaimana menghilangkannya karena cukup mengganggu penampilan? Kemudian apakah benar kalau jerawat batu itu disebabkan oleh sisa kosmetik?

    Arinta, Kelapa Gading


    Jawab:

     

    Memang benar, timbulnya jerawat batu disebabkan oleh kosmetik yang pembersihannya tidak bersih. Terutama di daerah mata yang kulitnya sangat halus, sehingga kosmetik-kosmetik itu tertahan dikelenjar pilosebasea. Perlu diketahui, di dalam kulit terdapat banyak kelenjar, yang akan mengeluarkan produk ke permukaan melalui saluran kelenjar. Kelenjar yang membuat jerawat disebut kelenjar sebum, dan keluar melalui saluran pilosebasea tadi. Nah, saluran pilosebasea ini dapat menangkap partikel-partikel kosmetik, dan kemudian menyumbat di situ, yang menjadi jerawat batu. Jika tersumbat, baik kelenjar minyak maupun kelenjar keringat akan sulit mengeluarkan isinya.Tetapi, tidak boleh dilupakan juga ada penyakit pembesaran atau hiperplasi yaitu pertumbuhan yang berlebihan dari kelenjar keringat. Jika seseorang baru bangun tidur, pembesaran ini tidak terlihat, dan kulit terlihat licin-licin saja. Tetapi jika sudah terkena panas matahari maka timbul beruntusan seperti jerawat batu di sekitar mata.

    Sekarang penyembuhannya, sumbatan tersebut harus di buka untuk menghilangkan komedo (istilah kedokteran untuk jerawat batu). Untuk membuka sumbatan itu banyak cara yang bisa dilakukan. Pertama cara mekanik, yang kerap disebut orang ekstraksi komedo atau mengeluarkan komedo. Cara lainnya dengan menggunakan obat-obatan tretinoin yang fungsinya tak hanya mempermuda kulit karena membentuk kolagen baru, tetapi juga bisa untuk membuka sumbatan-sumbatan di kulit. Tetapi untuk pemakaiannya musti hati-hati karena daerah sekitar mata itu sensitif, sehingga mudah iritasi.

    (Liputan Tabloid Info kecantikan, Edisi 10, Tahun I, 22 Jan - 04 Feb 2007), Narasumber: dr. Tjut Alam Jacoeb, SpKK (K)


  6. Pengaruh Depresi Terhadap Janin

    Alhamdulillah sekarang usia kehamilan saya berjalan 5 bulan. Namun selama hamil, saya menderita depresi yang cukup hebat. Sering merasa cemas, gelisah, 'menangis, jantung berdebar kuat, dan stress. Apakah yang saya alami ini wajar dan disebabkan pengaruh hormon kehamilan? Saya takut membahayakan janin yang ada di dalam kandungan?
    Okta - Bekasi

    Jawab:
    Selamat atas kehamilan Anda, kehamilan adalah suatu anugrah yang harus disyukuri. Berbagai gejala yang tidak biasa sering "menemani" kehamilan. Gejala-gejala yang menganggu tersebut sebaiknya dilaporkan pada dokter yang merawat kehamilan Anda untuk dicari penyebabnya.
    Bila Anda tidak memiliki kekelainan fisik atau organ tubuh yang menyebabkan seperti kelainan jantung dan tekanan darah, berarti gejala tersebut adalah gejala psikomatis kehamilan yang dapat disebabkan oleh hormon kehamilan.
    Gejala yang Anda alami tersebut sebaiknya Anda atasi sendiri dengan berusaha menikmati kahamilan ini. Bila perlu konsultasikan kepada dokter Psikiatri (ahli penyakit jiwa). Karena depresi dan stress berkepanjangan tentu dapat mempengaruhi pertumbuhan janin Anda.

    dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG

    Disadur dari majalah 9month


  7. Kualitas sperma, Pistol Oke Peluru Belum Tentu

    Aldi tercenung membaca lembaran hasil pemeriksaan laboratorium yang dipegangnya. Di situ tertera kadar spermatozoa nol. Kesimpulannya, Aldi manduI. "Tidak mungkin, tidak mungkin," ucap pria berusia 38 tahun ini sambil menggeleng-gelengkan kepala. la merasa tidak punya masalah seksual. hubungan intim dengan istri hampir selalu berjalan mulus. Malah bila bicara soal urusan seksual, Aldi bisa berbangga karena ia memang jagoan di atas ranjang. " Jadi, bagaimana mungkin aku mandul?" aldi masih tak percaya.



    Menurut dr. Indra G. Mansur, DHES, Sp.And, pakar andologi dan Imunoreproduksi dari Klinik Fertilitas dan Menoandropause Sam Marie, tidak sedikit pria seperti Aldi, yang mengira keperkasaan identik dengan kesuburan. Padahal sekalipun berkaitan, keduanya merupakan hal yang sangat berbeda. Yang satu terkait fungsi seksual dan yang lain berhubungan dengan fungsi reproduksi. Ringkasnya lelaki yang bisa melakukan hubungan seksual, tidak otomatis bisa pula membuahi pasangannya.

    Ada syarat wajib yang mesti dipenuhi agar bisa menghamili sang istri. Selain mampu melakukan hubungan seksual secara normal, suami harus pula mampu mengeluarkan bibit yang berpotensi membuahi sel telur. Bibit ini dinamakan spermatozoa atau sering disebut dengan istilah ‘sperma’ saja. Kualitas dan kuantitas sperma inilah yang menjadi penentu utama seorang dikatakan pria subur atau tidak.

    Pistol dan Peluru

    Indra memberikan ilustrasi, kaitan antara kemampuan seksual dan keberadaan sperma ibarat hubungan pistol dan peluru. Dalam hal ini yang menjadi peluru adalah sperma. Peluru tidak akan mampu mencapai sasaran bila pistol yang digunakan tidak punya daya yang kuat untuk menembakkannya. Sebaliknya, pistol yang canggih sekalipun tidak akan mampu menaklukkan musuh bila tidak ada peluru berkualitas bagus yang ditembakkan, misalnya peluru karet. Apalagi jika pistol tersebut malah tidak punya peluru sama sekali.

    lIustrasi di atas menggambarkan kemampaun seksual dan kesuburan menjadi dua hal yang saling mendukung untuk mewujudkan suatu pembuahan alamiah yang terjadi melalui hubungan intim.

    Dalam membahas kesuburan pria, fokus kita terarah pada masalah sperma. Sudah digariskan oleh Sang Pencipta bahwa sperma merupakan unsur terpenting yang memungkinkan pria bisa menjadi seorang ayah.

     

    Artinya, bila ‘pistol’ tidak bekerja dengan baik dan pembuahan alami tidak bisa dilakukan, kehamilan masih bisa diupayakan selama sperma masih ada. Teknologi kedokteran yang bisa membantu masalah ini dikenal de ngan istilah bayi tabung. Bila pria yang tidak memiliki kandungan sperma pada cairan maninya disebut mengalami kasus azoospermatozoa. Bahasa awamnya tidak punya 'bibit'.

    (Liputan Majalah Human Health Tahun V - No. 04 - April 2006),  Narasumber: dr. Indra G. Mansur, DHES, SpAnd


  8. Keluar Cairan Kuning

    Saya adalah wanita yang aktif bekerja, jadi semasa hamil saya senantiasa bergerak, melakukan aktifitas seperti biasa. Kalau jalan kaki pun masih terbilang cepat. Pernah suatu ketika saya merasakan capai keluar cairan coklat. Tapi di usia kehamilan yang sudah berjalan 7 bulan saya sudah tidak lagi. Hanya saja, saat itu hampir setiap hari keluar cairan kuning di celana dalam. Apakah sebabnya dan apakah memengaruhi janin?
    Uwi - Mampang

    Jawab:
    Keluarnya cairan kuning kemungkinan adalah keputihan yang disebabkan infeksi vagina atau servik (leher rahim). Hal ini harus segera dikonsultasikan pada dokter untuk diobati. Bila tidak, dapat menyebabkan infeksi pada selaput ketuban, menyebabkan kontraksi, atau ketuban pecah dini (sebelum waktunya) hingga persalian premature.


    dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG

    Disadur dari majalah 9month


  9. Susu Biasa vs Susu Khusus Ibu Hamil

    "Susu biasa vs susu khusus ibu hamil"
    Mana yang paling pas porsinya?

    Susu umumnya mengandung sumber kalori yang berasal dari lemak, protein dan karbohidrat serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, D3, E, K, C, B, asam folat, kalsium, zat besi, yodium, selenium, seng, dan lain-lain. Sumber kalori dan zat nutrisi tersebut dibutuhkan oleh ibu dan juga janin karena ibu yang tengah berbadan dua membutuhkan ekstrakalori sekitar 300 Kkal dibanding keadaan tidak hamil.



    Lantaran itu, baik bila ibu hamil mengonsumsi susu. Soal pilihan susu, tentu berada di tangan ibu. Susu khusus ibu hamil bisa dijadikan altematif selama ibu cocok dengan susu tersebut dan tidak mengalami mual, sembelit atau diare. Komposisi susu khusus ibu hamil umumnya memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan kehamilan. Misal, jumlah kalorinya lebih tinggi ketimbang susu "biasa", yakni l50 -l78 Kkal per saji sehingga bila diminum 2x sehari maka kebutuhan kalori tambahan ibu hamil vang sebesar 300 Kkal bisa dipenuhi. Namun perlu diketahui, kandungan protein dan zat besinya yang juga tinggi membuat beberapa ibu hamil mengalami mual, sembelit atau diare.

    Lalu bagaimana? Kalau memang tidak cocok bisa dicoba susu "biasa" yang banyak dijual di pasaran. Untuk susu cair pilih susu yang telah dipasteurisasi (sterilized) , bukan susu sapi segar yang belum diproses karena berisiko terkontaminasi kuman. selain itu, berhubung pada susu “biasa" komposisi vitamin dan mineral seperti asam folat, zat besi, kalsium dan lainnya- hanya dalam takaran normal (bukan untuk ibu hamil) ibu dianjurkan mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan mengkonsumsi suplemen. Akan bijak bila hal ini ibu konsultasikan terlebih dulu pada dokter kandungan.

    Sesuaikan dengan kebutuhan

    Soal porsi minum susu tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ibu hamil. Bila komposisi susunya sudah pas, (sesuai yang dibutuhkan ibu hamil) dan ibu hamil tersebut tidak dalam keadaan defisiensi (kekurangan zat gizi tertentu, misalnya defisiensi asam folat atau zat besi), maka ibu hamil bisa minum susu sesuai saran pemberian yaitu 2 kali sehari.

    Ibu hamil yang mendapat suplemen dari dokter dapat memilih susu biasa. Atau kalau pun mau mengonsumsi susu khusus ibu hamil kurangi porsi dari yang disarankan. Contoh, yang seharusnya 2 kali sehari cukup diminum satu kali sehari saja. Lantaran itulah, penting bagi ibu hamil untuk membaca kandungan nutrisi pada kemasan dengan cermat, untuk dihitung takarannya; apakah cukup, kurang atau berlebih, bila tanpa atau dengan suplemen vitamin yang diberikan dokter.

    Tetap boleh

    Bagaimana dengan ibu hamil yang memiliki “kasus“ seperti obesitas atau yang menderita diabetes? Kabar baiknya mereka tetap boleh mengkonsumsi susu. Namun tentu ada hal-hal yang mesti diperhatikan. Berikut diantaranya;

     

    • Untuk ibu hamil penderita diabetes, perhatikan jumlah kalori yang tekandung dalam susu. Untuk itu baik bila ibu mengkonsultasikan hal ini pada ahli gizi. Umumnya, jumlah kalori dan jenis makanan (termasuk susu) yang boleh dikonsumsi akan dihitung berdasarkan berat badan ibu dan kadar gula darahnya.
    • Begitu pun dengan ibu yang mengalami obesitas tetap diperbolehkan minum susu dengan sekali sehari atau 2 kali sehari tergantung pada jumlah kalori yang sudah didapat dari makanan lain (kalau makanan yang lain sudah cukup banyak, susunya cukup satu kali saja). Susu yang baik untuk ibu hamil pas dengan obesitas adalah susu khusus ibu hamil yang tanpa penambahan lemak.
    • Bagi ibu hamil yang sulit makan dan mengalami mual-muntah, konsumsi susu dapat membantu jumlah asupan kalori yang dibutuhkan. Tapi tentunya asupan tidak bisa 100% hanya dari susu saja. lbu tetap membutuhkan sumber makanan lain yang bervariasi dan seimbang. Jadi, minumlah susu hanya sesuai saran pemberian mengingat beberapa kandungan mineral termasuk zat besi pada susu khusus ibu hamil tinggi sehingga tidak baik bila dikonsumsi berlebihan.

    Yang tidak suka susu

    Bagi ibu hamil yang tidak suka/tidak bisa minum susu, tak perlu khawatir kekurangan gizi. Sebab kalori dan sumber nutrisi dari susu dapat digantikan makanan lain. Contoh, kalsium dapat dipenuhi dari sumber kalsium lain seperti keju, yugurt dan es krim. Bisa juga dengan mengkonsumsi ikan-ikanan atau suplemen kalsium. Begitu pun kecukupan vitamin dan mineral dari susu dapat diperoleh dari suplemen vitamin dan makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, daging, ikan, serta buah-buahan.

    Hanya perlu diingat, kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi akan berpengaruh kepada kehamilan dan pertumbuhan janin. Jadi, bisa dibilang konsumsi susu pada ibu hamil amat bermanfaat untuk memenuhi kecukupan gizi yang baik semasa kehamilan.

    (Dirangkum dari liputan Tabloid Mingguan nakita, No. 414/TH. VIII/10 Maret 2007), Konsultan Ahli: dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG


  10. Tips Merawat Gigi

    Gigi sehat adalah gigi yang bersih tanpa lubang. Maka rawatlah gigi secara baik dan teratur, kalau ada gigi yang berlubang, segera periksa ke dokter gigi.

    Tips Merawat Gigi

    • Sikat gigi dengan baik dan teratur minimal dua kali sehari, pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur.
    • Menyikat gigi dengan gerakan vertikal dari arah gusi ke ujung gigi. Bagian luar, dalam dan permukaan gigi harus disikat dengan teliti,  tidak usah terlalu keras, tapi mantap. Gusi juga harus tersikat agar sisa-sisa makanan yang ada di leher gigi hilang
    • Gunakan pasta gigi yang mengandung Flour untuk menguatkan lapisan (email) gigi.
    • Pilih sikat gigi dengan bulu sikat yang tidak terlalu keras/lembek/ jarang. Jarak ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat sedekat mungkin, bila tidak ujung sikat gigi sudah mentok ke bagian belakang tapi bulu sikat tidak kena gigi, jadi ada bagian gigi yang tidak tersikat.
    • Sebisa mungkin kurangi makanan/jajanan yang manis dan lengket misalnya coklat, dodol. Juga minuman seperti teh, kopi, minuman  ringan (coca-cola dsbnya), serta rokok yang dapat menyebabkan warna gigi jadi kusam, kecoklat-coklatan. Segera berkumur atau    sikat gigi sesudah makan/minum tersebut.
    • Rajinlah secara teratur memeriksakan gigi ke dokter gigi, minimal enam bulan sekali.
    • "Dengan gigi sehat dan bersih senyum Anda akan lebih menawan"

Share on facebook

PostHeaderIcon LAYANAN BAYI TABUNG DI RSIA SAMMARIE BASRA

Penyakit berubah mengikuti perubahan zaman

Sekarang zaman makin berubah, demikian pula dengan pola dan gaya hidup, serta pola pandang berkeluarga. Sekitar 50 tahun yang lalu di negeri ini, calon pasangan suami-istri (pasutri) menikah pada usia yang relatif muda. Setiap pasutri memiliki anak lebih dari dua, bahkan di desa-desa dan kota kecil kala itu masih dapat dijumpai pasutri memilih anak belasan. Kini, pola keluarga dengan anggota keluarga yang banyak sudah langka ditemukan. Namun sebaliknya, pasutri dengan keluarga kecil, dan pasutri yang mendambakan anak makin sering dan banyak ditemukan. Tampaknya, keadaan ini disebabkan oleh konsep hidup yang sudah berganti.

Dewasa ini makin banyak calon pasutri menikah di atas usia 30-an, bahkan ada yang lebih tua lagi. Akibatnya, kendala untuk keberhasilan memiliki keturunan makin besar. Diperkirakan hal ini dapat disebabkan oleh jumlah dan mutu sel benih yang makin menurun. Pasutri yang sukar atau belum berhasil memiliki anak setelah menikah dan hidup normal serta bergaul sebagai suami istri selama 12 bulan berturut-turut tanpa perlindungan kontrasepsi (peralatan keluarga berencana) disebut sebagai pasutri infertil (tidak subur). Patokan ini dikecualikan bagi pasutri dengan istrinya berumur 35 tahun atau lebih; biasanya dipakai batas 6 bulan, karena puncak kesuburan pada wanita mulai menurun setelah umur 35 tahun. Di dunia, termasuk Indonesia, secara umum jumlah kasus infertilitas diperkirakan sekitar 15% dari jumlah penduduk.

Penyebab infertilitas pada pasutri

Penyebab infertilitas bermacam-macam; dapat dikarenakan kelainan bentuk organ reproduksi (disebut kelainan organik) dan atau kelainan fungsi organ reproduksi (disebut kelainan fungsional). Contoh kelainan organik istri adalah sumbatan saluran sel telur (35%), penyakit endometriosis, kista ovarium (indung telur), tumor otot uterus (rahim) misalnya miom dan adenomiosis, perlekatan di dalam rongga panggul akibat infeksi terdahulu, dan kelainan bawaan organ reproduksi perempuan. Pada suami, kelainan organik dapat berupa sumbatan saluran benih spermatozoa, ukuran testis (zakar) yang tidak normal, kelainan pada kelenjar prostat dan vesikula seminalis, pelebaran pembuluh darah balik (vena) di testis yang dikenal sebagai varikokel, infeksi saluran reproduksi misalnya gonorea, sifilis, herpes genital, HIV, klamidia, mikoplasma, dan jamur. Selain itu juga ada kemungkinan terjadi gangguan interaksi antara spermatozoa dengan getah leher rahim (serviks) yang disebut reaksi antibodi antisperma.

Contoh kelainan fungsional yang paling sering pada istri adalah gangguan ovulasi, yang sebagian besar disebabkan oleh gangguan hormon reproduksi, misalnya peningkatan kadar hormon testosteron, prolaktin, dan LH. Pada pihak suami, kelainan fung-sional tampak sebagai penurunan jumlah spermatozoa yang dihasilkan oleh testis, dise-but oligozoospermia, atau penurunan mutunya, disebut astenozoospermia.

Sebagian besar gangguan tersebut di atas dapat ditangani dengan pemberian obat atau dengan pembedahan agar dapat berhasil memberikan keturunan; sebagian lagi harus dibantu dengan cara lain, yang disebut dengan cara teknologi reproduksi berbantu, disingkat TRB atau disebut pula assisted reproductive technology, disingkat ART. Cara TRB yang telah berkembang pesat dalam beberapa puluh tahun belakangan ini adalah teknologi rekayasa reproduksi in vitro, yaitu fertilisasi in vitro (FIV), yang lebih populer dikenal sebagai cara "bayi tabung (test-tube baby)"; meski bayi hasil rekayasa tersebut tidak dibesarkan di dalam tabung atau dilahirkan dari tabung.

Sebelum pasutri infertil ingin menjalani program TRB, terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Semua pemeriksaan infertilitas dasar dan lanjutan harus sudah dilaksanakan sebelumnya pada kedua belah pihak. Langkah-langkah pemeriksaan ini juga dilakukan untuk pasutri yang akan menjalani cara pertolongan yang lebih awal sebelum masuk ke cara FIV, yaitu memasukkan ke dalam rongga rahim spermatozoa (inseminasi) suami yang sudah diolah dan dipilih yang terbaik dengan pipa kateter halus atau dikenal sebagai inseminasi buatan intrauterin (IIU). Dengan cara ini diharapkan spermatozoa lebih mudah bertemu dengan sel telur, walaupun tingkat keberhasilannya hanya 15 - 25% per siklus tindakan. Dengan teknik FIV, keberhasilan hamil dapat ditingkatkan mencapai sekitar 35% per siklus tindakan.

Proses teknologi reproduksi berbantu (TRB) FIV ( “bayi tabung”)

Sebagaimana sudah umum diketahui, bayi hasil rekayasa TRB pertama lahir di dunia ini adalah bayi perempuan bernama Louise Brown asal Inggris pada 1978. Dalam proses TRB dilakukan perangsangan indung telur istri dengan obat perangsang indung telur untuk menumbuhkan lebih dari satu sel telur. Perangsangannya dapat berlangsung singkat (protokol pendek) sekitar 3-4 minggu atau lama (protokol panjang) se-kitar 5 - 6 minggu sampai sel telur dianggap cukup matang dan tiba saatnya untuk "dipanen". Dahulu, folikel (kantong telur yang berisi benih sel telur) diambil secara pembedahan; tetapi pada masa sekarang dilakukan dengan cara yang lebih aman melalui jarum isap dengan tuntunan alat ultrasonografi (USG) melalui saluran liang vagina (transvaginal).

Semua sel telur yang berhasil dipanen akan dibersihkan dari sel-sel pembungkus di sekelilingnya untuk kemudian disimpan di dalam alat pengeram (inkubator) di laboratorium. Pada saat yang bersamaan, setelah sel telur pasti berhasil dipisahkan, maka air mani suami dikeluarkan di kamar pengumpul sperma dengan cara masturbasi, untuk dibersihkan, dan kemudian diambil sekitar 50.000 - 100.000 butir spermatozoa yang bermutu baik. Di laboratorium embriologi, spermatozoa itu ditaburkan ke sekeliling sel telur yang sudah terpilih di dalam satu wadah khusus. Sel telur yang terbuahi normal, ditandai dengan adanya dua sel inti, yang segera membelah bertahap untuk menjadi embrio. Mencapai hari ketiga, sekitar 1-3 embrio yang sudah berkembang ditanamkan ke selaput rahim istri. Hasilnya ditunggu dalam dua minggu kemudian, untuk dilakukan pemeriksaan hormon beta-hCG dari darah untuk meyakinkan bahwa kehamilan memang telah terjadi.

Pemeliharaan kehamilan hasil TRB

Setelah jumlah embrio yang ditanamkan ke selaput dalam dinding rahim (endome-trium), calon ibu perlu beristirahat (dirawat) di rumah sakit selama 1-2 malam untuk memperoleh pengamatan. Calon ibu ini diberikan obat-obat penenang otot rahim untuk mencegah kejang-otot (kontraksi) rahim.

Selanjutnya, kehamilan hasil dari rekayasa reproduksi TRB memerlukan pengawasan yang lebih khusus dibandingkan dengan kehamilan hasil pembuahan alami atau inseminasi buatan intrauterin. Lazimnya, sebelum persiapan untuk menjadi peserta TRB tersebut, pasutri sudah diperiksa keadaan infeksi di dalam tubuhnya, yang dikenal sebagai infeksi TORSH-KM (toksoplasma, rubela, sitomegalus, herpes, klamidia, dan mikoplasma). Apabila positif, infeksi tersebut ditangani dengan obat yang sesuai. Jika istri dari pasutri dengan infeksi positif ini kemudian hamil dengan program bayi tabung, maka ia tetap diberikan obat dengan dosis yang sesuai untuk ibu hamil, yang diberikan terus sampai bayinya lahir.

Selain itu, pada saat kehamilan diketahui sedini mungkin, maka dilakukan pemeriksaan fungsi hormon plasenta dan kondisi kepekatan darah ibu hamil. Bilamana ditemukan keadaan yang tidak normal, maka segera diberikan obat dengan dosis yang terpilih untuk ibu hamil. Biasanya diberikan obat yang mengandung progesteron, obat perangsang korpus luteum pada kehamilan dini, dan obat-obat pengencer darah.

Hal-hal yang menguntungkan dari program TRB

Bagi pria yang memiliki masalah organik pada testisnya, teknik TRB dapat menjadi salah satu jalan keluar. Misalnya, pada pria penderita kanker testis maka dari bagian yang masih baik dapat diambil spermatozoanya dengan cara ekstraksi atau testis yang sudah dipotong dapat segera dikirim ke Klinik atau Rumah Sakit yang memiliki Layanan Khusus Fertilitas untuk diambil spermatozoanya dan dibekukan.

Apabila dengan cara TRB konvensional belum berhasil dicapai pembuahan, maka dapat dilakukan upaya lain dengan menyuntikkan butir sperma ke dalam sel telur yang sebelum telah ditangani secara mikromanipulasi, seperti PZD (partial zona dissection) dan SUZI (subzonal sperm intersection). Pada teknik PZD, spermatozoa disemprotkan ke dalam sel telur setelah dinding sel telur dibuat celah untuk mempermudah kontak sperma dengan inti sel telur. Sedangkan pada SUZI spermatozoa disuntikkan langsung ke dalam lapisan bungkus sel telur.

Pada keadaan suami pasutri infertil tidak ada benih spermatozoa (azoospermia) di dalam air mani, kini sudah dapat dilakukan pengambilan spermatozoa langsung secara pembedahan pada saluran air mani atau testis. Tekniknya ada dua, yaitu MESA (mi-crosurgical sperm aspiration) dan TESE (testicular sperm extraction). Pada MESA, spermatozoa diambil langsung dari wadah penampungan tempat spermatozoa itu di-matangkan dan disimpan, yang disebut epididimis. Dengan cara TESE, spermatozoa langsung diambil dari testis, sebagai induk pabrik spermatozoa. Setelah spermatozoa diambil, kemudian dipilih yang paling baik saja. Selanjutnya, dilakukan langkah-langkah menurut tatacara suntik spermatozoa ke dalam rongga cairan sel telur (suntik sperma intrasitoplasma, SSIS) atau intracytoplasmic sperm injection (ICSI).

Teknik SSIS sangat tepat diterapkan pada pasutri infertil dengan mutu dan jumlah spermatozoa yang sangat sedikit. Pada teknik FIV konvensional diperlukan 50.000 - 100.000 spermatozoa untuk membuahi sel telur, sedangkan pada SSIS hanya dibutuhkan satu butir sperma dengan mutu terbaik. Melalui pipet kaca khusus, satu butir sperma tersebut disuntikkan langsung menerobos dinding masuk ke dalam satu sel telur yang juga sudah dinilai paling baik. Langkah selanjutnya adalah seperti pada cara FIV konvensional.

Keuntungan lain dari program TRB ini adalah adanya peluang untuk meyimpan sel benih (spermatozoa, sel telur) atau kelebihan embrio. Perangsangan indung telur pada cara TRB memungkinkan terbentuknya banyak embrio. Tidak mungkin semua embrio dipindahkan kembali (transfer) ke dalam rahim pada saat bersamaan. Oleh karena itu, kelebihan embrio yang untuk sementara tidak digunakan dapat disimpan dengan cara simpan beku (cryopreservation) dalam petikemas (container) berisi nitrogen cair (liquid nitrogen) pada suhu 196oC di bawah nol derajat. Daya tampung petikemas itu mencapai sekitar 100 embrio.

Simpan-beku embrio ini menguntungkan pasutri infertil peserta program TRB karena dapat menghemat biaya sebab tidak perlu mengulang proses penanganan dari awal lagi. Embrio dapat ditanamkan pada siklus berikutnya bilamana diperlukan, baik pada siklus yang gagal maupun bila siklus sebelumnya berhasil hamil. Perlu dicamkan bahwa sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku di Indonesia, maka bahan embrio dan sel benih (spermatozoa dan sel telur) yang tersimpan beku itu hanya diperuntukkan bagi pasutri pemilik bahan tersebut. Di Indonesia, teknik simpan beku embrio sudah dilakukan sejak 1992.

Contoh keberhasilan teknik simpan beku embrio telah dilaporkan di Belgia, yang belum lama lahir seorang bayi laki-laki sehat hasil penanaman embrio hasil simpan beku selama 7,5 tahun dari pasangan lain (anonim). Bayi tersebut lahir dengan berat badan 4000 gram. Bukti ini memperlihatkan bahwa daya-tahan embrio yang telah di-bekukan bertahun-tahun ternyata tetap dapat lahir menjadi bayi sehat.

Program TRB merupakan bagian dari upaya mulia menolong sesama manusia yang membutuhkannya

Teknologi reproduksi secara FIV ternyata telah sangat membantu pasutri yang mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan karena mengalami satu atau beberapa gangguan reproduksi. Mengupayakan pasutri infertil tersebut agar berhasil mempunyai anak sungguh merupakan perbuatan mulia dan membahagiakan, sekalipun pembuahannya dilakukan di laboratorium. Selain Louise Brown, mungkin banyak pula anak lain yang dilahirkan melalui teknik ini ikut bersyukur bahwa kedua orang tuanya mengikuti program itu.

Di Indonesia, teknik FIV sudah dirintis sejak tahun 1985 oleh kelompok pakar fertilitas di FKUI, tepatnya Makmal Terpadu Immunologi FKUI, Jakarta, dan mulai me-nampakkan hasil pada tahun 1987. Sekarang program TRB ini telah didukung oleh Undang-undang Nomor 23 yang dikeluarkan pada tahun 1992 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 72/Menkes/Per/II/1999 tentang penyelenggaraan Teknologi Repro-duksi Buatan.

Saat ini, di Indonesia terdapat 14 sentra atau rumah sakit yang telah melayani teknik bayi tabung yang tersebar di 6 kota yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Denpasar dan Medan. Untuk Jakarta, salah satu di antaranya adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak SamMarie Basra.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang fasilitas TRB FIV RSIA SamMarie Basra silakan hubungi Telp. 021-866.131.45 dan 866.131.46 atau datang langsung ke Jalan Basuki Rachmat No. 31, Pondok Bambu, Jakarta Timur 13430.

Fasilitas TRB FIV (“Bayi Tabung”) RSIA SamMarie Basra

RSIA SamMarie Basra tidak hanya sekedar rumah sakit untuk ibu dan anak seperti kebanyakan yang sudah ada. RSIA ini lebih berciri unik, karena memfokuskan diri pada penanganan fertilitas sebagai ‘identitas’ diri. Untuk itu, kelengkapan laborato-rium fertilitas merupakan suatu keharusan bagi kami.

Laboratorium TRB FIV (“bayi tabung”) di RSIA SamMarie Basra merupakan salah satu yang terlengkap di Indonesia, dirancang dan berada di bawah pengawasan tim pakar dari Laboratorium sejenis di Monash University, Australia. Selain itu, para pakar embriologi dan pakar fertilitas FKUI juga ikut berkerjasama dengan tim pakar fertilitas RSIA SamMarie Basra untuk membina dan menjamin mutu hasil kerja kami.

 

Laboratorium Bayi Tabung RSIA SamMarie Basra

Seluruh tahap penanganan fertilitas untuk pasutri infertil dapat dilakukan di sini, sampai pada tahap akhir dengan pembuahan in vitro. Selain di SamMarie Basra, penanganan pasutri infertil secara terpadu juga sudah sejak tahun 1998 dilakukan oleh para tim dokter pakar fertilitas di Klinik Fertilitas SamMarie, di Jalan Wijaya I No. 45, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelum Laboratorium TRB FIV SamMarie Basra didirikan, semua pasutri infertil peserta FIV ditangani oleh tim pakar fertilitas FKUI di sana Klinik Yasmin FKUI. Sekarang, dengan telah tersedia fasilitas laboratorium FIV yang lengkap dan modern, semua perlakuan laboratorium dilakukan di tempat kami sendiri di RSIA SamMarie Basra.

Kami RSIA SamMarie Basra juga memberikan kesempatan bagi para sejawat dokter pakar fertilitas dan sejawat dokter spesialis obstetri-ginekologi untuk mengirim, mengantar sendiri pasiennya, atau ikut sebagai pengamat mendampingi pasiennya selama ditangani FIV di RSIA SamMarie Basra.

Fasilitas Penunjang lain

Selain laboratorium FIV yang modern dan lengkap, RSIA SamMarie Basra juga dilengkapi dengan tiga kamar bedah yang dibuat berstandar intenasional. Ruang persalinan yang luas, dan kamar bayi baru lahir yang nyaman. Juga ditunjang dengan ruang HCU, NICU, dan PICU.

Selain itu, disiapkan juga ruang perawatan mulai dari Kelas II hingga VVIP. Sebagian fasilitas poliklinik dan rawat-inap dapat dilihat pada beberapa foto berikut ini:

Ruang Rawat Inap Kelas VIP                   Ruang Rawat Inap Kelas II

Ruang Periksa Obstetri-Ginekologi

‘Tips’ untuk peserta program “Bayi Tabung”

  • Kunjungi dokter spesialis Obstetri-Ginekologi Anda untuk memperoleh penjelasan yang lebih mendalam tentang langkah-langkah apa saja yang perlu ditempuh dalam penanganan Anda sebagai pasutri yang ingin memiliki keturunan.
  • Bilamana dokter Anda menemukan penyulit (kelainan) pada alat reproduksi Anda sebagai pasutri dan tidak mungkin lagi untuk berhasil hamil dengan cara-cara alami, maka besar kemungkinan Anda akan dianjurkan memilih cara bayi tabung.
  • Anda sebagai pasutri infertil peserta program bayi tabung, biasanya akan diminta untuk menandatangani surat perjanjian tertulis, yang isinya antara lain bersedia untuk dilakukan tindakan yang dianggap perlu misalnya pembedahan, risiko hamil kembar, dan risiko lain yang dapat timbul.
  • Program bayi tabung dimulai berdasarkan masa haid. Calon ibu akan diberi obat-obat hormon untuk memicu perkembangan kantong telur (folikel) di indung telur (ovarium) untuk menghasilkan banyak sel telur. Selanjutnya akan dilakukan panen oosit (disingkat PO) atau panen sel telur (ovum pick-up, disingkat OPU). Calon ayah akan diambil spermanya dengan cara masturbasi. Bilamana jumlah sperma-tozoa tersebut cukup banyak dan memenuhi syarat, maka akan ditaburkan ke sel telur di dalam cawan biakan. Cawan berisi sel-sel benih ini akan dieram di laboratorium sampai tumbuh menjadi mudigah (embrio).
  • Namun demikian, bilamana ketika masturbasi tak ditemukan sperma, berarti ada sumbatan. Untuk itu akan dilakukan cara lain, yaitu dengan MESA (microsurgical epydidimis sperm aspiration), spermatozoa diambil langung dari wadahnya. Juga diambil dengan cara TESA (testicular sperm extraction), sperma diambil langsung dari testis.
  • Jika spermatozoa yang dihasilkan sangat sedikit, maka akan dilakukan teknik SSIS (suntik sperma intrasitoplasma).
  • Setelah terjadi pembuahan (fertilisasi) dan terbentuk mudigah, maka mudigah itu ditandur-alihkan (dipindahkan) ke selaput dalam rahim calon ibu.
  • Calon ibu dipantau beberapa waktu sampai 14 hari kemudian dengan pemeriksaan hormon kehamilan (hCG) darah dan pemeriksaan USG.

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 22 Juni 2011 17:03 )

site hit counter