Ketidakseimbangan akan berpengaruh buruk pada ibu dan janin
Hormon adalah substansi atau zat yang dihasilkan berbagai kelenjar dalam tubuh dan beredar dalam darah. Diibaratkan, hormon itu sebagai penghantar perintah yang akan menuju ke organ sasaran tertentu agar organ tersebut berfungsi. Nah, pada kehamilan, tentu yang jadi organ sasarannya adalah organ-organ reproduksi.
Pada awal proses kehamilan, hormon estrogen (hormon kelamin kewanitaan yang mengatur perkembangan dan menjaga ciri-ciri kewanitaan) serta hormon progesteron akan mengatur proses persiapan kehamilan pada rahim ibu. Estrogen yang dihasilkan oleh indung telur ibu akan memancing sel sperma dari pasangannya untuk masuk ke rahim. Ketika sel telur dan sel sperma bertemu di dekat ujung saluran telur, terjadilah pembuahan. Setelah pembuahan, estrogen bertugas langsung merangsang perkembangan rahim. Semakin lama dinding rahim akan menebal. Selanjutnya, hasil konsepsi tersebut menempel pada dinding rahim.
Dari hasil konsepsi tersebut, korion (lapisan paling luar yang menyelubungi janin) akan mengeluarkan hormon kehamilan yaitu human Chorionic Gonado- tropin (hCG). Kadar hormon hCG inilah yang dapat terdeteksi (tertasah) pada awal-awal kehamilan, apakah seorang ibu tersebut hamil atau tidak. Jika kadar hCG-nya tinggi, berarti lbu tersebut hamil. Hormon ini akan meningkat sepanjang awal kehamilan, namun setelah 2-3 bulan kemudian akan statis dan menghilang begitu melahirkan. Hormon hCG akan mempertahankan korpus luteum (massa sel besar yang berkembang dari sisa kantung telur yang sudah pecah di indung telur). Korpus luteum ini mengeluarkan progesteron yang akan mempertahankan kehamilan. Ibaratnya, progesteron ini adalah pupuknya. Bila pupuknya kurang di awal kehamilan, maka tumbuhannya kurang subur, bahkan mati. Begitu juga kehamilan, bisa terjadi keguguran.
Selain adanya hormon kehamilan, peningkatan hormon progesteron di awal kehamilan akan membuat kerja usus melambat sehingga ibu mudah kembung, dinding lambung mengendur dan asam lambung meningkat. Pengaruh inilah yang membuat ibu hamil sering mengalami mual-muntah pada awal kehamilan. Ditambah lagi dengan darah yang agak mengental membuat transportasi darah atau oksigen ke otak berkurang sehingga ibu mudah pusing. Hormon progesteron dari korpus luteum akan terus diproduksi sampai usia kehamilan sekitar 14 minggu. Setelah usia itu, plasenta mulai terbentuk dan sejak itu tugas produksi hormon pun diambil alih plasenta. Plasenta menghasilkan beberapa hormon seperti estrogen, progesteron, testosteron, termasuk hCG, sampai akhir kehamilan.
Go top > Back
(Liputan Tabloid Mingguan nakita, No. 414/TH. VIII/10 Maret 2007),
Narasumber: Prof. Dr. dr. T.Z. Jacoeb, SpOG (K)
Terjadinya abortus atau keguguran pada kehamilan, merupakan seleksi alam terhadap embrio yang kualitasnya kurang baik. Alam akan memilih yang terbaik atau yang kualitasnya unggul. Namun kenyataannya, tak satupun pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati, bisa menerima kejadian abortus ini. Terlebih bila abortus itu terjadi lebih dari 2-3 secara berturut-turut. Hal ini disebut Abortus Berulang (AB) ataupun Abortus Habitualis (AH).
Persiapan “Lahan” sehat untuk janinAbortus Spontan Berulang (ASB) bisa menimfj 0,5%-2% dari jumlah populasi wanita hamil. Namun abortus mungkin lebih sering terjadi bila seseorang pernah mengalami abortus sebelumnya. Sebaliknya, kemungkinan ini berkurang jika sebelumnya telah terjadi kehamilan normal. Jadi, risiko abortus berhubungan dengan riwayat kehamilan lampau ASB merupakan masalah multifaktor. Faktor-faktor penyebab ASB yaitu: kelainan kromosom atau genetik (15%), infeksi pada rahim (1%-4%) yang disebabkan bakteri vagina, klamidia, TORSH, dan lainnya, kekurangan hormon progesteron, diabetes melitus dan penyakit kelenjar gondok (15%), kelainan pada organ rahim seperti miom, polip dan lainnya (11%), sindrom antifosfolipid yang ditimbulkan oleh penyakit imunologi (5%), toksin lingkungan, pemakaian kokain dan obat-obatan, serta penyebab yang tidak diketahui atau idiopatik (50%).
Penyebab abortus pada seorang wanita perlu dikenali sehingga bisa didapat cara penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya abortus berulang.
Siapa sajakah yang perlu melakukan pemeriksakan TORSH?
Infeksi TORSH
Infeksi TORSH (toksoplasma, rubela, sitomegalus, herpes simpleks) sungguh tak dapat diremehkan karena dapat menjadi ancaman bagi kehamilan. Infeksi ini dapat menyerang secara primer pada saat kehamilan terutama di trimester pertama, dapat pula bersifat laten.
Kelainan yang timbul akibat infeksi TORSH ini sangat beragam, baik berupa keguguran (abortus spontan) maupun bayi lahir dengan berbagai kelainan. Misalnya radang mata atau kelainan pada mata bayi, tuli, kerusakan jantung, gangguan pertumbuhan, gangguan syaraf pusat, radang otak, keterbelakangan mental, dan sebagainya.
I. Infeksi toksoplasma
Infeksi ini pada trimester pertama dapat mengenai 17% janin dengan risiko abortus, cacat bawaan, retardasi mental, dan sebagainya. Sedangkan serangan pada trimester selanjutnya bisa menyebabkan hidrosefalus, retinitis, dan lainnya. Infeksi toksoplasma (toxoplasma gondii) merupakan infeksi yang dapat berdiri sendiri maupun 'bergandengan' dengan infeksi lainnya. Pada manusia, infeksi toksoplasma bisa berasal dari 3 hal, yaitu:
Toksoplasma sendiri adalah parasit dari hewan. Bisa dikatakan bahwa kucing merupakan induk semang sejati bagi parasit tokso ini. Siklus hidup seksual parasit ini berlangsung dalam usus kucing, dan berujung dengan terbentuknya ookista - bulatan kista besar berisi dua kista kecil yang jika pecah akan mengeluarkan parasit aktif. Ookista yang jumlahnya bisa mencapai 10 juta sehari ini bisa tertelan melalui mulut, dan akan pecah sehingga sporozoit (spora yang terbentuk setelah pembuahan) yang terbebas itu bisa menembus mukosa usus dan menyebar melalui darah dan limfa. Pada individu dewasa yang sehat dan normal, gejala penyakit akibat toksoplasma ini tak terlihat.
Serangan infeksi toksoplasma pada orang dewasa yang sehat dan normal, biasanya hampir tanpa gejala. Kalaupun ada hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian belakang dan demam.
Bila toksoplasma menyerang ibu hamil yang umumnya mengalami penurunan daya tahan tubuh ini bisa menyebabkan darah putih menurun dan terjadi sindrom antifosfolipid atau darah mengental. "Sindrom antifosfolipid ini menyebabkan aliran darah ke rahim tersumbat sehingga bisa terjadi plasenta berkapur. Akibatnya si ibu bisa mengalami pre-eklampsia," terang dr. Jacoeb.
Sedangkan serangan toksoplasma pada janin di trimester I kehamilan dapat mengakibatkan abortus, cacat bawaan, gangguan susunan syaraf dan retardasi mental. Serangan virusdi semester berikutnya antara lain bisa mengakibatkan hidrosefalus, retinitis dan lainnya.
Bila virus ini menyerang otak janin, dr. Jacoeb menambahkan, "Ini bisa mengakibatkan akrania atau bayi lahir tanpa tengkorak, bayi lahir dengan otak berkapur dan mengeras atau kalsifikasi, bisa pula menyebabkan bayi lahir idiot. Bayi yang lahir dengan keadaan kalsifikasi umumnya mengalami gejala kejang-kejang."
II. Rubella
Ini merupakan infeksi yang disebabkan virus. Rubela sering disebut campak, yaitu penyakit akibat serangan virus yang menimbulkan bintik-bintik merah di kulit disertai demam atau suhu tubuh meninggi.
Rubella yang menyerang janin pada ibu hamil, seringkali menjadikan sistem syaraf yang lain (bukan otak) bayi sebagai sasaran. Akibatnya bayi dapat lahir dengan kelainan seperti sumbing, katarak mata atau mata putih, sekat jantung bayi tidak menutup (istilah umumnya bocor jantung), ataupun bayi terlahir tuli (indera pendengaran rusak/terganggu).
Rubella menyerang 8,3% kehamilan. Kelainan yang dialami janin akibat virus rubella ini dapat dideteksi melalui ultrasonografi (USG 3 dimensi).
III. Virus Sitomegalus (CMV)
Virus ini merupakan anggota 'keluarga' virus herpes. Dalam hal ini, CMV adalah virus herpes Tipe 5. Ada satu sifat CMV yang mirip virus toksoplasma, yaitu sifatnya yang laten atau menetap. Maksudnya virus ini bisa 'bersembunyi' hingga muncul di saat tertentu terutama saat daya tubuh menurun seperti saat hamil. Tempat persembunyiannya antara lain pada uretra, serviks, dan lainnya. Virus ini bisa pula 'menyusup' pada sel plasenta, selaput rahim, dan air ketuban. Namun serangan virus CMV makin berbahaya saat serangan infeksi baru terjadi saat kehamilan, terutama trimester I. Keadaan ini. disebut CMV primer.
Infeksi CMV pada kehamilan seringkali tanpa gejala (asimtomatik). Serangan CMV pada kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (sindrom BB lahir-rendah), hidrosefalus, pengapuran intrakranial, khorioretinitis, retardasi mental, hepatosplenomegali, dan sebagainya.
IV. Virus Herpes Simplex (VHS)
Virus yang satu ini mungkin namanya tak terlalu asing bagi kita. Kendati orang sering menggolongkan penyakit akibat VHS ini sebagai penyakit 'kotor' alias penyakit menular seksual, kenyataannya penularannya tidak selalu dengan cara demikian. Karena VHS bisa berada di mana saja dan menyerang manusia yang daya tahan tubuhnya sedang menurun / buruk.
Sayangnya, VHS memang tidak bisa dimatikan. Sekali ia masuk ke dalam tubuh maka ia tidak akan hilang. Sebab, setelah masuk ke tubuh manusia VHS ini melekat pada sel sehat untuk memproduksi kembaran dari virus ini. Jadi hasil kembaran VHS inilah yang dapat menginfeksi sel-sel sehat di sekitarnya.
Disadur dari Health Today, November 2006
Umumnya sakit kepala dianggap remeh oleh sebagian besar. Namun jangan salah, ada juga sakit kepala yang berbahaya atau disebabkan oleh beberapa faktor pemicu. Apa jenis sakit kepala yang sering Anda derita dan apa saja penyebabnya ?

Kebiasaan ngemil memang sulit dihilangkan dari kehidupan Sinta (33 tahun). Parahnya lagi, jika sudah tak sempat memilah atau stok camilannya sedang kosong, apapun bisa ia sambar. Siang itu berhubung tak ada camilan, snack ringan berbentuk bola-bola kecil yang kadang dikonsumsi anak-anak jadi sasarannya. Saat mengkonsumsinya sih asyik-asyik saja. Tapi tak berapa lama kemudian, kepalanya mulai berdenyut disertai rasa mual pada perutnya. "Wah kenapa yaaa...," tuturnya.
Kepala berdenyut alias pusing, sudah menjadi kebiasaan sehari-hari banyak orang. Bahkan mereka pun menganggapnya enteng saja. Cukup beli obat di warung maka selesailah. Padahal tak sesederhana itu lho.... Sakit kepala banyak jenisnya. Ada yang mudah penanganannya dan ada juga yang perlu diwaspadai. Penasaran, apa yang ada di balik sakit kepala...?
Secara umum sakit kepala terbagi dua yaitu sakit kepala primer yang tidak diketahui penyebabnya dan sakit kepala sekunder yang jelas-jelas diketahui penyebabnya. "Beberapa sakit kepala yang sering kita hadapi bisa jadi masuk kategori sakit kepala primer ataupun sekunder.," ujar dr. Imelda Rosalyn Sianipar dari RS SamMarie, Jakarta Selatan. Sebenarnya tulang tengkorak dan otak dimana sakit kepala berada tidaklah memiliki sensor nyeri. Yang ada di situ adalah pembuluh darah dan otot. Sensor pada pembuluh darah dan otot inilah yang membuat kita kemudian merasakan rasa nyeri. "Pada sensor tersebut terjadi inflamasi," tegas dr. Imelda.
Rasa tidak nyaman akibat sakit kepala ini kadang-kadang membuat orang menjadi tidak berdaya. Sebagai langkah awal, orang awam akan meminum obat penghilang anti nyeri yang ringan (analgesik) atau berbaring sejenak diruangan yang tenang. "Namun itu tidak akan menyembuhkan, hanya menghilangkan rasa sakit saja," tutur dr. Imelda. Namun adakalanya inipun tak akan menolong jika sakit kepala Anda memang dipicu oleh suatu hal.
Sakit kepala Primer. Jika selama ini Anda sering mendengar istilah migren, sakit kepala karena ketegangan otot atau sakit kepala campuran dari keduanya, maka itu masuk dalam kategori sakit kepala primer.
Pada migren, umumnya sakit kepala akan terjadi secara berulang. Misalnya Anda mengalami sakit kepala yang berulang dalam 1-2 bulan terakhir. Tak sekedar sakit kepala tapi juga disertai rasa mual saat serangan terjadi. Aura yang terjadi bisa berupa berkurangnya penciuman, kaburnya pandangan, dan lain-lain. Migren bisa terjadi karena adanya aliran darah yang berlebih di daerah kepala sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah dan
mengakibatkan rasa nyeri. Umumnya migren tidak berhubungan dengan penyakit lain. Adanya zat pemicu dapat menimbulkan terjadinya migren. Faktor keturunan juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Pada mereka yang sering terkena migren biasanya memiliki salah satu keluarga dekat yang juga mengalami gangguan sama. "Untuk meredakan migren harus dikonsultasikan dengan dokter, karena pengobatan migren bisa berpengaruh kepada hipertensi, jantung dan lain-lain," ungkap dr. Imelda.
Sakit kepala yang terjadi akibat adanya ketegangan otot bisa terjadi karena adanya penyempitan pada otot-otot bagian kepala dan leher yang menyebabkan rasa berat di leher bagian belakang. Penderita merasa kepalanya berat. Stres dan kegelisahan sangat erat sebagai penyebab timbulnya sakit kepala jenis ini. Untuk menghilangkannya dapat dilakukan dengan jalan mengompres bagian otot yang tegang dengan air dingin maupun dengan air hangat. "Pemijatan ringan juga bisa memberikan efek baik bagi mereka yang terserang sakit kepala tipe ini," ujar dr. Imelda. Sakit kepala jenis ini paling hanya berlangsung sekitar setengah sampai satu jam saja. Namun pada beberapa kasus sakit kepala lewat ketegangan otot ini bisa berlangsung berhari-hari.
Sementara sakit kepala campuran dari kedua sakit kepala di atas umumnya akan terasa lebih nyeri. Rasa sakit ini akan bertumpu pada salah satu mata. Biasanya sakit kepala ini terjadi beberapa jam saja setelah penderita terlelap tidur. Gejalanya bisa berupa keluarnya air mata dari kelopak mata atau ingus dari hidung. "Meski sakit kepala ini sangat nyeri, namun hal itu cukup jarang terjadi," tukas dr. Imelda.
Sakit Kepala Sekunder. Sakit kepala sekunder biasanya terjadi memang karena ada penyebabnya. Penyebabnya tentu bermacam-macam, misalnya: cedera yang terjadi di kepala, adanya infeksi di kepala, tumor, kelainan metabolisme ataupun infeksi akibat adanya suatu luka. "Sakit kepala karena suatu sebab sudah pasti harus diwaspadai karena bisa saja mengakibatkan nyeri yang hebat atau terjadi berulang-ulang, oleh karenanya tidak bisa dibiarkan begitu saja," tukas dr. Imelda. Jika penyebabnya sudah dihilangkan maka otomatis sakit kepala yang menyertainya akan lenyap.
Dari semua jenis sakit kepala ini jangan kemudian dianggap enteng. Jika Anda sudah minum obat pereda sakit namun tetap tidak berkurang; jika sakit kepalanya disertai demam, kaku pada otot leher, dan timbulnya aura bahkan sakit kepala itu terjadi berulang-ulang dan semakin berat, segeralah Anda pergi ke dokter!
Obat Alami yang Bisa Atasi Sakit Kepala Ringan
Gunakan kapsul sambiloto dan kapsul ciplukan dengan dosis
3 x 1 kapsul setiap harinya. Jika Anda penderita maag, maka sebaiknya obat ini dikomsumsi 2 jam setelah makan. Terapi ini sebaiknya dilakukan selama 15 hari.
Untuk mencegah agar tidak kambuh kembali, Anda bisa mengkonsumsi wedang jahe dengan resep sebagai berikut:
Wedang jahe ini dikomsumsi 2 kali sehari pada pagi dan malam menjelang tidur
(sumber: Klinik Ixora Herbal)
Pencegahan Sakit Kepala
Mereka yang bergaya hidup sehat relative lebih jarang terserang sakit kepala dibandingkan yang berpola hidup salah. Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mencegah serangan sakit kepala.
Disadur dari Tabloid Info Kecantikan edisi 17/TH I/30 April - 3 Mei 2007
Gigi sehat adalah gigi yang bersih tanpa lubang. Maka rawatlah gigi secara baik dan teratur, kalau ada gigi yang berlubang, segera periksa ke dokter gigi.
Tips Merawat Gigi
Jika sebelumnya Anda sudah punya anak laki-laki (atau mungkin saat ini Anda sudah punya dua atau tiga anak laki-laki), tentu terbesit untuk punya anak perempuan. Demikian juga sebaliknya. Dan meskipun persamaan hak serta kesetraan gender semakin kuat terasa di era modern ini, tidak bias dipungkiri bahwa masih ada budaya yang menghargai hanya salah satu jenis kelamin. Atau alasannya lebih sederhana: keluarga akan terasa lebih lengkap dengan kehadiran anak lelaki dan perempuan.
Mungkin Anda pernah mendengar orang tua Anda atau sesama ibu yang menyarankan agar Anda banyak makan pisang untuk mendapatkan anak laki-laki. Sementara jika ingin anak perempuan, sebaiknya Anda mengkonsumsi jeruk, “Anggapan-anggapan seperti itu banyak beredar. Meskipun masuk akal tapi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa metode-metode tersebut akurat, “ kata dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG dari SamMarie Family Healthcare, Jakarta. Keberhasilannya mungkin saja suatu kebetulan.namun di antara cara-cara alami yang sering Anda dengar, ada beberapa yang boleh Anda coba karena tidak membawa resiko. Silakan konsumsi pisang saat Anda berusaha mendapatkan anak laki-laki. Lagipula seandainya Anda gagal, pisang baik untuk kesehatan.
Metode opemilihan jenis kelamin yang punya bukti keberhasilan secara tertulis adalah metode medis. Bayi tabung adalah teknik PGD atau metode inseminasi punya catatan keberhasilan yang dapat dipercaya. Berikut penjelasan seputar teknik seleksi jenis kelamin bayi secara medis dan alami. Mungkin tulisan ini menginspirasi Anda untuk kembali berusaha mendapatkan momongan atau berguna bagi sahabat Anda yang sedang mencoba hamil. Ada perkataan klise yang mungkin sudah terlalu sering Anda dengar : Manusia boleh berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Silakan berusaha mendapatkan anak sesuai jenis kelamin yang Anda inginkan tapi sebaiknya Anda senantiasa pasrah bahwa Tuhanlah yang menentukan. Selamat mencoba.
Teknologi Medis
Secara teknis Anda bisa memilih jenis kelamin bayi. Semua berkat kemajuan teknologi kedokteran, khususnya di bidang penanganan infertilitas, yang membuat dokter bias mengidentifikasi dan memilih embrio dari jenis kelamin tertentu. Namun, pemilihan jenis kelamin melalui cara-cara medis tidak diizinkan di Indonesia dan di banyak Negara lain karena alasan etika. Bahkan di AS, pemilihan jenis kelamin umumnya tidak diperbolehkan jika pasangan suami-istri baru mencoba punya anak pertama. Dan biasanya pasangan suami-istri dating ke klinik fertilitas karena sudah bertahun-tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Bagi pasangan suami-istri tersebut, Janis kelamin anak bukanlah masalah. Namun tidak ada salahnya Anda mengetahui metode seleksi jenis kelamin yang bias dilakukan secara medis.
PREIMPLANTASI GENETIC DIAGNOSIS (PGD)
Kemungkinan berhasil : 100%
PGD merupakan tes kelainan genetik yang dilakukan dalam bentuk teknik pembuahan in vitro (biasa disebut bayi tabung). PGD, secara teori, juga bias dilakukan untuk menentukan jenis kelamin calon bayi. Ketika PGD diperkenalkan pada tahun 1989, teknik itu digunakan semata-mata untuk emmbantu pasangan suami-istri dengan kelainan genetic pada embrio yang akan ditanamkan, “Kini, PGD masih digunakan untuk alasan yang sama meskipun teknik tersebut bisa ditujukan untuk seleksi jenis kelamin. Namun pemilihan jenis kelamin menggunakan metode PGD hanya dilakukan di Negara tertentu saja, sedangkan di banyak negara tidak dilakukan karena masalah etika dan kepercayaan,” kata dr. Bonti, sapaan akrab dr. Rino Bonti.
Pada proses bayi tabung, sel telur dibuahi oleh sperma di luar rahim. Sel telur tunggal atau beberapa sel telur lantas dipisahkan satu sama lain hingga menghasilkan embrio dan dites jenis kelaminnya. Pada proses bayi tabung biasa, pihak laboratorium menentukan embrio di bawah mikroskop. Namun dengan teknik PGD, sejumlah tes dilakukan untuk melihat kemungkinan kelainan genetic dan untuk mengetahui jenis kelamin.
INSEMINASI
Kemungkinan berhasil : bagi perempuan 91 persen, bayi laki-laki 76 persen
Inseminasi intra uteri(intrauterine insemination) adalah tindakan dokter untuk memindahkan sperma ke dalam rahim. “Sebelum disuntikkan kedalam rahim, sperma sudah diproses atau dipilih yang berkualitas baik terlebih dulu di laboratorium andrologi,” kata dr. Dicky Moch. Rizal, MKes, SpAnd, staf pengajar FK Universitas Gajah mada Bagian Ilmu Faal sekaligus Kepala Laboratorium Klinik Andrologi-Klinik Infertilitas Permata Hati RS DR. Sardjito, Yogyakarta. Pemrosesan sperma kira-kira berlangsung selama 1-2 jam, sementara proses pemindahan atau inseminasinya memakan waktu sekitar 10-15 menit dengan menggunakan kateter atau selang kecil. Dalam dua minggu, keberadaan janin sudah bias dicek dengan tes kehamilan. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. Proses inseminasi dilakukan tanpa rasa sakit.
Sperma mempunyai dua gen yaitu androsperma (gen Y) dan gynosperma (gen X). metode preparasi sperma “renang atas” (swim-up) dalam teknik inseminasi dapat menghasilkan sperma Y lebih banyak sementara metode gradient memberi kemungkinan pemilihan jenis kelamin tertentu menjadi lebih besar.
CARA ALAMI
Teknologi medis memang sudah memungkinkan pemilihan jenis kelamin bayi. Namun tidak semua metode canggih bias Anda tempuh. Selain karena pertimbangan etika, harga memanfaatkan teknologi terkini itu relative mahal. Untuk bayi tabung, misalnya, Anda perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 40 juta untuk satu kali pross. Ada cara mudah, murah, dan menyenangkan yang bias Anda coba di rumah. Teknik berikut dipercaya bias membantu jenis kelamin bayi yang kelak Anda kandung. Meskipun kebenarannya belum dapat dibuktikan secara ilniah, tidak ada salahnya mencoba.
JENIS MAKANAN
Menurut kepercayaan, makann yang dikonsumsi sebelum konsepsi atau masa pembuahan dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi Anda.
JIKA ANDA INGIN BAYI LAKI-LAKI makanlah daging merah, makanan yang banyak mengandung kalium seperti pisang, dan makanan yang kaya garam. Mengkonsumsi jenis makanan tersebut dipercaya membantu kondisi vagina menjadi basa kondisi yang disukai sperma Y.
JIKA ANDA INGIN BAYI PEREMPUAN konsumsi makanan yang asam seperti jeruk, makanan kaya lemak dan tinggi kalsium susu dan dairy product. Sperma X yang tahan asam dapat hidup lebih lama dan secara otomatis menyeleksi sperma Y yang secara otomatis menyeleksi sperma Y yang tidak dapat bertahan dalam kondisi asam.
SERBA-SERBI BERCINTA
JIKA ANDA INGIN BAYI LAKI-LAKI dianjurkan untuk berhubungan seks sedekatmungkin dengan masa ovulasi. Logikanya, sperma Y mampu berenang lebih cepat dari sperma X sehingga diharapkan sperma Y dapat mencapai sel telur lebih dulu tepat di saat ovulasi. Anda bisa mengetahui masa ovulasi berdasarkan siklus haid atau menggunakan alat khusus (bentuknya mirip dengan alat tes kahamilan) yang dijual bebas. Selain itu, ada anjuran lain yaitu :
JIKA ANDA INGIN BAYI PEREMPUAN dianjurkan berhubugan seks seblum masa ovulasi karena sperma X dapat bertahan hidup lebih lama dibandingkan sperma Y. ketika ovulasi tiba, diharapkan tinggal sperma X yang masih hidup dan berenang hingga mencapai sel telur, lalu lahirlah bayi cantik 9 bulan kemudian. Juga disarankan agar :
SELEKSI ALAM
Alam ternyata sudah mengatur keseimbangan jenis kelamin. Jika Anda kerap mendengar bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah laki-laki, cob abaca statistic berikut. Badan Koordinat Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2007 menyebutkan bahwa jumlah laki-laki 50,2 persen dan jumlah perempuan 49,8 persen. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2005 melansir data rasio jumlah penduduk laki-laki dan perempuan 109 juta:108 juta. Jadi ada baiknya Anda bersyukur dengan kehadiran buah hati laki-laki maupun perempuan karena Alam sudah memberi yang terbaik bagi keseimbangan hidup.
Kalender Bulan
Mungkin Anda pernah mendengar soal kalender China kuno yang dapat mempredikdikan jenis kelamin bayi. Kalender China yang dihitung berdasarkan peredaran bulan tersebut banyak tanggapan dari para orang tua. Bahkan sebuah situs mengklaim akurasi kalender bulan mencapai 93 persen! Banyak orang tua yang sudah membuktikan kebenaran kalender yang konon terkubur di sebuah pemakaman dekat Beijing selama 700 tahun itu. Jika Anda penasaran, silakan simak kalender China kuno yang cukup menghebohkan berikut ini.
Anda dapat memilih bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada kalender bulan. Kolom horizontal menunjukkan usia istri sementara kolom vertical menunjukkan bulan konsepsi. Dengan melihat table di atas. Anda dapat memilih waktu untuk berhubungan intim demi menentukan Janis kelamin bayi yang diinginkan. Misalnya jika saat ini Anda berusia 26 tahun, maka ketika pembuahan terjadi pada bulan Juli, Anda akan mendapatkan anak perempuan.
Namun metode kalender bulan tersebut dibantah oleh para praktisi medis. Dr. Eduardo Villamor dari Departement of Environmental Health Sciences di University of Michigan School of Public Health dan para koleganya dari Swedia dan Boston menyimpulkan bahwa kebenaran metode itu hanyalah sebuah kebetulan. Dr. Villamor mendata 2,8 juta kelahiran bayi di Swedia antara 1973-2006 dan menyandingkan data tersebut dengan kalender bulan. “Kami menyimpulkan bahwa metode kalender China kuno tidak bias dijadikan landasan pemilihan jenis kelamin bayi,” tulis dr. Villamor dalam kesimpulan riset yang dipublikasikan di jurnal Paediatric and Perinatal Epidermiology edisi Mei 2010.
Disadur dari majalah Parents Juli 2010.
Aldi tercenung membaca lembaran hasil pemeriksaan laboratorium yang dipegangnya. Di situ tertera kadar spermatozoa nol. Kesimpulannya, Aldi manduI. "Tidak mungkin, tidak mungkin," ucap pria berusia 38 tahun ini sambil menggeleng-gelengkan kepala. la merasa tidak punya masalah seksual. hubungan intim dengan istri hampir selalu berjalan mulus. Malah bila bicara soal urusan seksual, Aldi bisa berbangga karena ia memang jagoan di atas ranjang. " Jadi, bagaimana mungkin aku mandul?" aldi masih tak percaya.
Menurut dr. Indra G. Mansur, DHES, Sp.And, pakar andologi dan Imunoreproduksi dari Klinik Fertilitas dan Menoandropause Sam Marie, tidak sedikit pria seperti Aldi, yang mengira keperkasaan identik dengan kesuburan. Padahal sekalipun berkaitan, keduanya merupakan hal yang sangat berbeda. Yang satu terkait fungsi seksual dan yang lain berhubungan dengan fungsi reproduksi. Ringkasnya lelaki yang bisa melakukan hubungan seksual, tidak otomatis bisa pula membuahi pasangannya.
Ada syarat wajib yang mesti dipenuhi agar bisa menghamili sang istri. Selain mampu melakukan hubungan seksual secara normal, suami harus pula mampu mengeluarkan bibit yang berpotensi membuahi sel telur. Bibit ini dinamakan spermatozoa atau sering disebut dengan istilah ‘sperma’ saja. Kualitas dan kuantitas sperma inilah yang menjadi penentu utama seorang dikatakan pria subur atau tidak.
Pistol dan Peluru
Indra memberikan ilustrasi, kaitan antara kemampuan seksual dan keberadaan sperma ibarat hubungan pistol dan peluru. Dalam hal ini yang menjadi peluru adalah sperma. Peluru tidak akan mampu mencapai sasaran bila pistol yang digunakan tidak punya daya yang kuat untuk menembakkannya. Sebaliknya, pistol yang canggih sekalipun tidak akan mampu menaklukkan musuh bila tidak ada peluru berkualitas bagus yang ditembakkan, misalnya peluru karet. Apalagi jika pistol tersebut malah tidak punya peluru sama sekali.
lIustrasi di atas menggambarkan kemampaun seksual dan kesuburan menjadi dua hal yang saling mendukung untuk mewujudkan suatu pembuahan alamiah yang terjadi melalui hubungan intim.
Dalam membahas kesuburan pria, fokus kita terarah pada masalah sperma. Sudah digariskan oleh Sang Pencipta bahwa sperma merupakan unsur terpenting yang memungkinkan pria bisa menjadi seorang ayah.
Artinya, bila ‘pistol’ tidak bekerja dengan baik dan pembuahan alami tidak bisa dilakukan, kehamilan masih bisa diupayakan selama sperma masih ada. Teknologi kedokteran yang bisa membantu masalah ini dikenal de ngan istilah bayi tabung. Bila pria yang tidak memiliki kandungan sperma pada cairan maninya disebut mengalami kasus azoospermatozoa. Bahasa awamnya tidak punya 'bibit'.
(Liputan Majalah Human Health Tahun V - No. 04 - April 2006), Narasumber: dr. Indra G. Mansur, DHES, SpAnd
Saya adalah wanita yang aktif bekerja, jadi semasa hamil saya senantiasa bergerak, melakukan aktifitas seperti biasa. Kalau jalan kaki pun masih terbilang cepat. Pernah suatu ketika saya merasakan capai keluar cairan coklat. Tapi di usia kehamilan yang sudah berjalan 7 bulan saya sudah tidak lagi. Hanya saja, saat itu hampir setiap hari keluar cairan kuning di celana dalam. Apakah sebabnya dan apakah memengaruhi janin?
Uwi - Mampang
Jawab:
Keluarnya cairan kuning kemungkinan adalah keputihan yang disebabkan infeksi vagina atau servik (leher rahim). Hal ini harus segera dikonsultasikan pada dokter untuk diobati. Bila tidak, dapat menyebabkan infeksi pada selaput ketuban, menyebabkan kontraksi, atau ketuban pecah dini (sebelum waktunya) hingga persalian premature.
dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG
Disadur dari majalah 9month
KONSULTAN KECANTIKAN:
dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK (K)
Departemen Ilmu Kesehatan dan Kelamin FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusuma, dan Klinik SamMarie Wijaya Jakarta
Pertanyaan:
Saya memiliki jerawat batu di sekitar mata. Bagaimana menghilangkannya karena cukup mengganggu penampilan? Kemudian apakah benar kalau jerawat batu itu disebabkan oleh sisa kosmetik?
Arinta, Kelapa Gading
Jawab:
Memang benar, timbulnya jerawat batu disebabkan oleh kosmetik yang pembersihannya tidak bersih. Terutama di daerah mata yang kulitnya sangat halus, sehingga kosmetik-kosmetik itu tertahan dikelenjar pilosebasea. Perlu diketahui, di dalam kulit terdapat banyak kelenjar, yang akan mengeluarkan produk ke permukaan melalui saluran kelenjar. Kelenjar yang membuat jerawat disebut kelenjar sebum, dan keluar melalui saluran pilosebasea tadi. Nah, saluran pilosebasea ini dapat menangkap partikel-partikel kosmetik, dan kemudian menyumbat di situ, yang menjadi jerawat batu. Jika tersumbat, baik kelenjar minyak maupun kelenjar keringat akan sulit mengeluarkan isinya.Tetapi, tidak boleh dilupakan juga ada penyakit pembesaran atau hiperplasi yaitu pertumbuhan yang berlebihan dari kelenjar keringat. Jika seseorang baru bangun tidur, pembesaran ini tidak terlihat, dan kulit terlihat licin-licin saja. Tetapi jika sudah terkena panas matahari maka timbul beruntusan seperti jerawat batu di sekitar mata.
Sekarang penyembuhannya, sumbatan tersebut harus di buka untuk menghilangkan komedo (istilah kedokteran untuk jerawat batu). Untuk membuka sumbatan itu banyak cara yang bisa dilakukan. Pertama cara mekanik, yang kerap disebut orang ekstraksi komedo atau mengeluarkan komedo. Cara lainnya dengan menggunakan obat-obatan tretinoin yang fungsinya tak hanya mempermuda kulit karena membentuk kolagen baru, tetapi juga bisa untuk membuka sumbatan-sumbatan di kulit. Tetapi untuk pemakaiannya musti hati-hati karena daerah sekitar mata itu sensitif, sehingga mudah iritasi.
(Liputan Tabloid Info kecantikan, Edisi 10, Tahun I, 22 Jan - 04 Feb 2007), Narasumber: dr. Tjut Alam Jacoeb, SpKK (K)
Terapi ini memberi harapan baru bagi pasangan yang sulit punya momongan.
Niken dan Dodi telah menikah 6 tahun. Namun, buah hati yang diharapkan tak kunjung datang. Padahal, dokter menyatakan tak ada masalah dengan kondisi dan fungsi organ reproduksi mereka.
Suatu hari, mereka disarankan untuk menjalani terapi Imunisasi Lekosit Suami (ILS). Ternyata, upaya mereka berhasil. Seperti apakah terapi ILS itu?
MELALUI LEKOSIT SUAMI
"Imunisasi Lekosit Suami atau Paternal leucocytc Immunization adalah salah satu alternatif imu-noterapi. Maksudnya pengobatan,, melalui komponen imun yang ada di dalam tubuh. Untuk ILS, yang digunakan adalah sel tubuh, yakni lekosit atau sel darah putih, se-hingga ILS ini disebut juga terapi selular," ujar dr. H. Indra G. Mansur. DHES, Sp.And, dari Klinik Fertilitas & Menoandropause SamMarie Family Healthcare, Jakarta.
la melanjutkan. "Dalam kasus infertilitas, terapi ILS bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami-istri yang ingin mempunyai anak. Terapi ini dapat digunakan untuk menetralisir antibodi pada istri. Mengapa demikian? Karena, si istri diketahui memiliki antibodi antispermatozoa, atau antibodi terhadap paparan sperma, yang terlalu tinggi dalam cairan rahimnya, sehingga menolak sperma. Menolak di sini berarti sperma tidak bisa membuahi. Ini memang kasus abnor¬mal. Namun, antibodi antispermatozoa itu tidak akan terpicu jika si wanita belum pernah ada paparan dari sperma."
Nah, terapi ILS adalah salah satu jalan kelu¬ar agar tubuh istri tidak menolak sperma suami. "Ya, pada terapi ini, sel darah putih suami itulah yang digunakan untuk 'membujuk' tubuh Istri, agar mengenali dan menerima sperma," sambung dr. Indra, yang mengambil spesialis imunologi di Universitas Paris 7, Paris, Prancis tahun 1989-1995 ini.
BERTAHAP
Jika pasangan suami istri yang infertil ingin menjalani terapi ILS, mereka harus menjalani serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu. Pertama, dilakukan pemeriksaan dengan meng¬ambil darah istri. Tujuannya, untuk melihat anti¬bodi di serum darahnya. Kemudian, serum darah itu direaksikan dengan sperma suaminya untuk mengetahui apakah isiri memiliki antibodi anti spermatozoa atau tidak.
Kedua, dokter akan melihat kualitas sperma suami, yaitu bagus atau tidak. Misalnya, bentuk¬nya menggumpal atau tidak. Ketiga, kondisi suami harus sehat atau tidak sedang dalam kea¬daan sakit.
Nah, setelah semuanya oke, sel darah suami dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan antara sel darah merah dan sel darah putihnya. Kemudian, sel darah putih itu disuntikkan (di bawah kulit bukan di pembuluh darah) kepada istri. Pemberian 115 ini minimal diberikan 3 kali dengan jarak 3-4 minggu. Evaluasi dilakukan 2 minggu setelah ILS ketiga.
BEDA DENGAN ALERGI SPERMA
Jadi kesimpulannya, terapi ILS ini berfungsi menekan antibodi antispermatozoa istri agar tidak terlalu tinggi - ke kadar normal - melalui pemberian lekosit suami. Dengan demikian, diha¬rapkan tubuh istri bisa menerima sperma suami.
Lekosit suami itu bisa menurunkan kadar antibodi antispermatozoa istri sampai 95%. Hal ini lebih spesifik, karena terapi ILS hanya menu¬runkan antibodi terhadap sperma si suami, bukan menurunkan sistem imun tubuh secara keselu¬ruhan. Seperti yang dituturkan dr. Indra, Kasus ini beda dengan alergi sperma. Kalau alergi sperma itu tidak spesifik. Artinya, bagian tubuh mana pun dari wanita yang terkena sperma akan timbul reaksi alergi.
Lalu, berapa banyak kasus wanila yang menderita antibodi antispermatozoa? "Pasangan infertil, atau pasangan usia subur yang tidak punya anak. di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 15%. Dari jumlah tersebut, 25%-nya ada¬lah masalah imunologis termasuk kasus antibodi sperma ini," ujar dr. Indra.
ANTIBODI ANTISPERMATOZOA, APAKAH ITU?
Pada dasarnya, setiap manusia pasti punya antibodi untuk menangkal benda asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh, dan itu tergantung dari potensi yang ada pada tubuhnya. Jadi, jika tubuh seseorang cukup sehat (gizinya cukup), berarti orang tersebut mempunyai faktor yang siap meno¬lak setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya.
Dalam kasus penolakan sperma ini, antibodi si istri terhadap sperma terlalu tinggi. Akibatnya, sperma akan bersifat sebagai benda asing di dalam organ kandungan, sehingga tubuh si istri akan menolaknya.
Dr. Indra menganalogikan kondisi ini seperti seorang lelaki asing yang datang ke rumah seorang wanita. Reaksi si wanita pertama pasti ada penolakan. Minimal, si wanita itu akan bertanya-tanya, siapa yang datang itu? Jika reaksi penolakan si wanita kuat, bisa-bisa tamu asing itu diusir. Nah, begitulah sperma yang masuk dalam kandungan istri yang mengalami antibodi anti spermatozoa.
LANJUT TERUS SETELAH HAMIL
Bila Anda melakukan terapi ILS, maka dianjurkan terapi ini dilanjutkan meskipun telah hamil. Karena, ada kemungkinan timbul penolakan terhadap janin yang bisa menyebabkan keguguran. Kok bisa? Pada tubuh wanita yang bersangkutan, sperma maupun janin akan dianggap sebagai benda asing yang kehadirannya bisa ditolak.
Perlu Anda tahu, pada keadaan normal, begitu seorang wanita hamil, tubuhnya otomatis akan membentuk antibodi penghambat untuk melindungi janin, terutama pada 12 minggu pertama (trimester pertama). Namun, pada kondisi tertentu, pembentukan antibodi penghambat bisa sangat rendah, sehingga tubuh menolak kehadiran janin yang akibatnya terjadi keguguran (bisa) berulang, kasus blighted ovum (kehamilan kosong), atau hambatan perkembangan janin.
(Disadur dari majalah Ayahbunda)
"Wow, Melahirkan dalam Air"
Berminat melahirkan dalam air? Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Di Jakarta sudah ada yang menawarkan fasilitas itu. Seperti apa?
SAKIT! itulah yang ditakutkan kaum perempuan saat melahirkan. Tak heran bila teknik-teknik mengurangi sakit persalinan pun banyak diminati. Mulai persalinan Caesar, memakai bius epidural, hingga hipnobirthing atau melahirkan dengan dihipnotis agar tidak merasa sakit. Dan kini, teknik persalinan yang mulai banyak diminati adalah melahirkan dalam air.
Adalah Sammarie Clinic Healthcare di Jl Wijaya I No 45 Jakarta Selatan, yang menawarkan model persalinan seperti itu. Dikatakan dr Otamar Samsudin SpOG, melahirkan dalam air pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan.
Memang tidak ada teknik persalinan yang mampu menghilangkan rasa sakit hingga seratus persen. Paling cuma 80 persen saja. Tapi, kami ingin memberikan alternatif bagi para ibu yang akan melahirkan dengan mengurangi rasa sakitnya," ujarnya pada Bunda. Dijelaskan Otamar, proses melahirkan dalam air sebenarnya sudah ada sejak lama. Proses itu ditawarkan di Rusia pada l960-an oleh Igor Tjarkovsky. Sesuai perkembangan zaman, model persalinan itu pun terus berkembang ke Amerika Serikat, Eropa, dan Indonesia.
“Di Amerika sendiri melahirkan dalam air nggak begitu gampang diterima. Sebab, tahu sendirilah, mereka punya ego sendiri. Tapi, beberapa rumah sakit di Amerika sudah menggunakan teknik tersebut," ujar dokter yang juga praktik di Metropolitan Medical Center (MMC) itu. Di Indonesia sendiri, melahirkan dalam air mulai .diperkenalkan Oktober 2006 di Sammarie Clinic Healthcare. "Tapi, saya juga nggak tahu apakah ada yang lain. Di Klinik Sammarie sendiri sejak diperkenalkan Oktober 2006 sampai sekarang, sudah menangani sepuluh pasien. Dan yang berencana akan melahirkan dalam air juga masih banyak," papar Otamar.
KEUNTUNGAN
Dijelaskan Otamar dengan melahirkan dalam air pada dasarkan melahirkan secara normal, hanya saja tempatnya dalam air, bukan di tempat tidur. Teknik melahirkan dalam air tidak hanya menguntungkan ibu, tapi juga bayi yang dilahirkannya. Berikut ini keuntungan yang dapat diperoleh.
BAGI IBU
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh ibu yang melahirkan dalam air antara lain:
Dengan melahirkan dalam air, sakit akibat konstraksi dapat dikurangi hingga 60 persen. Sebab, dalam keadaan mengapung, kontraksi-kontraksi rahim akan lebih efisien, dan sirkulasi darah akan lebih baik. Sehingga, aliran oksigen ke otot-otot rahim akan lebih lancar, rasa sakit yang dialami ibu akan berkurang, dan pasokan oksigen untuk bayi akan lebih banyak.
Dengan berendam dalam air hangat, ibu akan lebih mudah mencari posisi yang dianggap nyaman untuk melahirkan. Si ibu hanya duduk, rileks dalam air sambil membuka kakinya dan tidak harus bergerak atau menarik nafas panjang. Sebab, air dengan sendirinya akan membantu memberikan dorongan tenaga.
“Ibu yang akan melahirkan itukan pasti stres karena sakit yang dirasakannya. Dengan berendam dalam air hangat, rasa stres itu dapat dikurangi, sehingga iya bisa merasa nyaman,” jelas Otamar.
Air hangat menyebabkan perineum (daerah antara vagina sampai anus) menjadi lebih elastis dan rileks. Sehingga mengurangi risiko robeknya jalan lahir dan kebutuhan melakukan episiotomi atau penjahitan.
Karena secara fisik lebih rileks, berendam dalam air hangat membuat ibu bisa lebih konsentrasi pada persalinannya.
Pada tahap-tahap akhir persalinan, air dipercaya dapat meningkatkan energi ibu.
Berendam dalam air hangat dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kecemasan.
Dalam berendam dalam air hangat, sirkulasi darah akan lebih baik, sehingga kontraksi rahim juga akan lebih baik. Itu berarti pembukaan jalan lahir akan lebih cepat, sehingga persalinan juga lebih cepat.
BAGI BAYI
Tak hanya ibu yang mendapat keuntungan dari melahirkan dalam air. Bayi yang dilahirkan pun akan mendapat manfaat, seperti:
Bayi yang dilahirkan dalam air terlihat lebih merah, karena darahnya lebih cukup.
Bayi yang dilahirkan dalam air memiliki kulit lebih bersih dan tidak hanya kulit ari. Sebab, lemak-lemaknya akan langsung bersih terkena air hangat.
Resiko cedera kepala pada bayi yang dilahirkan dalam air, lebih kecil. Sebab, ia akan langsung jatuh ke dalam air dan dengan sendirinya akan mengapung.
Meski belum ada penelitian, menurut Otamar, bayi yang dilahirkan dalm air lebih cerdas. “Bisa jadi itu karena resiko terjadinya cedera kepala pada bayi lebih kecil,” ujar Otamar.
Meski sudah keluar dari rahim ibunya, bayi tetap merasa nyaman, karena ia merasa seperti berada dalam rahim ibunya.
Itu karena ia berada dalam air yang suhunya seperti suhudalam rahim. Itu berarti stres yang mungkin dialami bayi juga bisa dikurangi.
Resiko bayi keracunan dari ketuban lebih kecil, karena air ketuban yang keluar langsung bercampur dengan air kolam.
Karena dilahirkan dalam air, bayi lebih sensitif terhadap air. Sebab, dalam memorinya sudah tersimpan dalam air.
Apakah bayi tak Tersedak Air?
"APAKAH bayi yang dilahirkan dalam air tidak akan tersedak air karena rnenangis'? Begitu pasti pertanyaan yang ada dalam benak para ibu. Menanggapi pertanyaan seperti itu, dr Otamar Samsudin SpOG dengan tegas menjawab, ''Tidak!".
"Dari sepuluh pasien yang saya tangani, tak pernah ada kasus bayi tersedak karena minum air. Dan yang perlu dipahami, bayi tidak akan mengisap udara, kecuali tali pusarnya sudah dipotong. Selama bayi masih terhubung dengan tali pusar, bayi akan menerima pasokan oksigen dari ibunya melalui tali pusar,” jelas Otamar.
Ditambahkannya, pada dasarnya bayi yang baru dilahirkan akan Iangsung menangis bila:
Namun, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata Otamar, dokter spesialis anak juga harus siap sedia. Dengan begitu, "Ada tidaknya air yang masuk atau ada-tidaknya gangguan lainnya bisa langsung dideteksi dan segera diatasi dengan baik,” ujar Otamar.
PROSES
Seperti dikatakan Otamar, proses persalinan dalam air pada dasarnya seperti persalinan biasa. Karena itu, jangan membayangkan bahwa melahirkan dalam air itu rumit. Adapun tahapan proses persiapan hingga ibu melahirkan dalam air, menurut Otamar, adalah sebagai berikut:
Sebelum digunakan, kolam harus disterilisasi lebih dulu menggunakan desinfektan. Dengan begitu, kolam akan bebas kuman.
Setelah kolam dianggap bersih, baru diisi dengan air. Air tersebut haru sdisesuaikan dengan suhu tubuh ibu yang akan melahirkan. Itu penting untuk mencegah temperature shock saat bayi keluar dari rahim. Sterilitas air juga harus diperhatikan agar tidak menyebabkan infeksi pada ibu maupun bayi yang dilahirkannya.
Ibu baru boleh masuk ke dalam kolam setelah jalan lahir membuka 5-6 sentimeter. “Itu untuk menghindari agar ibu tidak terlalu lama berada dalam air”, jelas Otamar. Jika ingin tenang menghadapi proses persalinan, sang suami bisa ikut mendampingi.
Setelah kurang lebih 1-1,5 jam berendam dalam air, pembukaan biasanya sudah lengkap, sehingga bayi siap lahir. “Biasanya, dengan hanya sedikit tenaga untuk mengejan, bayi sudah keluar. Proses kelahiran bayi ini lebih mudah, karena air mempunyai sifat mendorong,” jelas Otamar. Setelah bayi lahir, ia tidak akan tenggelam, karena waktu dalam rahim pun bayi hidup dalam air ketuban selama sembilan bulan.
Setelah keluar, bayi diangkat dan langsung diberikan pada ibunya untuk mendapat pelukan hangat serta ciuman pertama dari ibunya. Setelah itu, baru pusarnya dipotong dan dibersihkan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatannya.
(Liputan Tabloid Bunda, Edisi 306, 20 - 26 Januari 2007), Narasumber: dr. Otamar Samsudin, SpOG
SamMarie Family Healthcare Pusat Jl. Wijaya I No. 45, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170 | Tlp. (021)721-1305 | Fax. (021)720-5396
SamMarie Family Healthcare Basra Jl. Basuki Rahmat Pondok Bambu No.31 Jakarta Timur 13430 | Tlp. (021)866-13145/866-13146 Fax (021)866-13147
www.sammarie.com created by SamMarie IT Dept. | Copyright © 2010 sammarie.com | All Rights Reserved.