Saya adalah wanita yang aktif bekerja, jadi semasa hamil saya senantiasa bergerak, melakukan aktifitas seperti biasa. Kalau jalan kaki pun masih terbilang cepat. Pernah suatu ketika saya merasakan capai keluar cairan coklat. Tapi di usia kehamilan yang sudah berjalan 7 bulan saya sudah tidak lagi. Hanya saja, saat itu hampir setiap hari keluar cairan kuning di celana dalam. Apakah sebabnya dan apakah memengaruhi janin?
Uwi - Mampang
Jawab:
Keluarnya cairan kuning kemungkinan adalah keputihan yang disebabkan infeksi vagina atau servik (leher rahim). Hal ini harus segera dikonsultasikan pada dokter untuk diobati. Bila tidak, dapat menyebabkan infeksi pada selaput ketuban, menyebabkan kontraksi, atau ketuban pecah dini (sebelum waktunya) hingga persalian premature.
dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG
Disadur dari majalah 9month
"Wow, Melahirkan dalam Air"
Berminat melahirkan dalam air? Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Di Jakarta sudah ada yang menawarkan fasilitas itu. Seperti apa?
SAKIT! itulah yang ditakutkan kaum perempuan saat melahirkan. Tak heran bila teknik-teknik mengurangi sakit persalinan pun banyak diminati. Mulai persalinan Caesar, memakai bius epidural, hingga hipnobirthing atau melahirkan dengan dihipnotis agar tidak merasa sakit. Dan kini, teknik persalinan yang mulai banyak diminati adalah melahirkan dalam air.
Adalah Sammarie Clinic Healthcare di Jl Wijaya I No 45 Jakarta Selatan, yang menawarkan model persalinan seperti itu. Dikatakan dr Otamar Samsudin SpOG, melahirkan dalam air pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan.
Memang tidak ada teknik persalinan yang mampu menghilangkan rasa sakit hingga seratus persen. Paling cuma 80 persen saja. Tapi, kami ingin memberikan alternatif bagi para ibu yang akan melahirkan dengan mengurangi rasa sakitnya," ujarnya pada Bunda. Dijelaskan Otamar, proses melahirkan dalam air sebenarnya sudah ada sejak lama. Proses itu ditawarkan di Rusia pada l960-an oleh Igor Tjarkovsky. Sesuai perkembangan zaman, model persalinan itu pun terus berkembang ke Amerika Serikat, Eropa, dan Indonesia.
“Di Amerika sendiri melahirkan dalam air nggak begitu gampang diterima. Sebab, tahu sendirilah, mereka punya ego sendiri. Tapi, beberapa rumah sakit di Amerika sudah menggunakan teknik tersebut," ujar dokter yang juga praktik di Metropolitan Medical Center (MMC) itu. Di Indonesia sendiri, melahirkan dalam air mulai .diperkenalkan Oktober 2006 di Sammarie Clinic Healthcare. "Tapi, saya juga nggak tahu apakah ada yang lain. Di Klinik Sammarie sendiri sejak diperkenalkan Oktober 2006 sampai sekarang, sudah menangani sepuluh pasien. Dan yang berencana akan melahirkan dalam air juga masih banyak," papar Otamar.
KEUNTUNGAN
Dijelaskan Otamar dengan melahirkan dalam air pada dasarkan melahirkan secara normal, hanya saja tempatnya dalam air, bukan di tempat tidur. Teknik melahirkan dalam air tidak hanya menguntungkan ibu, tapi juga bayi yang dilahirkannya. Berikut ini keuntungan yang dapat diperoleh.
BAGI IBU
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh ibu yang melahirkan dalam air antara lain:
Dengan melahirkan dalam air, sakit akibat konstraksi dapat dikurangi hingga 60 persen. Sebab, dalam keadaan mengapung, kontraksi-kontraksi rahim akan lebih efisien, dan sirkulasi darah akan lebih baik. Sehingga, aliran oksigen ke otot-otot rahim akan lebih lancar, rasa sakit yang dialami ibu akan berkurang, dan pasokan oksigen untuk bayi akan lebih banyak.
Dengan berendam dalam air hangat, ibu akan lebih mudah mencari posisi yang dianggap nyaman untuk melahirkan. Si ibu hanya duduk, rileks dalam air sambil membuka kakinya dan tidak harus bergerak atau menarik nafas panjang. Sebab, air dengan sendirinya akan membantu memberikan dorongan tenaga.
“Ibu yang akan melahirkan itukan pasti stres karena sakit yang dirasakannya. Dengan berendam dalam air hangat, rasa stres itu dapat dikurangi, sehingga iya bisa merasa nyaman,” jelas Otamar.
Air hangat menyebabkan perineum (daerah antara vagina sampai anus) menjadi lebih elastis dan rileks. Sehingga mengurangi risiko robeknya jalan lahir dan kebutuhan melakukan episiotomi atau penjahitan.
Karena secara fisik lebih rileks, berendam dalam air hangat membuat ibu bisa lebih konsentrasi pada persalinannya.
Pada tahap-tahap akhir persalinan, air dipercaya dapat meningkatkan energi ibu.
Berendam dalam air hangat dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kecemasan.
Dalam berendam dalam air hangat, sirkulasi darah akan lebih baik, sehingga kontraksi rahim juga akan lebih baik. Itu berarti pembukaan jalan lahir akan lebih cepat, sehingga persalinan juga lebih cepat.
BAGI BAYI
Tak hanya ibu yang mendapat keuntungan dari melahirkan dalam air. Bayi yang dilahirkan pun akan mendapat manfaat, seperti:
Bayi yang dilahirkan dalam air terlihat lebih merah, karena darahnya lebih cukup.
Bayi yang dilahirkan dalam air memiliki kulit lebih bersih dan tidak hanya kulit ari. Sebab, lemak-lemaknya akan langsung bersih terkena air hangat.
Resiko cedera kepala pada bayi yang dilahirkan dalam air, lebih kecil. Sebab, ia akan langsung jatuh ke dalam air dan dengan sendirinya akan mengapung.
Meski belum ada penelitian, menurut Otamar, bayi yang dilahirkan dalm air lebih cerdas. “Bisa jadi itu karena resiko terjadinya cedera kepala pada bayi lebih kecil,” ujar Otamar.
Meski sudah keluar dari rahim ibunya, bayi tetap merasa nyaman, karena ia merasa seperti berada dalam rahim ibunya.
Itu karena ia berada dalam air yang suhunya seperti suhudalam rahim. Itu berarti stres yang mungkin dialami bayi juga bisa dikurangi.
Resiko bayi keracunan dari ketuban lebih kecil, karena air ketuban yang keluar langsung bercampur dengan air kolam.
Karena dilahirkan dalam air, bayi lebih sensitif terhadap air. Sebab, dalam memorinya sudah tersimpan dalam air.
Apakah bayi tak Tersedak Air?
"APAKAH bayi yang dilahirkan dalam air tidak akan tersedak air karena rnenangis'? Begitu pasti pertanyaan yang ada dalam benak para ibu. Menanggapi pertanyaan seperti itu, dr Otamar Samsudin SpOG dengan tegas menjawab, ''Tidak!".
"Dari sepuluh pasien yang saya tangani, tak pernah ada kasus bayi tersedak karena minum air. Dan yang perlu dipahami, bayi tidak akan mengisap udara, kecuali tali pusarnya sudah dipotong. Selama bayi masih terhubung dengan tali pusar, bayi akan menerima pasokan oksigen dari ibunya melalui tali pusar,” jelas Otamar.
Ditambahkannya, pada dasarnya bayi yang baru dilahirkan akan Iangsung menangis bila:
Namun, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata Otamar, dokter spesialis anak juga harus siap sedia. Dengan begitu, "Ada tidaknya air yang masuk atau ada-tidaknya gangguan lainnya bisa langsung dideteksi dan segera diatasi dengan baik,” ujar Otamar.
PROSES
Seperti dikatakan Otamar, proses persalinan dalam air pada dasarnya seperti persalinan biasa. Karena itu, jangan membayangkan bahwa melahirkan dalam air itu rumit. Adapun tahapan proses persiapan hingga ibu melahirkan dalam air, menurut Otamar, adalah sebagai berikut:
Sebelum digunakan, kolam harus disterilisasi lebih dulu menggunakan desinfektan. Dengan begitu, kolam akan bebas kuman.
Setelah kolam dianggap bersih, baru diisi dengan air. Air tersebut haru sdisesuaikan dengan suhu tubuh ibu yang akan melahirkan. Itu penting untuk mencegah temperature shock saat bayi keluar dari rahim. Sterilitas air juga harus diperhatikan agar tidak menyebabkan infeksi pada ibu maupun bayi yang dilahirkannya.
Ibu baru boleh masuk ke dalam kolam setelah jalan lahir membuka 5-6 sentimeter. “Itu untuk menghindari agar ibu tidak terlalu lama berada dalam air”, jelas Otamar. Jika ingin tenang menghadapi proses persalinan, sang suami bisa ikut mendampingi.
Setelah kurang lebih 1-1,5 jam berendam dalam air, pembukaan biasanya sudah lengkap, sehingga bayi siap lahir. “Biasanya, dengan hanya sedikit tenaga untuk mengejan, bayi sudah keluar. Proses kelahiran bayi ini lebih mudah, karena air mempunyai sifat mendorong,” jelas Otamar. Setelah bayi lahir, ia tidak akan tenggelam, karena waktu dalam rahim pun bayi hidup dalam air ketuban selama sembilan bulan.
Setelah keluar, bayi diangkat dan langsung diberikan pada ibunya untuk mendapat pelukan hangat serta ciuman pertama dari ibunya. Setelah itu, baru pusarnya dipotong dan dibersihkan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatannya.
(Liputan Tabloid Bunda, Edisi 306, 20 - 26 Januari 2007), Narasumber: dr. Otamar Samsudin, SpOG
"Susu biasa vs susu khusus ibu hamil"
Mana yang paling pas porsinya?
Susu umumnya mengandung sumber kalori yang berasal dari lemak, protein dan karbohidrat serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, D3, E, K, C, B, asam folat, kalsium, zat besi, yodium, selenium, seng, dan lain-lain. Sumber kalori dan zat nutrisi tersebut dibutuhkan oleh ibu dan juga janin karena ibu yang tengah berbadan dua membutuhkan ekstrakalori sekitar 300 Kkal dibanding keadaan tidak hamil.
Lantaran itu, baik bila ibu hamil mengonsumsi susu. Soal pilihan susu, tentu berada di tangan ibu. Susu khusus ibu hamil bisa dijadikan altematif selama ibu cocok dengan susu tersebut dan tidak mengalami mual, sembelit atau diare. Komposisi susu khusus ibu hamil umumnya memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan kehamilan. Misal, jumlah kalorinya lebih tinggi ketimbang susu "biasa", yakni l50 -l78 Kkal per saji sehingga bila diminum 2x sehari maka kebutuhan kalori tambahan ibu hamil vang sebesar 300 Kkal bisa dipenuhi. Namun perlu diketahui, kandungan protein dan zat besinya yang juga tinggi membuat beberapa ibu hamil mengalami mual, sembelit atau diare.
Lalu bagaimana? Kalau memang tidak cocok bisa dicoba susu "biasa" yang banyak dijual di pasaran. Untuk susu cair pilih susu yang telah dipasteurisasi (sterilized) , bukan susu sapi segar yang belum diproses karena berisiko terkontaminasi kuman. selain itu, berhubung pada susu “biasa" komposisi vitamin dan mineral seperti asam folat, zat besi, kalsium dan lainnya- hanya dalam takaran normal (bukan untuk ibu hamil) ibu dianjurkan mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan mengkonsumsi suplemen. Akan bijak bila hal ini ibu konsultasikan terlebih dulu pada dokter kandungan.
Sesuaikan dengan kebutuhan
Soal porsi minum susu tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ibu hamil. Bila komposisi susunya sudah pas, (sesuai yang dibutuhkan ibu hamil) dan ibu hamil tersebut tidak dalam keadaan defisiensi (kekurangan zat gizi tertentu, misalnya defisiensi asam folat atau zat besi), maka ibu hamil bisa minum susu sesuai saran pemberian yaitu 2 kali sehari.
Ibu hamil yang mendapat suplemen dari dokter dapat memilih susu biasa. Atau kalau pun mau mengonsumsi susu khusus ibu hamil kurangi porsi dari yang disarankan. Contoh, yang seharusnya 2 kali sehari cukup diminum satu kali sehari saja. Lantaran itulah, penting bagi ibu hamil untuk membaca kandungan nutrisi pada kemasan dengan cermat, untuk dihitung takarannya; apakah cukup, kurang atau berlebih, bila tanpa atau dengan suplemen vitamin yang diberikan dokter.
Tetap boleh
Bagaimana dengan ibu hamil yang memiliki “kasus“ seperti obesitas atau yang menderita diabetes? Kabar baiknya mereka tetap boleh mengkonsumsi susu. Namun tentu ada hal-hal yang mesti diperhatikan. Berikut diantaranya;
Yang tidak suka susu
Bagi ibu hamil yang tidak suka/tidak bisa minum susu, tak perlu khawatir kekurangan gizi. Sebab kalori dan sumber nutrisi dari susu dapat digantikan makanan lain. Contoh, kalsium dapat dipenuhi dari sumber kalsium lain seperti keju, yugurt dan es krim. Bisa juga dengan mengkonsumsi ikan-ikanan atau suplemen kalsium. Begitu pun kecukupan vitamin dan mineral dari susu dapat diperoleh dari suplemen vitamin dan makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, daging, ikan, serta buah-buahan.
Hanya perlu diingat, kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi akan berpengaruh kepada kehamilan dan pertumbuhan janin. Jadi, bisa dibilang konsumsi susu pada ibu hamil amat bermanfaat untuk memenuhi kecukupan gizi yang baik semasa kehamilan.
(Dirangkum dari liputan Tabloid Mingguan nakita, No. 414/TH. VIII/10 Maret 2007), Konsultan Ahli: dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG
Ketidakseimbangan akan berpengaruh buruk pada ibu dan janin
Hormon adalah substansi atau zat yang dihasilkan berbagai kelenjar dalam tubuh dan beredar dalam darah. Diibaratkan, hormon itu sebagai penghantar perintah yang akan menuju ke organ sasaran tertentu agar organ tersebut berfungsi. Nah, pada kehamilan, tentu yang jadi organ sasarannya adalah organ-organ reproduksi.
Pada awal proses kehamilan, hormon estrogen (hormon kelamin kewanitaan yang mengatur perkembangan dan menjaga ciri-ciri kewanitaan) serta hormon progesteron akan mengatur proses persiapan kehamilan pada rahim ibu. Estrogen yang dihasilkan oleh indung telur ibu akan memancing sel sperma dari pasangannya untuk masuk ke rahim. Ketika sel telur dan sel sperma bertemu di dekat ujung saluran telur, terjadilah pembuahan. Setelah pembuahan, estrogen bertugas langsung merangsang perkembangan rahim. Semakin lama dinding rahim akan menebal. Selanjutnya, hasil konsepsi tersebut menempel pada dinding rahim.
Dari hasil konsepsi tersebut, korion (lapisan paling luar yang menyelubungi janin) akan mengeluarkan hormon kehamilan yaitu human Chorionic Gonado- tropin (hCG). Kadar hormon hCG inilah yang dapat terdeteksi (tertasah) pada awal-awal kehamilan, apakah seorang ibu tersebut hamil atau tidak. Jika kadar hCG-nya tinggi, berarti lbu tersebut hamil. Hormon ini akan meningkat sepanjang awal kehamilan, namun setelah 2-3 bulan kemudian akan statis dan menghilang begitu melahirkan. Hormon hCG akan mempertahankan korpus luteum (massa sel besar yang berkembang dari sisa kantung telur yang sudah pecah di indung telur). Korpus luteum ini mengeluarkan progesteron yang akan mempertahankan kehamilan. Ibaratnya, progesteron ini adalah pupuknya. Bila pupuknya kurang di awal kehamilan, maka tumbuhannya kurang subur, bahkan mati. Begitu juga kehamilan, bisa terjadi keguguran.
Selain adanya hormon kehamilan, peningkatan hormon progesteron di awal kehamilan akan membuat kerja usus melambat sehingga ibu mudah kembung, dinding lambung mengendur dan asam lambung meningkat. Pengaruh inilah yang membuat ibu hamil sering mengalami mual-muntah pada awal kehamilan. Ditambah lagi dengan darah yang agak mengental membuat transportasi darah atau oksigen ke otak berkurang sehingga ibu mudah pusing. Hormon progesteron dari korpus luteum akan terus diproduksi sampai usia kehamilan sekitar 14 minggu. Setelah usia itu, plasenta mulai terbentuk dan sejak itu tugas produksi hormon pun diambil alih plasenta. Plasenta menghasilkan beberapa hormon seperti estrogen, progesteron, testosteron, termasuk hCG, sampai akhir kehamilan.
Go top > Back
(Liputan Tabloid Mingguan nakita, No. 414/TH. VIII/10 Maret 2007),
Narasumber: Prof. Dr. dr. T.Z. Jacoeb, SpOG (K)
Siapa bilang defisiensi hormon testosteron hanya ditandai dengan kurangnya dorongan seksual? Daya tahan fisik menurun, lemas, sering mengantuk, penurunan prestasi, sering marah hingga kenikmatan hidup berkurang merupakan indikasi terkikisnya jumlah hormon yang banyak diproduksi pria. Jika Anda ingin ‘kesempurnaan hidup’ kembali, terapi testosteron bisa menjadi metode aman yang dapat dipilih.
Lumrah saja, jika Anda, sebagai kaum Adam takut akan mengalami Testosterone Deficiency Syndrome (TDS) atau defisiensi testosteron. Pasalnya, testosteron sangat penting fungsinya bagi pria, baik pada masa janin, muda hingga dewasa.
Seperti yang diungkapkan salah seorang androlog, dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd. “Hormon ini sangat penting karena itu merupakan hormon khusus pria. Hormon tersebut sebenarnya sudah ada pada anak kecil, hanya saja rendah sekali volumenya dan diproduksi oleh kelenjar suprarenal yang terletak di ginjal. Nantinya produksi kelenjar ini akan menurun, dan fungsi suprarenal digantikan oleh testis.”
Pada usia anak-anak, kurangnya hormon testosteron tidaklah berpengaruh sehingga tidak perlu penanganan khusus. Berbeda dengan orang dewasa, di mana hormon testosteron sangat diperlukan, dan mencapai puncaknya sekitar umur 30–40 tahun.
Seiring berjalannya waktu dan makin bertambahnya usia, keberadaan testosteron itu sangat banyak pengaruhnya, bukan sekedar berkaitan dengan seksual keinginan libido tetapi juga mencegah kropos tulang, peningkatan energi, peningkatan fungsi kognitif, mencegah penurunan iritabilitas dan depresi.
Biasanya, penurunan hormon testosteron ini dipicu dari pola makan dan gaya hidup hidup yang salah. Hal ini telah dialami oleh Tyo. Pria yang bekerja di sebuah biro iklan ternama di Jakarta ini sama sekali tidak mengira bahwa dirinya mengalami penurunan hormon testosteron.
Maklum saja, selama ini ia sudah menjalankan pola hidup yang baik. Tubuhnya saja atletis, tegap, dan berdada bidang. Setiap minggunya, pria berumur 31 tahun ini tidak pernah lupa meluangkan waktunya untuk pergi ke gym. Namun anehnya, ia mengaku bahwa sudah satu tahun ini mengalami kelesuan gairah seksual.
Akibatnya, sang istri, Angel, pun kerap protes dan mempertanyakannya. Tidak ingin mengecewakan wanita cantik yang telah ia nikahi selama 4 tahun, Tyo pun memutuskan untuk melakukan uji klinis. Hasilnya, Tyo dinyatakan mengalami TDS. Dokter yang menangani pria berkulit putih ini pun menyarankan agar ia melakukan terapi testosteron.
Melihat pengalaman yang dialami Tyo, dr. Indra mengungkapkan, memang ada beberapa kasus yang memperlihatkan seorang pria yang telah menerapkan pola gaya hidup bagus, sehingga fisiknya baik dan sehat, namun tetap mengalami masalah testoteron. Ia menjelaskan bahwa hal ini dapat terjadi akibat fungsi testis yang bermasalah, sehingga mengurangi produksi testosteron pada testis-nya. “Biasanya, hal itu akibat adanya infeksi, dan paling sering adalah infeksi Orchitis yang merupakan pembengkakan pada testis,” jelasnya.
Mengingat penurunan hormon testosteron ini disebabkan oleh berbagai macam hal, terapi testosteron tidak bisa dilakukan tanpa dilakukannya uji klinis terlebih dahulu. Hal ini ditegaskan oleh dr. Indra, “Sebelum dilakukan pemberian hormon, pasien harus melalui pemeriksaan karena tidak bisa diraba-raba. Harus diingat bahwa pemberian testosteron ini juga ada efek sampingnya.”
Aktivitas seks semula hanya dilakukan seminggu sekali yang dapat di upgrade hingga 3 sampai 4 kali dalam satu minggu merupakan efek positif yang dapat diperoleh setelah melakukan terapi testosteron. Namun, jika terapi dilakukan secara asal-asalan, ada dampak negatif yang dapat membahayakan, yaitu bisa menimbulkan gejala prostat.
“Ini kalau pemberiannya dilakukan secara berlebihan. Sebenarnya, kalaupun sudah menurun karena berumur, maka itu sebenarnya tidak perlu ditambah. Efek berikutnya, karena sifatnya anabolik, maka ia akan memicu gula darah. Oleh karenanya, bagi pengidap sakit gula, harus hati-hati kecuali kalau gula darahnya terkontrol,” tutur dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd lagi.

Penurunan testosteron, dapatkah terlihat tandanya?
Pria makin berumur, kemampuan seksnya pun akan menurun. Perut buncit, otot kendur, dan gejala andropause merupakan semua gejala yang disebabkan penurunan testosteron.
Untuk mencegahnya, selain makan yang baik dan sehat, lalu apa lagi?
Hormon testosteron dapat berkurang disebabkan dari trauma suhu, trauma tekanan, atau trauma infeksi. Untuk itulah kita wajib menjaganya, agar kelenjar tidak menurun fungsinya. Namun yang perlu diingat, berkurangnya hormon karena proses bertambahnya usia memang tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat.
Bagaimana dengan terapi, apakah sangat berpengaruh untuk memperlambat?
Terapi itu sangat membantu. Sebenarnya yang dipermasalahkan bukan harus ditambah, terlebih pada pria usia 60 tahun. Sangatlah tidak mungkin untuk memberikan testosteron pada pria 60 tahun agar usianya bisa kembali seperti 30 – 40 tahun. Terapi ini hanya berfungsi untuk memperlambat atau mencegah penurunan yang lebih cepat. Inilah salah satu alasan sekarang ini untuk pemberian testosteron pada orang-orang yang sudah berumur dengan istilah aging male.
Terapi itu sendiri sebaiknya dilakukan seberapa sering dan seberapa lama?
Tergantung obatnya. Ada pemberian obat yang dilakukan setiap hari. Cuma masalahnya, kalau obat makan itu, lambung tidak bisa menyerapnya secara utuh. Lalu dipikirkan bagaimana kalau diberi suntikan agar tidak melalui lambung. Kalau ditanya mana yang lebih baik, suntikan atau obat makan, harus uji klinis terlebih dahulu untuk mengetahui kadar hormonnya. Namun memang lebih baik suntikan. Orang yang menyerap hormon secara oral itu tergolong orang yang ragu-ragu dan memang tidak periksa hormonnya, sehingga merasa ingin menambah saja, tidak tolak ukur. Sedangkan pemberian suntikan, bisa dilakukan 3 – 4 kali dalam setahun, misalnya setelah melalui pemeriksaan medis.
Setelah pemberian hormon, apakah langsung terasa reaksinya?
Tergantung bagaimana posisi orang itu saat diberikan. Ini bukan pengobatan instan, melainkan melalui proses yang memakan waktu bisa sampai enam minggu barulah terlihat efeknya. Tapi, ada juga kasus di mana dalam waktu 3 – 4 jam sudah bereaksi. Satu hal lagi yang perlu diingat, makin banyak orang mengonsumsi karbohidrat dan lemak maka akan naik hormon SHBG yang sebenarnya berbanding terbalik dengan testosteron. Kalau pada seseorang berusia makin tua dan testosteron-nya makin menurun, maka SHBG makin naik. Sedangkan pada anak muda, saat terjadi penumpukan karbohidrat dan lemak, maka SHBG menurun, dan itu mengikat hormon testosteron.
Mereka yang usia di bawah 40 tahun, apa mungkin mengalami masalah penurunan hormon testosteron, dan apa penyebabnya?
Bisa jadi. Efek kegemukan memang bisa mengikat, tetapi organ untuk mengeluarkan testosteron-nya tidak berkurang. Hanya saja, karena penuh lemak dan karbohidrat tadi, testosteran yang aktif diikat sehingga fungsinya berkurang. Artinya, tubuhnya itu sebenarnya kekurangan testosteron. Dalam tubuh itu ada dua jenis testosteron bebas yang berguna memperbaiki otot, libido, mempertahakan ejakulasi/ereksi. Sehingga kalau terikat, maka fungsinya berkurang.
Untuk wanita sendiri, seberapa penting testosteron?
Bisa mencegah keropos tulang. Pada dosis rendah bisa meningkatkan libido. Tetapi harus hati-hati, kebanyakan testosteron itu bisa menyebabkan maskulinisasi karena testosteron selain mematangkan sperma, membesarkan testis, menyebabkan tumbuhnya jenggot dan bulu-bulu pada tubuh. Karena itu, otot pria dan wanita sangat berbeda dan itu akibat fungsi testosteron.
Di Indonesia sendiri, sudah banyakkah yang melakukan terapi testosteron?
Sudah banyak. Begini, hormon itu saling meregulasi. Kalau kurang pemahaman mengenai hormon itu, maka kita juga memberinya setengah-setengah. Fungsi produksi testosteron di testis itu juga tergantung hormon di otak. Jadi kalau testosteron di tubuh itu sudah banyak, maka dia akan dikomando oleh otak untuk ditekan produksinya. Justru kalau kelebihan testosteron itu bisa menekan produksi sperma.
Dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd
TESTOSTERON: Mempertahankan Kejantanan
Bagi pria dewasa, berkurangnya hormon testosteron bisa menjadi momok yang menakutkan dan patut dihindari. Untungnya, saat ini telah ada sejumlah terapi testosteron yang mampu mengembalikan fungsi dari hormon terpenting bagi kaum pria tersebut. Meski begitu, bukan berarti terapi ini dapat dilakukan sesuai kehendak Anda. Berikut penjelasan lengkap dari Dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd, yang berhasil ditemui MEasia di sela-sela prakteknya di Klinik SamMarie, Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Disadur dari majalah ME atau measiaonline.com
Aldi tercenung membaca lembaran hasil pemeriksaan laboratorium yang dipegangnya. Di situ tertera kadar spermatozoa nol. Kesimpulannya, Aldi manduI. "Tidak mungkin, tidak mungkin," ucap pria berusia 38 tahun ini sambil menggeleng-gelengkan kepala. la merasa tidak punya masalah seksual. hubungan intim dengan istri hampir selalu berjalan mulus. Malah bila bicara soal urusan seksual, Aldi bisa berbangga karena ia memang jagoan di atas ranjang. " Jadi, bagaimana mungkin aku mandul?" aldi masih tak percaya.
Menurut dr. Indra G. Mansur, DHES, Sp.And, pakar andologi dan Imunoreproduksi dari Klinik Fertilitas dan Menoandropause Sam Marie, tidak sedikit pria seperti Aldi, yang mengira keperkasaan identik dengan kesuburan. Padahal sekalipun berkaitan, keduanya merupakan hal yang sangat berbeda. Yang satu terkait fungsi seksual dan yang lain berhubungan dengan fungsi reproduksi. Ringkasnya lelaki yang bisa melakukan hubungan seksual, tidak otomatis bisa pula membuahi pasangannya.
Ada syarat wajib yang mesti dipenuhi agar bisa menghamili sang istri. Selain mampu melakukan hubungan seksual secara normal, suami harus pula mampu mengeluarkan bibit yang berpotensi membuahi sel telur. Bibit ini dinamakan spermatozoa atau sering disebut dengan istilah ‘sperma’ saja. Kualitas dan kuantitas sperma inilah yang menjadi penentu utama seorang dikatakan pria subur atau tidak.
Pistol dan Peluru
Indra memberikan ilustrasi, kaitan antara kemampuan seksual dan keberadaan sperma ibarat hubungan pistol dan peluru. Dalam hal ini yang menjadi peluru adalah sperma. Peluru tidak akan mampu mencapai sasaran bila pistol yang digunakan tidak punya daya yang kuat untuk menembakkannya. Sebaliknya, pistol yang canggih sekalipun tidak akan mampu menaklukkan musuh bila tidak ada peluru berkualitas bagus yang ditembakkan, misalnya peluru karet. Apalagi jika pistol tersebut malah tidak punya peluru sama sekali.
lIustrasi di atas menggambarkan kemampaun seksual dan kesuburan menjadi dua hal yang saling mendukung untuk mewujudkan suatu pembuahan alamiah yang terjadi melalui hubungan intim.
Dalam membahas kesuburan pria, fokus kita terarah pada masalah sperma. Sudah digariskan oleh Sang Pencipta bahwa sperma merupakan unsur terpenting yang memungkinkan pria bisa menjadi seorang ayah.
Artinya, bila ‘pistol’ tidak bekerja dengan baik dan pembuahan alami tidak bisa dilakukan, kehamilan masih bisa diupayakan selama sperma masih ada. Teknologi kedokteran yang bisa membantu masalah ini dikenal de ngan istilah bayi tabung. Bila pria yang tidak memiliki kandungan sperma pada cairan maninya disebut mengalami kasus azoospermatozoa. Bahasa awamnya tidak punya 'bibit'.
(Liputan Majalah Human Health Tahun V - No. 04 - April 2006), Narasumber: dr. Indra G. Mansur, DHES, SpAnd
Ketombe memang menjengkelkan. Sudah menimbulkan gatal, penampilan rambut seindah apapun jadi rusak. Sejumlah cara ditawarkan untuk mengatasi si putih bandel ini. Tapi tak sedikit juga bahan alami seperti minyak kelapa dan cuka apel yang mampu mengusir ketombe hingga tuntas. Cocok untuk segala umur dan mudah diaplikasikan. Seberapa ampuh atasi ketombe?
Setiap perempuan pasti mendamba memiliki rambut indah. Ada kalanya mahkota wanita itu mengalami masalah yang serius. Salah satu yang sering terjadi adalah gangguan kulit kepala berupa ketombe. Meski terlihat sepele, masalah ketombe jangan dianggap enteng. Salah-salah dianggap remeh, kerontokan rambut yang dahsyat bisa terjadi bahkan bukan tidak mungkin menimbulkan kebotakan.
Sebenarnya menurut Dr. dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK (K), dokter spesialis kulit dan kelamin dari RSCM / Dept. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI dan praktek di SamMarie Family Healthcare, ketombe adalah kulit lepas yang jumlahnya lebih banyak dari biasanya. “Secara normal, kulit selalu mengalami pengelupasan, tetapi dalam jumlah yang lebih dari biasanya pengelupasan ini akan menjadi ketombe di kulit kepala, “ungkap dr. Tjut Nurul menjelaskan.
Ismanto dari Avicenna Theraphy center (ATC), menjelaskan terjadinya ketombe. “Bagian kulit kepala yang bernama kornium digantikan oleh lapisan malpigi. Kulit kepala juga memiliki lebih banyak kelenjar lemak dan keringatnya, hingga menghasilkan minyak dalam jumlah berlebih. Kondisi inilah yang membuat rambut menjadi lepek dan akhirnya berketombe,” imbuh Ismanto.
Banyak factor yang bias memicu timbulnya ketombe. Secara eksternal, ketombe disebabkan adanya infeksi oleh jamur khas di kepala (Pytisporum ovale) yang dalam kondisi tidak seimbang memicu percepatan pelepasan kulit kepala. “Jamur ini berasal dari lingkungan sekitar kita, seperti tanah, tumbuhan, binatang, bahkan manusia di sekitar kita yang juga berketombe,” imbuh dr. Tjut Nurul.
Udara dan suhu yang lembab memicu jamur ketombe tumbuh subur. Kandungan PH yang tidak seimbang karena pola yang memicu kulit kepala bersifat asam seperti fast food, juga memicu munculnya ketombe. “Selain itu penyakit autoimun, tipe kulit yang kering, jarang keramas, stress, pengelupasan yang tidak dibersihkan akan menimbulkan ketombe. Usia yang semakin lanjut dengan konsekwensi pigmendan metabolisma yang kurang bagus juga memicu munculnya ketombe,” ujar Ismanto.
Secara umum, pengelupasan kulit kepala yang normal terjadi sebulan sekali. Namun kasus di Indonesia pemicu timbulnya ketombe yang terbanyak karena kurang seimbangnya asam basa dalam tubuh.
Picu Rambut Rontok dan Botak. Pengelupasan yang terjadi pada kulit kepala akan ikut mengangkat potasium yang ada di dalam rambut. Artinya, jika masalah ketombe diabaikan maka kerontokan rambut akan terjadi. “Rontoknya rambut ini disebabkan oleh adanya peradangan di dalam kulit kepala akibat jumlah ketombe yang terlalu banyak pada epidermis sehingga kulit kepala pun akan menjadi merah dan bahkan bias timbul rasa sakit, “ kata dr. Tjut Nurul. Jika tetap tidak dihiraukan maka bukan tidak mungkin kebotakan akan terjadi. “Dalam satu kondisi yang akut, ketombe bias menyebabkan luka pada kulit kepala,” imbuhnya.
Kebersihan kulit kepala jadi kunci untuk mencegah timbulnya ketombe. Ketahuilah terlebih dulu jenis kepala Anda supaya dengan tepat menentukan jenis shampoo yang bila digunakan. Pada kulit kepala yang cenderung berminyak, partikel debu, bakteri dan jamur lebih mudah terikat sehingga sangat potensi menyebabkan ketombe. “Bagi mereka yang kulit kepalanya berminyak disarankan lebih intens dalam melakukan pembersihan kulit kepalanya,” saran dr. Tjut Nurul.
Ismanto manilai keramas seminggu maksimal tiga kali atau optimal seminggu dua kali sebenarnya cukup untuk mereka yang mamiliki kulit kepala normal. “Tapi pada mereka yang berkulit kepala berminyak, frekuensi keramas memang harus lebih sering,” timpalnya.
Sebagai langkah pencegahan shampoo yang mengandung selenium sulfide dan zincpirition dengan pH 5-6,mampu menetralisir pergantian kulit kepala agar tidak terlalu cepat serta aktif melumpuhkan jamur dan dapat membuat kondisi kepala menjadi normal kembali. “Dengan penggunaan secara intens shampoo atau treatment yang mengandung kedua jenis zat diatas dengan pH yang normal untuk kulit kepala kita (5-6), maka jamur yang sudah dilumpuhkanlama kelamaan akan mati. Untuk kulit kepala yang kering sebaiknya menggunakan shampoo yang tidak berbusa, karena bisa bersifat basa,” ulas dr. Tjut Nurul.
Sejumlah bahan alami juga diklaim dan terbukti berkhasiat untuk mencegah si putih yang menjengkelkan ini. Secara umum bahan-bahan ini juga memberi efek positif membuat rambut jadi lebih mudah diatur. Pengaplikasian bahan-bahan alami pun cenderung mudah. Untuk tahapan-tahapannya, sebaiknya ketika rambut yang telah dibasahi dilap dengan handuk(dalam kondisi agak basah), bahan-bahan yang ingin digunakan segera dioleskan, lalu biarkan selama sehari semalam, dan kemudian dibilas dengan menggunakan shampoo yang disesuaikan dengan kulit kepala. “Khusus untuk rambut dan kulit kepala berminyak, diperbolehkan menggunakan berbagai jenis shampo, namun sebaiknya rambut dan kulit kepala yang berminyak jangan menggunakan shampoo untuk kulit kering, karena akan menyebabkan penambahan kadar minyak di kulit kepala serta membuat rambut menjadi lepek,” paparnya.
Bahan Alami.
Sebenarnya apa-apa saja bahan alami yang bisa digunakan itu dan seperti apa khasiat serta cara penggunaannya, bisa Anda simak.
1. Minyak Kelapa
Minyak kelapa yang digunakan untuk pembersihan ketombe adalah VCO (virgin coconut oil). VCO memiliki kandungan asam laurat yang tinggi yang mudah diserap oleh tubuh. Pada kulit kepala, VCO mampu memperbaiki regenerasi sel sel rambut. Umumnya, treatment dengan VCO menggunakan VCO spa rambut yang sudah berbentuk krim. Sebelum dilakukan treatment rambut dikeramas terlebih dahulu baru di creambath dengan cocona hair spa yang mengandung VCO. Kemudian dilakukan pemijatan dengan VCO. Biarkan meresap dalam kulit kepala. “Pembersihan dilakukan selama 20-30 menit, kemudian dibilas. Pemberian VCo akan memberikan efek yang lembut pada kulit, sehingga penggunaan kondisi oner tidak diperlukan lagi,” tutur Indriajani Tjiptakusuma, terapis dan Business Development Director Life Tree Spa..
Treatment pembersihan ketombe dengan menggunakan VCO tidak memberikan efek samping dan bias dilakukan dirumah karena krim untuk creambath dan hairspanya juga sudah dijual di klinik-klinik kecantikan. Asyiknya, satu kali penggunaan saja sudah menampakkan hasil. Cocona hair spa sendiri bias diperoleh dengan harga Rp. 60 ribu per 200 gr dan VCD seharga Rp 79 ribu per 30 ml.
dr. Tjut Nurul menyarankan penggunaan treatment minyak kelapa ini sebaiknya diterapkan pada mereka yang memiliki kulit kepala kering. “Penggunaan pada kulit kepala yang berminyak malah akan membuat rambut menjadi lepek dan sangat berminyak,” tuturnya.
Lebih lanjut dokter yang menjadi rujukan penelitian berbagai produk kecantikan sebelum dipasarkan ini mengatakan, jika penggunaan minyak kelapa bias juga diaplikasikan dalam bentuk cem-ceman baik untuk rambut kering atau untuk kulit kepala yang kering. “Untuk kulit kepala yang kering, maka minyak kelapa digunakan di kulit kepala. Sedangkan rambut yang kering, gunakan minyak kelapa di batang rambut. Karena ada kondisi tertentu dimana seseorang memiliki jenis rambut kering dengan kulit kepala yang berminyak. Untuk kondisi terkombinasi seperti ini maka batang rambutnya saja yang diolesi minyak kelapa, dan hal ini juga berlaku untuk sebaliknya,” ulas dr. Tjut Nurul. Treatment dengan menggunakan minyak kelapa dapat digunakan 2 atau 3 kali dalam seminggu. “Sementara untuk kulit yang tidak terlalu kering, penggunaan minyak kelapa hanyalan 1 minggu sekali,” kata dr. Tjut Nurul.
2. Cuka Apel
Cuka apel banyak memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kulit kepala, seperti kandungan Vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan serta potassium sebagai penguat akar rambut sehingga mengurangi kerontokan. Dengan kandungan seperti itu rambut indah, halus dan tebal, bias didapatkan. Untuk hasil yang baik pembersihan ketombe dengan menggunakan cuka apel sebaiknya dibarengi dengan menggali inner beauty lewat pembukaan aura.
Adapun tahapan-tahapan penggunaan cuka apel untuk rambut berketombe adalah rambut dibersihkan dengan air kemudian diberi cuka apel sambil dipijat-pijat. Diamkan selama kurang lebih 20 menit sampai cuka apel meresap ke dalam kulit kepala. Setelah itu bilas lagi dengan air bersih setelah itu menggunakan shampo yang sesuai.
“Untuk pembersihan kulit kepala, sebaiknya setiap keramas digunakan cuka apel karena baik bagi kulit kepala,” kata Ismanto. Menurutnya, meski bersifat asam, tapi asam yang dihasilkan berbeda dengan asam cuka makan. Asam yang dihasilkan sangat cocok untuk mengimbangkan pH yang ada di kepala. Selanjutnya, lakukan perawatan rambut dengan cuka apel sebaiknya dilakukan maksimal 3 kali dalam seminggu minimal dua kali smeinggu. Perawatan ini relatif tidak menimbulkan efek samping karena bersifat alami. “Bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa batasan usia,” tegas Ismanto. Di Avicenna, treatment penghilangan ketombe dengan cuka apel, menghabiskan biaya Rp 250 ribu tanpa cuka apel. Cuka apel dibeli terpisah dengan harga Rp 60 ribu untuk botol besar.
3. Shampo Merang
Merang yang berasal dari tangkai butir padi dipercaya efektif juga mengatasi ketombe. Menurut Ning Hermanto, Herbalis dari PT Mahkotadewa Indonesia padi mengandung protein, lemak, kalsium, fosfat dan Vitamin B. seperti tanaman yang lain, bila buah dan bulirnya berkhasiat, maka tangkainya juga bermanfaat. Penggunaan merang untuk mengatasi ketombe dicampur dengan pegagan. “Daun pegagansendiri adalah herbal yang sangat bagus untuk revitalisasi sel yang rusak dan bagus sebagai vitamin otak dan menghaluskan kulit, mencampurkan merang dan ekstrak daun pegagan akan membantu mengatasi keluhan di bagisn kulit kepala melalui pori-pori,” tutur Ning.
Untuk membuat ramuan shampo merang diperlukan satu genggam merang dan 25 gr daun pegagan. Adapun cara pembuatannya adalah merang dibakar lalu direndam dengan air dan hancurkan dengan cara meremas dan diamkan selama satu malam. Daun pegagan dihaluskan dan campurkan dengan air merang lalu saring. Gunakan airnya untuk keramas tanpa menggunakan shampo lagi. Shampo ini digunakan sehari sekali selama seminggu. Agar hasilnya maksimal kombinasikan penggunaannya dengan minyak herbal yang terdiri dari VCO dan ekstrak tanaman obat yang terdiri dari sambiloto, pegagan, angelica (seledri jepang) yang memiliki kandungan antibiotic tinggi. Di Mahkotadewa minyak herbal ini bias dibeli dengan harga Rp 20 ribu.
Ramuan Ketombe.
Ramuan ketombe yang terdiri dari 100ml santan kelapa yang kental, 50 ml air jeruk parut, 50 ml air nanas, 3 lembar daun pandan yang sudah dipotong dan dihaluskan dengan blender plus 7 lembar daun mangkokan bias digunakan untuk membasmi ketombe.
Semua bahan ramuan dicampur lalu diaduk hingga merata. Diamkan selama satu jam, lalu gunakan mengolesi kulit kepala yang berkemtombe lalu diamkan saja dan pijit-pijit kepala dengan jari tangan. Tutup dengan handuk hangat setelah satu jam dan diamkan. Setelah itu keramas dengan shampo herbal tergantung jenis rambutnya. Terapi ini sebaiknya dilakukan selama seminggu. “Hasil akan lebih maksimal jika penggunaannya ditambah dengan minyak herbal yang di beli di Mahkotadewa,” ujar Ning Hermanto.
Yuni Syamsiah. Fitri, Sheilla, Reni Fitrina.
Disadur dari Tabloid Info Kecantikan, Edisi 14-Th. IV(10-23 Maret 2010)
Saat ini saya sedang hamil anak kedua, tapi saya khawatir dengan tekanan darah saya. Sebab, saat hamil anak pertama tekanan darah saya mencapai 170 pada saat kehamilan di minggu ke-32. Karena kondisi tersebut, akhirnya dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi caesar. Yang ingin saya tanyakan, adakah cara untuk mencegahnya? soalnya saya takut akan mengalami hal serupa. Sekedar informasi, berat badan saya juga sangat besar dok?
Paramitha
Jawab:
Ibu, pada kehamilan pertama tampaknya ibu menderita "keracunan kehamilan" (preeklampsia berat atau PEB). Proses terjadi preeklampsia berat ini sering dimulai sejak hamil muda. Oleh karena itu untuk kehamilan kedua ini, ibu harus konsultasi lebih intensif dengan dokter yang merawat ibu dan beritahukan kepada dokter tentang adanya riwayat PEB. Sehingga dapat dilakukan antisipasi seperti pemeriksaan laboratorium, USG dan pemberian obat-obatan yang diperlukan agar PEB tidak terulang lagi. Bila perlu, ibu konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan konsultan fetomaternal.
dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG
Disadur dari majalah 9month
Terapi ini memberi harapan baru bagi pasangan yang sulit punya momongan.
Niken dan Dodi telah menikah 6 tahun. Namun, buah hati yang diharapkan tak kunjung datang. Padahal, dokter menyatakan tak ada masalah dengan kondisi dan fungsi organ reproduksi mereka.
Suatu hari, mereka disarankan untuk menjalani terapi Imunisasi Lekosit Suami (ILS). Ternyata, upaya mereka berhasil. Seperti apakah terapi ILS itu?
MELALUI LEKOSIT SUAMI
"Imunisasi Lekosit Suami atau Paternal leucocytc Immunization adalah salah satu alternatif imu-noterapi. Maksudnya pengobatan,, melalui komponen imun yang ada di dalam tubuh. Untuk ILS, yang digunakan adalah sel tubuh, yakni lekosit atau sel darah putih, se-hingga ILS ini disebut juga terapi selular," ujar dr. H. Indra G. Mansur. DHES, Sp.And, dari Klinik Fertilitas & Menoandropause SamMarie Family Healthcare, Jakarta.
la melanjutkan. "Dalam kasus infertilitas, terapi ILS bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami-istri yang ingin mempunyai anak. Terapi ini dapat digunakan untuk menetralisir antibodi pada istri. Mengapa demikian? Karena, si istri diketahui memiliki antibodi antispermatozoa, atau antibodi terhadap paparan sperma, yang terlalu tinggi dalam cairan rahimnya, sehingga menolak sperma. Menolak di sini berarti sperma tidak bisa membuahi. Ini memang kasus abnor¬mal. Namun, antibodi antispermatozoa itu tidak akan terpicu jika si wanita belum pernah ada paparan dari sperma."
Nah, terapi ILS adalah salah satu jalan kelu¬ar agar tubuh istri tidak menolak sperma suami. "Ya, pada terapi ini, sel darah putih suami itulah yang digunakan untuk 'membujuk' tubuh Istri, agar mengenali dan menerima sperma," sambung dr. Indra, yang mengambil spesialis imunologi di Universitas Paris 7, Paris, Prancis tahun 1989-1995 ini.
BERTAHAP
Jika pasangan suami istri yang infertil ingin menjalani terapi ILS, mereka harus menjalani serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu. Pertama, dilakukan pemeriksaan dengan meng¬ambil darah istri. Tujuannya, untuk melihat anti¬bodi di serum darahnya. Kemudian, serum darah itu direaksikan dengan sperma suaminya untuk mengetahui apakah isiri memiliki antibodi anti spermatozoa atau tidak.
Kedua, dokter akan melihat kualitas sperma suami, yaitu bagus atau tidak. Misalnya, bentuk¬nya menggumpal atau tidak. Ketiga, kondisi suami harus sehat atau tidak sedang dalam kea¬daan sakit.
Nah, setelah semuanya oke, sel darah suami dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan antara sel darah merah dan sel darah putihnya. Kemudian, sel darah putih itu disuntikkan (di bawah kulit bukan di pembuluh darah) kepada istri. Pemberian 115 ini minimal diberikan 3 kali dengan jarak 3-4 minggu. Evaluasi dilakukan 2 minggu setelah ILS ketiga.
BEDA DENGAN ALERGI SPERMA
Jadi kesimpulannya, terapi ILS ini berfungsi menekan antibodi antispermatozoa istri agar tidak terlalu tinggi - ke kadar normal - melalui pemberian lekosit suami. Dengan demikian, diha¬rapkan tubuh istri bisa menerima sperma suami.
Lekosit suami itu bisa menurunkan kadar antibodi antispermatozoa istri sampai 95%. Hal ini lebih spesifik, karena terapi ILS hanya menu¬runkan antibodi terhadap sperma si suami, bukan menurunkan sistem imun tubuh secara keselu¬ruhan. Seperti yang dituturkan dr. Indra, Kasus ini beda dengan alergi sperma. Kalau alergi sperma itu tidak spesifik. Artinya, bagian tubuh mana pun dari wanita yang terkena sperma akan timbul reaksi alergi.
Lalu, berapa banyak kasus wanila yang menderita antibodi antispermatozoa? "Pasangan infertil, atau pasangan usia subur yang tidak punya anak. di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 15%. Dari jumlah tersebut, 25%-nya ada¬lah masalah imunologis termasuk kasus antibodi sperma ini," ujar dr. Indra.
ANTIBODI ANTISPERMATOZOA, APAKAH ITU?
Pada dasarnya, setiap manusia pasti punya antibodi untuk menangkal benda asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh, dan itu tergantung dari potensi yang ada pada tubuhnya. Jadi, jika tubuh seseorang cukup sehat (gizinya cukup), berarti orang tersebut mempunyai faktor yang siap meno¬lak setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya.
Dalam kasus penolakan sperma ini, antibodi si istri terhadap sperma terlalu tinggi. Akibatnya, sperma akan bersifat sebagai benda asing di dalam organ kandungan, sehingga tubuh si istri akan menolaknya.
Dr. Indra menganalogikan kondisi ini seperti seorang lelaki asing yang datang ke rumah seorang wanita. Reaksi si wanita pertama pasti ada penolakan. Minimal, si wanita itu akan bertanya-tanya, siapa yang datang itu? Jika reaksi penolakan si wanita kuat, bisa-bisa tamu asing itu diusir. Nah, begitulah sperma yang masuk dalam kandungan istri yang mengalami antibodi anti spermatozoa.
LANJUT TERUS SETELAH HAMIL
Bila Anda melakukan terapi ILS, maka dianjurkan terapi ini dilanjutkan meskipun telah hamil. Karena, ada kemungkinan timbul penolakan terhadap janin yang bisa menyebabkan keguguran. Kok bisa? Pada tubuh wanita yang bersangkutan, sperma maupun janin akan dianggap sebagai benda asing yang kehadirannya bisa ditolak.
Perlu Anda tahu, pada keadaan normal, begitu seorang wanita hamil, tubuhnya otomatis akan membentuk antibodi penghambat untuk melindungi janin, terutama pada 12 minggu pertama (trimester pertama). Namun, pada kondisi tertentu, pembentukan antibodi penghambat bisa sangat rendah, sehingga tubuh menolak kehadiran janin yang akibatnya terjadi keguguran (bisa) berulang, kasus blighted ovum (kehamilan kosong), atau hambatan perkembangan janin.
(Disadur dari majalah Ayahbunda)

Alergi Dingin dan Debu saat hamil
Dok, saya alergi dingin dan debu. Saat ini saya sedang hamil 4 bulan. Hampir setiap pagi saya bersin-bersin, dan pilek di siang hari. Apakah ini berbahaya bagi janin yang saya kandung. Adakah yang bisa saya lakukan? Bolehkah saya minum obat pilek? Fitri – Bekasi
Jawab:
Tidak berbahaya bagi janin. Dari cerita ibu yang alergi dari cuaca atau udara, maka sebaiknya kalau malam tidur pakai selimut atau baju hangat dan matikan AC apabila ibu pakai AC. Jika ibu alergi debu, hindari benda-benda yang bisa menimbulkan debu. Obat pilek tidak perlu tetapi minumlah vitamin C.
Kapan bisa hamil lagi?
Dokter yang baik, seminggu yang lalu saya habis dikuret, karena kandungan saya yang baru berusia dua bulan mengalami flek. Dokter kandungan saya memutuskan untuk menguretnya. Saya ingin sekali segera menimang buah hati. Apakah setelah kuret ini saya bisa segera hamil lagi? Atau harus menunggu berapa lama? Mengapa? Nida - Jakarta
Jawab:
Kenapa pada waktu itu harus dikuret dan kondisi janin bagaimana sampai harus dikuret? Jadi sebaiknya dicari penyebabnya dahulu kenapa pada waktu itu ibu harus dikuret sebelum ibu hamil lagi.
Kontrasepsi aman
Dok, saya baru saja menikah. Namun ingin menunda momongan. Mungkin dua tahun ke depan. Amankah bagi kandungan saya jika saya ber-KB dahulu? Kontrasepsi apa yang cocok buat saya? Terimakasih. Mira - Jakarta
Jawab:
Seseorang yang sudah menikah sebaiknya segera hamil, tetapi bila ingin menunda kehamilan, tunda dengan cara aman, misal: pantang berkala, senggama putus, KB kondom dan pil dengan kandungan hormone rendah. Jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Disadur dari Majalah 9month bulan Februari 2008
SamMarie Family Healthcare Pusat Jl. Wijaya I No. 45, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170 | Tlp. (021)721-1305 | Fax. (021)720-5396
SamMarie Family Healthcare Basra Jl. Basuki Rahmat Pondok Bambu No.31 Jakarta Timur 13430 | Tlp. (021)866-13145/866-13146 Fax (021)866-13147
www.sammarie.com created by SamMarie IT Dept. | Copyright © 2010 sammarie.com | All Rights Reserved.