Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  1. Imunisasi Lekosit Suami Harapan Baru Pasangan Infertil

    Terapi ini memberi harapan baru bagi pasangan yang sulit punya momongan.

    Niken dan Dodi telah menikah 6 tahun. Namun, buah hati yang diharapkan tak kunjung datang. Padahal, dokter menyatakan tak ada masalah dengan kondisi dan fungsi organ reproduksi mereka.

    Suatu hari, mereka disarankan untuk menjalani terapi Imunisasi Lekosit Suami (ILS). Ternyata, upaya mereka berhasil. Seperti apakah terapi ILS itu?


     

    MELALUI LEKOSIT SUAMI

    "Imunisasi Lekosit Suami atau Paternal leucocytc Immunization adalah salah satu alternatif imu-noterapi. Maksudnya pengobatan,, melalui komponen imun yang ada di dalam tubuh. Untuk ILS, yang digunakan adalah sel tubuh, yakni lekosit atau sel darah putih, se-hingga ILS ini disebut juga terapi selular," ujar dr. H. Indra G. Mansur. DHES, Sp.And, dari Klinik Fertilitas & Menoandropause SamMarie Family Healthcare, Jakarta.

    la melanjutkan. "Dalam kasus infertilitas, terapi ILS bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami-istri yang ingin mempunyai anak. Terapi ini dapat digunakan untuk menetralisir antibodi pada istri. Mengapa demikian? Karena, si istri diketahui memiliki antibodi antispermatozoa, atau antibodi terhadap paparan sperma, yang terlalu tinggi dalam cairan rahimnya, sehingga menolak sperma. Menolak di sini berarti sperma tidak bisa membuahi. Ini memang kasus abnor¬mal. Namun, antibodi antispermatozoa itu tidak akan terpicu jika si wanita belum pernah ada paparan dari sperma."

    Nah, terapi ILS adalah salah satu jalan kelu¬ar agar tubuh istri tidak menolak sperma suami. "Ya, pada terapi ini, sel darah putih suami itulah yang digunakan untuk 'membujuk' tubuh Istri, agar mengenali dan menerima sperma," sambung dr. Indra, yang mengambil spesialis imunologi di Universitas Paris 7, Paris, Prancis tahun 1989-1995 ini.

     

    BERTAHAP

    Jika pasangan suami istri yang infertil ingin menjalani terapi ILS, mereka harus menjalani serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu. Pertama, dilakukan pemeriksaan dengan meng¬ambil darah istri. Tujuannya, untuk melihat anti¬bodi di serum darahnya. Kemudian, serum darah itu direaksikan dengan sperma suaminya untuk mengetahui apakah isiri memiliki antibodi anti spermatozoa atau tidak.

    Kedua, dokter akan melihat kualitas sperma suami, yaitu bagus atau tidak. Misalnya, bentuk¬nya menggumpal atau tidak. Ketiga, kondisi suami harus sehat atau tidak sedang dalam kea¬daan sakit.

    Nah, setelah semuanya oke, sel darah suami dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan antara sel darah merah dan sel darah putihnya. Kemudian, sel darah putih itu disuntikkan (di bawah kulit bukan di pembuluh darah) kepada istri. Pemberian 115 ini minimal diberikan 3 kali dengan jarak 3-4 minggu. Evaluasi dilakukan 2 minggu setelah ILS ketiga.

     

    BEDA DENGAN ALERGI SPERMA

    Jadi kesimpulannya, terapi ILS ini berfungsi menekan antibodi antispermatozoa istri agar tidak terlalu tinggi - ke kadar normal - melalui pemberian lekosit suami. Dengan demikian, diha¬rapkan tubuh istri bisa menerima sperma suami.

    Lekosit suami itu bisa menurunkan kadar antibodi antispermatozoa istri sampai 95%. Hal ini lebih spesifik, karena terapi ILS hanya menu¬runkan antibodi terhadap sperma si suami, bukan menurunkan sistem imun tubuh secara keselu¬ruhan. Seperti yang dituturkan dr. Indra, Kasus ini beda dengan alergi sperma. Kalau alergi sperma itu tidak spesifik. Artinya, bagian tubuh mana pun dari wanita yang terkena sperma akan timbul reaksi alergi.

    Lalu, berapa banyak kasus wanila yang menderita antibodi antispermatozoa? "Pasangan infertil, atau pasangan usia subur yang tidak punya anak. di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 15%. Dari jumlah tersebut, 25%-nya ada¬lah masalah imunologis termasuk kasus antibodi sperma ini," ujar dr. Indra.

     

    ANTIBODI ANTISPERMATOZOA, APAKAH ITU?

    Pada dasarnya, setiap manusia pasti punya antibodi untuk menangkal benda asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh, dan itu tergantung dari potensi yang ada pada tubuhnya. Jadi, jika tubuh seseorang cukup sehat (gizinya cukup), berarti orang tersebut mempunyai faktor yang siap meno¬lak setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya.

    Dalam kasus penolakan sperma ini, antibodi si istri terhadap sperma terlalu tinggi. Akibatnya, sperma akan bersifat sebagai benda asing di dalam organ kandungan, sehingga tubuh si istri akan menolaknya.

    Dr. Indra menganalogikan kondisi ini seperti seorang lelaki asing yang datang ke rumah seorang wanita. Reaksi si wanita pertama pasti ada penolakan. Minimal, si wanita itu akan bertanya-tanya, siapa yang datang itu? Jika reaksi penolakan si wanita kuat, bisa-bisa tamu asing itu diusir. Nah, begitulah sperma yang masuk dalam kandungan istri yang mengalami antibodi anti spermatozoa.

     

    LANJUT TERUS SETELAH HAMIL

    Bila Anda melakukan terapi ILS, maka dianjurkan terapi ini dilanjutkan meskipun telah hamil. Karena, ada kemungkinan timbul penolakan terhadap janin yang bisa menyebabkan keguguran. Kok bisa? Pada tubuh wanita yang bersangkutan, sperma maupun janin akan dianggap sebagai benda asing yang kehadirannya bisa ditolak.

    Perlu Anda tahu, pada keadaan normal, begitu seorang wanita hamil, tubuhnya otomatis akan membentuk antibodi penghambat untuk melindungi janin, terutama pada 12 minggu pertama (trimester pertama). Namun, pada kondisi tertentu, pembentukan antibodi penghambat bisa sangat rendah, sehingga tubuh menolak kehadiran janin yang akibatnya terjadi keguguran (bisa) berulang, kasus blighted ovum (kehamilan kosong), atau hambatan perkembangan janin.

     

    (Disadur dari majalah Ayahbunda)


  2. Minyak Kelapa dan Cuka Apel Ampuh Usir Ketombe

    Ketombe memang menjengkelkan. Sudah menimbulkan gatal, penampilan rambut seindah apapun jadi rusak. Sejumlah cara ditawarkan untuk mengatasi si putih bandel ini. Tapi tak sedikit juga bahan alami seperti minyak kelapa dan cuka apel yang mampu mengusir ketombe hingga tuntas. Cocok untuk segala umur dan mudah diaplikasikan. Seberapa ampuh atasi ketombe?

     


    Setiap perempuan pasti mendamba memiliki rambut indah. Ada kalanya mahkota wanita itu mengalami masalah yang serius. Salah satu yang sering terjadi adalah gangguan kulit kepala berupa ketombe. Meski terlihat sepele, masalah ketombe jangan dianggap enteng. Salah-salah dianggap remeh, kerontokan rambut yang dahsyat bisa terjadi bahkan bukan tidak mungkin menimbulkan kebotakan.

     

    Sebenarnya menurut Dr. dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK (K), dokter spesialis kulit dan kelamin dari RSCM / Dept. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI dan praktek di SamMarie Family Healthcare, ketombe adalah kulit lepas yang jumlahnya lebih banyak dari biasanya. “Secara normal, kulit selalu mengalami pengelupasan, tetapi dalam jumlah yang lebih dari biasanya pengelupasan ini akan menjadi ketombe di kulit kepala, “ungkap dr. Tjut Nurul menjelaskan.

     

    Ismanto dari Avicenna Theraphy center (ATC), menjelaskan terjadinya ketombe. “Bagian kulit kepala yang bernama kornium digantikan oleh lapisan malpigi. Kulit kepala juga memiliki lebih banyak kelenjar lemak dan keringatnya, hingga menghasilkan minyak dalam jumlah berlebih. Kondisi inilah yang membuat rambut menjadi lepek dan akhirnya berketombe,” imbuh Ismanto.

     

    Banyak factor yang bias memicu timbulnya ketombe. Secara eksternal, ketombe disebabkan adanya infeksi oleh jamur khas di kepala (Pytisporum ovale) yang dalam kondisi tidak seimbang memicu percepatan pelepasan kulit kepala. “Jamur ini berasal dari lingkungan sekitar kita, seperti tanah, tumbuhan, binatang, bahkan manusia di sekitar kita yang juga berketombe,” imbuh dr. Tjut Nurul.

     

    Udara dan suhu yang lembab memicu jamur ketombe tumbuh subur. Kandungan PH yang tidak seimbang karena pola yang memicu kulit kepala bersifat asam seperti fast food, juga memicu munculnya ketombe. “Selain itu penyakit autoimun, tipe kulit yang kering, jarang keramas, stress, pengelupasan yang tidak dibersihkan akan menimbulkan ketombe. Usia yang semakin lanjut dengan konsekwensi pigmendan metabolisma yang kurang bagus juga memicu munculnya ketombe,” ujar Ismanto.

    Secara umum, pengelupasan kulit kepala yang normal terjadi sebulan sekali. Namun kasus di Indonesia pemicu timbulnya ketombe yang terbanyak karena kurang seimbangnya asam basa dalam tubuh.

     

    Picu Rambut Rontok dan Botak. Pengelupasan yang terjadi pada kulit kepala akan ikut mengangkat potasium yang ada di dalam rambut. Artinya, jika masalah ketombe diabaikan maka kerontokan rambut akan terjadi. “Rontoknya rambut ini disebabkan oleh adanya peradangan di dalam kulit kepala akibat jumlah ketombe yang terlalu banyak pada epidermis sehingga kulit kepala pun akan menjadi merah dan bahkan bias timbul rasa sakit, “ kata dr. Tjut Nurul. Jika tetap tidak dihiraukan maka bukan tidak mungkin kebotakan akan terjadi. “Dalam satu kondisi yang akut, ketombe bias menyebabkan luka pada kulit kepala,” imbuhnya.

     

    Kebersihan kulit kepala jadi kunci untuk mencegah timbulnya ketombe. Ketahuilah terlebih dulu jenis kepala Anda supaya dengan tepat menentukan jenis shampoo yang bila digunakan. Pada kulit kepala yang cenderung berminyak, partikel debu, bakteri dan jamur lebih mudah terikat sehingga sangat potensi menyebabkan ketombe. “Bagi mereka yang kulit kepalanya berminyak disarankan lebih intens dalam melakukan pembersihan kulit kepalanya,” saran dr. Tjut Nurul.

     

    Ismanto manilai keramas seminggu maksimal tiga kali atau optimal seminggu dua kali sebenarnya cukup untuk mereka yang mamiliki kulit kepala normal. “Tapi pada mereka yang berkulit kepala berminyak, frekuensi keramas memang harus lebih sering,” timpalnya.

     

    Sebagai langkah pencegahan shampoo yang mengandung selenium sulfide dan zincpirition dengan pH 5-6,mampu menetralisir pergantian kulit kepala agar tidak terlalu cepat serta aktif melumpuhkan jamur dan dapat membuat kondisi kepala menjadi normal kembali. “Dengan penggunaan secara intens shampoo atau treatment yang mengandung kedua jenis zat diatas dengan pH yang normal untuk kulit kepala kita (5-6), maka jamur yang sudah dilumpuhkanlama kelamaan akan mati. Untuk kulit kepala yang kering sebaiknya menggunakan shampoo yang tidak berbusa, karena bisa bersifat basa,” ulas dr. Tjut Nurul.

     

    Sejumlah bahan alami juga diklaim dan terbukti berkhasiat untuk mencegah si putih yang menjengkelkan ini. Secara umum bahan-bahan ini juga memberi efek positif membuat rambut jadi lebih mudah diatur. Pengaplikasian bahan-bahan alami pun cenderung mudah. Untuk tahapan-tahapannya, sebaiknya ketika rambut yang telah dibasahi dilap dengan handuk(dalam kondisi agak basah), bahan-bahan yang ingin digunakan segera dioleskan, lalu biarkan selama sehari semalam, dan kemudian dibilas dengan menggunakan shampoo yang disesuaikan dengan kulit kepala. “Khusus untuk rambut dan kulit kepala berminyak, diperbolehkan menggunakan berbagai jenis shampo, namun sebaiknya rambut dan kulit kepala yang berminyak jangan menggunakan shampoo untuk kulit kering, karena akan menyebabkan penambahan kadar minyak di kulit kepala serta membuat rambut menjadi lepek,” paparnya.

    Bahan Alami.

    Sebenarnya apa-apa saja bahan alami yang bisa digunakan itu dan seperti apa khasiat serta cara penggunaannya, bisa Anda simak.

     

    1. Minyak Kelapa

    Minyak kelapa yang digunakan untuk pembersihan ketombe adalah VCO (virgin coconut oil). VCO memiliki kandungan asam laurat yang tinggi yang mudah diserap oleh tubuh. Pada kulit kepala, VCO mampu memperbaiki regenerasi sel sel rambut. Umumnya, treatment dengan VCO menggunakan VCO spa rambut yang sudah berbentuk krim. Sebelum dilakukan treatment rambut dikeramas terlebih dahulu baru di creambath dengan cocona hair spa yang mengandung VCO. Kemudian dilakukan pemijatan dengan VCO. Biarkan meresap dalam kulit kepala. “Pembersihan dilakukan selama 20-30 menit, kemudian dibilas. Pemberian VCo akan memberikan efek yang lembut pada kulit, sehingga penggunaan kondisi oner tidak diperlukan lagi,” tutur Indriajani Tjiptakusuma, terapis dan Business Development Director Life Tree Spa..

     

    Treatment pembersihan ketombe dengan menggunakan VCO tidak memberikan efek samping dan bias dilakukan dirumah karena krim untuk  creambath dan hairspanya juga sudah dijual di klinik-klinik kecantikan. Asyiknya, satu kali penggunaan saja sudah menampakkan hasil. Cocona hair spa sendiri bias diperoleh dengan harga Rp. 60 ribu per 200 gr dan VCD seharga Rp 79 ribu per 30 ml.

     

    dr. Tjut Nurul menyarankan penggunaan treatment minyak kelapa ini sebaiknya diterapkan pada mereka yang memiliki kulit kepala kering. “Penggunaan pada kulit kepala yang berminyak malah akan membuat rambut menjadi lepek  dan sangat berminyak,” tuturnya.

     

    Lebih lanjut dokter yang menjadi rujukan penelitian berbagai produk kecantikan sebelum dipasarkan ini mengatakan, jika penggunaan minyak kelapa bias juga diaplikasikan dalam bentuk cem-ceman baik untuk rambut kering atau untuk kulit kepala yang kering. “Untuk kulit kepala yang kering, maka minyak kelapa digunakan di kulit kepala. Sedangkan rambut yang kering, gunakan minyak kelapa di batang rambut. Karena ada kondisi tertentu dimana seseorang memiliki jenis rambut kering dengan kulit kepala yang berminyak. Untuk kondisi terkombinasi seperti ini maka batang rambutnya saja yang diolesi minyak kelapa, dan hal ini juga berlaku untuk sebaliknya,” ulas dr. Tjut Nurul. Treatment dengan menggunakan minyak kelapa dapat digunakan 2 atau 3 kali dalam seminggu. “Sementara untuk kulit yang tidak terlalu kering, penggunaan minyak kelapa hanyalan 1 minggu sekali,” kata dr. Tjut Nurul.

     

    2. Cuka Apel

    Cuka apel banyak memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kulit kepala, seperti kandungan Vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan serta potassium sebagai penguat akar rambut sehingga mengurangi kerontokan. Dengan kandungan seperti itu rambut indah, halus dan tebal, bias didapatkan. Untuk hasil yang baik pembersihan ketombe dengan menggunakan cuka apel sebaiknya dibarengi dengan menggali inner beauty lewat pembukaan aura.

     

    Adapun tahapan-tahapan penggunaan cuka apel untuk rambut berketombe adalah  rambut dibersihkan dengan air kemudian diberi cuka apel sambil dipijat-pijat. Diamkan selama kurang lebih 20 menit sampai cuka apel meresap ke dalam kulit kepala. Setelah itu bilas lagi dengan air bersih setelah itu menggunakan shampo yang sesuai.

     

    “Untuk pembersihan kulit kepala, sebaiknya setiap keramas digunakan cuka apel karena baik bagi kulit kepala,” kata Ismanto. Menurutnya, meski bersifat asam, tapi asam yang dihasilkan berbeda dengan asam cuka makan. Asam yang dihasilkan sangat cocok untuk mengimbangkan pH yang ada di kepala. Selanjutnya, lakukan perawatan rambut dengan cuka apel sebaiknya dilakukan maksimal 3 kali dalam seminggu minimal dua kali smeinggu. Perawatan ini relatif tidak menimbulkan efek samping karena bersifat alami. “Bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa batasan usia,” tegas Ismanto. Di Avicenna, treatment penghilangan ketombe dengan cuka apel, menghabiskan biaya Rp 250 ribu tanpa cuka apel. Cuka apel dibeli terpisah dengan harga Rp 60 ribu untuk botol besar.

     

    3. Shampo Merang

    Merang yang berasal dari tangkai butir padi dipercaya efektif juga mengatasi ketombe. Menurut Ning Hermanto, Herbalis dari PT Mahkotadewa Indonesia padi mengandung protein, lemak, kalsium, fosfat dan Vitamin B. seperti tanaman yang lain, bila buah dan bulirnya berkhasiat, maka tangkainya juga bermanfaat. Penggunaan merang untuk mengatasi ketombe dicampur dengan pegagan. “Daun pegagansendiri adalah herbal yang sangat bagus untuk revitalisasi sel yang rusak dan bagus sebagai vitamin otak dan menghaluskan kulit, mencampurkan merang dan ekstrak daun pegagan akan membantu mengatasi keluhan di bagisn kulit kepala melalui pori-pori,” tutur Ning.

     

    Untuk membuat ramuan shampo merang diperlukan satu genggam merang dan 25 gr daun pegagan. Adapun cara pembuatannya adalah merang dibakar lalu direndam dengan air dan hancurkan dengan cara meremas dan diamkan selama satu malam. Daun pegagan dihaluskan dan campurkan dengan air merang lalu saring. Gunakan airnya untuk keramas tanpa menggunakan shampo lagi. Shampo ini digunakan sehari sekali selama seminggu. Agar hasilnya maksimal kombinasikan penggunaannya dengan minyak herbal yang terdiri dari VCO dan ekstrak tanaman obat yang terdiri dari sambiloto, pegagan, angelica (seledri jepang) yang memiliki kandungan antibiotic tinggi. Di Mahkotadewa minyak herbal ini bias dibeli dengan harga Rp 20 ribu.

     

    Ramuan Ketombe.

    Ramuan ketombe yang terdiri dari 100ml santan kelapa yang kental, 50 ml air jeruk parut, 50 ml air nanas, 3 lembar daun pandan yang sudah dipotong dan dihaluskan dengan blender plus 7 lembar daun mangkokan bias digunakan untuk membasmi ketombe.

    Semua bahan ramuan dicampur lalu diaduk hingga merata. Diamkan selama satu jam, lalu gunakan mengolesi kulit kepala yang berkemtombe lalu diamkan saja dan pijit-pijit kepala dengan jari tangan. Tutup dengan handuk hangat setelah satu jam dan diamkan. Setelah itu keramas dengan shampo herbal tergantung jenis rambutnya. Terapi ini sebaiknya dilakukan selama seminggu. “Hasil akan lebih maksimal jika penggunaannya ditambah dengan minyak herbal yang di beli di Mahkotadewa,” ujar Ning Hermanto.

     

    Yuni Syamsiah. Fitri, Sheilla, Reni Fitrina.
    Disadur dari Tabloid Info Kecantikan, Edisi 14-Th. IV(10-23 Maret 2010)


  3. Susu Biasa vs Susu Khusus Ibu Hamil

    "Susu biasa vs susu khusus ibu hamil"
    Mana yang paling pas porsinya?

    Susu umumnya mengandung sumber kalori yang berasal dari lemak, protein dan karbohidrat serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, D3, E, K, C, B, asam folat, kalsium, zat besi, yodium, selenium, seng, dan lain-lain. Sumber kalori dan zat nutrisi tersebut dibutuhkan oleh ibu dan juga janin karena ibu yang tengah berbadan dua membutuhkan ekstrakalori sekitar 300 Kkal dibanding keadaan tidak hamil.



    Lantaran itu, baik bila ibu hamil mengonsumsi susu. Soal pilihan susu, tentu berada di tangan ibu. Susu khusus ibu hamil bisa dijadikan altematif selama ibu cocok dengan susu tersebut dan tidak mengalami mual, sembelit atau diare. Komposisi susu khusus ibu hamil umumnya memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan kehamilan. Misal, jumlah kalorinya lebih tinggi ketimbang susu "biasa", yakni l50 -l78 Kkal per saji sehingga bila diminum 2x sehari maka kebutuhan kalori tambahan ibu hamil vang sebesar 300 Kkal bisa dipenuhi. Namun perlu diketahui, kandungan protein dan zat besinya yang juga tinggi membuat beberapa ibu hamil mengalami mual, sembelit atau diare.

    Lalu bagaimana? Kalau memang tidak cocok bisa dicoba susu "biasa" yang banyak dijual di pasaran. Untuk susu cair pilih susu yang telah dipasteurisasi (sterilized) , bukan susu sapi segar yang belum diproses karena berisiko terkontaminasi kuman. selain itu, berhubung pada susu “biasa" komposisi vitamin dan mineral seperti asam folat, zat besi, kalsium dan lainnya- hanya dalam takaran normal (bukan untuk ibu hamil) ibu dianjurkan mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan mengkonsumsi suplemen. Akan bijak bila hal ini ibu konsultasikan terlebih dulu pada dokter kandungan.

    Sesuaikan dengan kebutuhan

    Soal porsi minum susu tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ibu hamil. Bila komposisi susunya sudah pas, (sesuai yang dibutuhkan ibu hamil) dan ibu hamil tersebut tidak dalam keadaan defisiensi (kekurangan zat gizi tertentu, misalnya defisiensi asam folat atau zat besi), maka ibu hamil bisa minum susu sesuai saran pemberian yaitu 2 kali sehari.

    Ibu hamil yang mendapat suplemen dari dokter dapat memilih susu biasa. Atau kalau pun mau mengonsumsi susu khusus ibu hamil kurangi porsi dari yang disarankan. Contoh, yang seharusnya 2 kali sehari cukup diminum satu kali sehari saja. Lantaran itulah, penting bagi ibu hamil untuk membaca kandungan nutrisi pada kemasan dengan cermat, untuk dihitung takarannya; apakah cukup, kurang atau berlebih, bila tanpa atau dengan suplemen vitamin yang diberikan dokter.

    Tetap boleh

    Bagaimana dengan ibu hamil yang memiliki “kasus“ seperti obesitas atau yang menderita diabetes? Kabar baiknya mereka tetap boleh mengkonsumsi susu. Namun tentu ada hal-hal yang mesti diperhatikan. Berikut diantaranya;

     

    • Untuk ibu hamil penderita diabetes, perhatikan jumlah kalori yang tekandung dalam susu. Untuk itu baik bila ibu mengkonsultasikan hal ini pada ahli gizi. Umumnya, jumlah kalori dan jenis makanan (termasuk susu) yang boleh dikonsumsi akan dihitung berdasarkan berat badan ibu dan kadar gula darahnya.
    • Begitu pun dengan ibu yang mengalami obesitas tetap diperbolehkan minum susu dengan sekali sehari atau 2 kali sehari tergantung pada jumlah kalori yang sudah didapat dari makanan lain (kalau makanan yang lain sudah cukup banyak, susunya cukup satu kali saja). Susu yang baik untuk ibu hamil pas dengan obesitas adalah susu khusus ibu hamil yang tanpa penambahan lemak.
    • Bagi ibu hamil yang sulit makan dan mengalami mual-muntah, konsumsi susu dapat membantu jumlah asupan kalori yang dibutuhkan. Tapi tentunya asupan tidak bisa 100% hanya dari susu saja. lbu tetap membutuhkan sumber makanan lain yang bervariasi dan seimbang. Jadi, minumlah susu hanya sesuai saran pemberian mengingat beberapa kandungan mineral termasuk zat besi pada susu khusus ibu hamil tinggi sehingga tidak baik bila dikonsumsi berlebihan.

    Yang tidak suka susu

    Bagi ibu hamil yang tidak suka/tidak bisa minum susu, tak perlu khawatir kekurangan gizi. Sebab kalori dan sumber nutrisi dari susu dapat digantikan makanan lain. Contoh, kalsium dapat dipenuhi dari sumber kalsium lain seperti keju, yugurt dan es krim. Bisa juga dengan mengkonsumsi ikan-ikanan atau suplemen kalsium. Begitu pun kecukupan vitamin dan mineral dari susu dapat diperoleh dari suplemen vitamin dan makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, daging, ikan, serta buah-buahan.

    Hanya perlu diingat, kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi akan berpengaruh kepada kehamilan dan pertumbuhan janin. Jadi, bisa dibilang konsumsi susu pada ibu hamil amat bermanfaat untuk memenuhi kecukupan gizi yang baik semasa kehamilan.

    (Dirangkum dari liputan Tabloid Mingguan nakita, No. 414/TH. VIII/10 Maret 2007), Konsultan Ahli: dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG


  4. Menghilangkan Jerawat Batu

    KONSULTAN KECANTIKAN:

    dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK (K)
    Departemen Ilmu Kesehatan dan Kelamin FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusuma, dan Klinik SamMarie Wijaya Jakarta


    Pertanyaan:

    Saya memiliki jerawat batu di sekitar mata. Bagaimana menghilangkannya karena cukup mengganggu penampilan? Kemudian apakah benar kalau jerawat batu itu disebabkan oleh sisa kosmetik?

    Arinta, Kelapa Gading


    Jawab:

     

    Memang benar, timbulnya jerawat batu disebabkan oleh kosmetik yang pembersihannya tidak bersih. Terutama di daerah mata yang kulitnya sangat halus, sehingga kosmetik-kosmetik itu tertahan dikelenjar pilosebasea. Perlu diketahui, di dalam kulit terdapat banyak kelenjar, yang akan mengeluarkan produk ke permukaan melalui saluran kelenjar. Kelenjar yang membuat jerawat disebut kelenjar sebum, dan keluar melalui saluran pilosebasea tadi. Nah, saluran pilosebasea ini dapat menangkap partikel-partikel kosmetik, dan kemudian menyumbat di situ, yang menjadi jerawat batu. Jika tersumbat, baik kelenjar minyak maupun kelenjar keringat akan sulit mengeluarkan isinya.Tetapi, tidak boleh dilupakan juga ada penyakit pembesaran atau hiperplasi yaitu pertumbuhan yang berlebihan dari kelenjar keringat. Jika seseorang baru bangun tidur, pembesaran ini tidak terlihat, dan kulit terlihat licin-licin saja. Tetapi jika sudah terkena panas matahari maka timbul beruntusan seperti jerawat batu di sekitar mata.

    Sekarang penyembuhannya, sumbatan tersebut harus di buka untuk menghilangkan komedo (istilah kedokteran untuk jerawat batu). Untuk membuka sumbatan itu banyak cara yang bisa dilakukan. Pertama cara mekanik, yang kerap disebut orang ekstraksi komedo atau mengeluarkan komedo. Cara lainnya dengan menggunakan obat-obatan tretinoin yang fungsinya tak hanya mempermuda kulit karena membentuk kolagen baru, tetapi juga bisa untuk membuka sumbatan-sumbatan di kulit. Tetapi untuk pemakaiannya musti hati-hati karena daerah sekitar mata itu sensitif, sehingga mudah iritasi.

    (Liputan Tabloid Info kecantikan, Edisi 10, Tahun I, 22 Jan - 04 Feb 2007), Narasumber: dr. Tjut Alam Jacoeb, SpKK (K)


  5. Pentingnya Menjaga Keseimbangan Hormon

    Ketidakseimbangan akan berpengaruh buruk pada ibu dan janin

    Hormon adalah substansi atau zat yang dihasilkan berbagai kelenjar dalam tubuh dan beredar dalam darah. Diibaratkan, hormon itu sebagai penghantar perintah yang akan menuju ke organ sasaran tertentu agar organ tersebut berfungsi. Nah, pada kehamilan, tentu yang jadi organ sasarannya adalah organ-organ reproduksi.


    Pada awal proses kehamilan, hormon estrogen (hormon kelamin kewanitaan yang mengatur perkembangan dan menjaga ciri-ciri kewanitaan) serta hormon progesteron akan mengatur proses persiapan kehamilan pada rahim ibu. Estrogen yang dihasilkan oleh indung telur ibu akan memancing sel sperma dari pasangannya untuk masuk ke rahim. Ketika sel telur dan sel sperma bertemu di dekat ujung saluran telur, terjadilah pembuahan. Setelah pembuahan, estrogen bertugas langsung merangsang perkembangan rahim. Semakin lama dinding rahim akan menebal. Selanjutnya, hasil konsepsi tersebut menempel pada dinding rahim.

    Dari hasil konsepsi tersebut, korion (lapisan paling luar yang menyelubungi janin) akan mengeluarkan hormon kehamilan yaitu human Chorionic Gonado- tropin (hCG). Kadar hormon hCG inilah yang dapat terdeteksi (tertasah) pada awal-awal kehamilan, apakah seorang ibu tersebut hamil atau tidak. Jika kadar hCG-nya tinggi, berarti lbu tersebut hamil. Hormon ini akan meningkat sepanjang awal kehamilan, namun setelah 2-3 bulan kemudian akan statis dan menghilang begitu melahirkan. Hormon hCG akan mempertahankan korpus luteum (massa sel besar yang berkembang dari sisa kantung telur yang sudah pecah di indung telur). Korpus luteum ini mengeluarkan progesteron yang akan mempertahankan kehamilan. Ibaratnya, progesteron ini adalah pupuknya. Bila pupuknya kurang di awal kehamilan, maka tumbuhannya kurang subur, bahkan mati. Begitu juga kehamilan, bisa terjadi keguguran.

    Selain adanya hormon kehamilan, peningkatan hormon progesteron di awal kehamilan akan membuat kerja usus melambat sehingga ibu mudah kembung, dinding lambung mengendur dan asam lambung meningkat. Pengaruh inilah yang membuat ibu hamil sering  mengalami mual-muntah pada awal kehamilan. Ditambah lagi dengan darah yang agak mengental membuat transportasi darah atau oksigen ke otak berkurang sehingga ibu mudah pusing. Hormon progesteron dari korpus luteum akan terus diproduksi sampai usia kehamilan sekitar 14 minggu. Setelah usia itu, plasenta mulai terbentuk dan sejak itu tugas produksi hormon pun diambil alih plasenta. Plasenta menghasilkan beberapa hormon seperti estrogen, progesteron, testosteron, termasuk hCG, sampai akhir kehamilan.
    Go top   >   Back    

    (Liputan Tabloid Mingguan nakita, No. 414/TH. VIII/10 Maret 2007),
    Narasumber: Prof. Dr. dr. T.Z. Jacoeb, SpOG (K)


  6. Perlukah Periksa TORSH untuk Menghindari Keguguran?

    Terjadinya abortus atau keguguran pada kehamilan, merupakan seleksi alam terhadap embrio yang kualitasnya kurang baik. Alam akan memilih yang terbaik atau yang kualitasnya unggul. Namun kenyataannya, tak satupun pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati, bisa menerima kejadian abortus ini. Terlebih bila abortus itu terjadi lebih dari 2-3 secara berturut-turut. Hal ini disebut Abortus Berulang (AB) ataupun Abortus Habitualis (AH).


    Persiapan “Lahan” sehat untuk janin

    Pada hakikatnya, abortus merupakan cara alam dalam menjamin kesehatan sepanjang hayat seseorang." papar dr. T. Z. Jacoeb Sp.OG KGEH dari Yayasan SamMarie Binafiat. Syarat terjadinya kehamilan yang sehat dan kelahiran selamat, adalah 'bibit' yang bagus dalam arti kualitas sperma yang terbaik (dan tercepat), serta sel telur yang bagus.
    Namun itu saja tak cukup karena keadaan rahim calon ibu juga harus dipersiapkan. Harus ada saluran telur yang normal, serta telur menempel dan masuk ke rahim dengan bagus. Hormon yang berfungsi sebagai 'pupuk' juga harus normal, darah tidak kental dan bebas dari infeksi. Jadi rahim serta kondisi fisik dan psikis calon ibu harus dipersiapkan, kalau perlu dengan serangkaian pemeriksaan lanjutan agar tidak terjadi abortus, apalagi abortus berulang, “tambahnya. Angka Abortus Spontan (AS) pada populasi (wanita hamil) umum sekitar 10%-20%. Bila kehamilan tersebut didiagnosa lebih dini misalnya dengan uji kehamilan hormon yang sangat peka ditemukan bahwa sekitar 50%-60% sel telur yang terbuahi, berakhir dalam abortus (AS). Artinya, abortus terjadi sebelum penyusukan di uterus (sebelum pembuahan ' yang terjadi menempel di uterus), sehingga tampak seperti haid yang datang terlambat.

    Abortus Spontan Berulang (ASB) bisa menimfj 0,5%-2% dari jumlah populasi wanita hamil. Namun abortus mungkin lebih sering terjadi bila seseorang pernah mengalami abortus sebelumnya. Sebaliknya, kemungkinan ini berkurang jika sebelumnya telah terjadi kehamilan normal. Jadi, risiko abortus berhubungan dengan riwayat kehamilan lampau ASB merupakan masalah multifaktor. Faktor-faktor penyebab ASB yaitu: kelainan kromosom atau genetik (15%), infeksi pada rahim (1%-4%) yang disebabkan bakteri vagina, klamidia, TORSH, dan lainnya, kekurangan hormon progesteron, diabetes melitus dan penyakit kelenjar gondok (15%), kelainan pada organ rahim seperti miom, polip dan lainnya (11%), sindrom antifosfolipid yang ditimbulkan oleh penyakit imunologi (5%), toksin lingkungan, pemakaian kokain dan obat-obatan, serta penyebab yang tidak diketahui atau idiopatik (50%).

    Penyebab abortus pada seorang wanita perlu dikenali sehingga bisa didapat cara penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya abortus berulang.

     

    Siapa sajakah yang perlu melakukan pemeriksakan TORSH?

    • Wanita yang akan hamil atau mempunyai rencana untuk hamil
    • Wanita yang pernah mengalami keguguran berulang
    • Wanita yang baru/ sedang hamil
    • Bayi lahir yang ibunya terinfeksi.

     

    Infeksi TORSH

    Infeksi TORSH (toksoplasma, rubela, sitomegalus, herpes simpleks) sungguh tak dapat diremehkan karena dapat menjadi ancaman bagi kehamilan. Infeksi ini dapat menyerang secara primer pada saat kehamilan terutama di trimester pertama, dapat pula bersifat laten.

    Kelainan yang timbul akibat infeksi TORSH ini sangat beragam, baik berupa keguguran (abortus spontan) maupun bayi lahir dengan berbagai kelainan. Misalnya radang mata atau kelainan pada mata bayi, tuli, kerusakan jantung, gangguan pertumbuhan, gangguan syaraf pusat, radang otak, keterbelakangan mental, dan sebagainya.

     

    I. Infeksi toksoplasma

    Infeksi ini pada trimester pertama dapat mengenai 17% janin dengan risiko abortus, cacat bawaan, retardasi mental, dan sebagainya. Sedangkan serangan pada trimester selanjutnya bisa menyebabkan hidrosefalus, retinitis, dan lainnya. Infeksi toksoplasma (toxoplasma gondii) merupakan infeksi yang dapat berdiri sendiri maupun 'bergandengan' dengan infeksi lainnya. Pada manusia, infeksi toksoplasma bisa berasal dari 3 hal, yaitu:

    • Dari makanan yang tertelan manusia, padahal makanan tersebut sudah tercemar oleh ookista pada tinja hewan (kucing) yang terinfeksi,
    • Daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi (mengandung kista berisi bradizoit atau kista yang membelah dan terinfeksi)
    • Secara bawaan yakni melalui penularan dari ibu yang terinfeksi pada awal kehamilan kepada janin yang dikandung. Infeksi yang terjadi pada wanita hamil ini bisa menular secara sistemik maupun genital. Jadi janin bisa terinfeksi melalui plasenta, maupun melalui kontak langsung dengan penginfeksi (organ yang terinfeksi) di jalan lahir.

    Toksoplasma sendiri adalah parasit dari hewan. Bisa dikatakan bahwa kucing merupakan induk semang sejati bagi parasit tokso ini. Siklus hidup seksual parasit ini berlangsung dalam usus kucing, dan berujung dengan terbentuknya ookista - bulatan kista besar berisi dua kista kecil yang jika pecah akan mengeluarkan parasit aktif. Ookista yang jumlahnya bisa mencapai 10 juta sehari ini bisa tertelan melalui mulut, dan akan pecah sehingga sporozoit (spora yang terbentuk setelah pembuahan) yang terbebas itu bisa menembus mukosa usus dan menyebar melalui darah dan limfa. Pada individu dewasa yang sehat dan normal, gejala penyakit akibat toksoplasma ini tak terlihat.

    Serangan infeksi toksoplasma pada orang dewasa yang sehat dan normal, biasanya hampir tanpa gejala. Kalaupun ada hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian belakang dan demam.

    Bila toksoplasma menyerang ibu hamil yang umumnya mengalami penurunan daya tahan tubuh ini bisa menyebabkan darah putih menurun dan terjadi sindrom antifosfolipid atau darah mengental. "Sindrom antifosfolipid ini menyebabkan aliran darah ke rahim tersumbat sehingga bisa terjadi plasenta berkapur. Akibatnya si ibu bisa mengalami pre-eklampsia," terang dr. Jacoeb.

    Sedangkan serangan toksoplasma pada janin di trimester I kehamilan dapat mengakibatkan abortus, cacat bawaan, gangguan susunan syaraf dan retardasi mental. Serangan virusdi semester berikutnya antara lain bisa mengakibatkan hidrosefalus, retinitis dan lainnya.

    Bila virus ini menyerang otak janin, dr. Jacoeb menambahkan, "Ini bisa mengakibatkan akrania atau bayi lahir tanpa tengkorak, bayi lahir dengan otak berkapur dan mengeras atau kalsifikasi, bisa pula menyebabkan bayi lahir idiot. Bayi yang lahir dengan keadaan kalsifikasi umumnya mengalami gejala kejang-kejang."

     

    II. Rubella

    Ini merupakan infeksi yang disebabkan virus. Rubela sering disebut campak, yaitu penyakit akibat serangan virus yang menimbulkan bintik-bintik merah di kulit disertai demam atau suhu tubuh meninggi.

    Rubella yang menyerang janin pada ibu hamil, seringkali menjadikan sistem syaraf yang lain (bukan otak) bayi sebagai sasaran. Akibatnya bayi dapat lahir dengan kelainan seperti sumbing, katarak mata atau mata putih, sekat jantung bayi tidak menutup (istilah umumnya bocor jantung), ataupun bayi terlahir tuli (indera pendengaran rusak/terganggu).

    Rubella menyerang 8,3% kehamilan. Kelainan yang dialami janin akibat virus rubella ini dapat dideteksi melalui ultrasonografi (USG 3 dimensi).

     

    III. Virus Sitomegalus (CMV)

    Virus ini merupakan anggota 'keluarga' virus herpes. Dalam hal ini, CMV adalah virus herpes Tipe 5. Ada satu sifat CMV yang mirip virus toksoplasma, yaitu sifatnya yang laten atau menetap. Maksudnya virus ini bisa 'bersembunyi' hingga muncul di saat tertentu terutama saat daya tubuh menurun seperti saat hamil. Tempat persembunyiannya antara lain pada uretra, serviks, dan lainnya. Virus ini bisa pula 'menyusup' pada sel plasenta, selaput rahim, dan air ketuban. Namun serangan virus CMV makin berbahaya saat serangan infeksi baru terjadi saat kehamilan, terutama trimester I. Keadaan ini. disebut CMV primer.

    Infeksi CMV pada kehamilan seringkali tanpa gejala (asimtomatik). Serangan CMV pada kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (sindrom BB lahir-rendah), hidrosefalus, pengapuran intrakranial, khorioretinitis, retardasi mental, hepatosplenomegali, dan sebagainya.

     

    IV. Virus Herpes Simplex (VHS)

    Virus yang satu ini mungkin namanya tak terlalu asing bagi kita. Kendati orang sering menggolongkan penyakit akibat VHS ini sebagai penyakit 'kotor' alias penyakit menular seksual, kenyataannya penularannya tidak selalu dengan cara demikian. Karena VHS bisa berada di mana saja dan menyerang manusia yang daya tahan tubuhnya sedang menurun / buruk.

    Sayangnya, VHS memang tidak bisa dimatikan. Sekali ia masuk ke dalam tubuh maka ia tidak akan hilang. Sebab, setelah masuk ke tubuh manusia VHS ini melekat pada sel sehat untuk memproduksi kembaran dari virus ini. Jadi hasil kembaran VHS inilah yang dapat menginfeksi sel-sel sehat di sekitarnya.

    • Apabila VHS menyerang saat hamil, ini bisa menyebabkan bayi lahir mengalami kebutaan. Sedangkan jika serangan terjadi di daerah genital wanita hamil, maka persalinan harus dilakukan melalui operasi sesar agar tidak menulari bayi melalui jalan lahir. Pengobatan primer yaitu pada saat herpes terjadi untuk pertama kalinya. Pengobatan bisa berlangsung selama 14 hari, terkecuali pada ibu hamil karena pengobatannya lebih spesifik.
    • Pengobatan episodik yakni untuk herpes yang jarang kambuh. Namun saat gejala kambuh pertama kali, perlu pengobatan untuk mencegah herpes lama kambuh kembali.
    • Pengobatan supresif, untuk herpes yang sering kambuh. Pengobatan ini harus dijalani untuk mencegah kekambuhan dan mengurangi risiko lepasnya virus.

     

    Disadur dari Health Today, November 2006


  7. Pengaruh Depresi Terhadap Janin

    Alhamdulillah sekarang usia kehamilan saya berjalan 5 bulan. Namun selama hamil, saya menderita depresi yang cukup hebat. Sering merasa cemas, gelisah, 'menangis, jantung berdebar kuat, dan stress. Apakah yang saya alami ini wajar dan disebabkan pengaruh hormon kehamilan? Saya takut membahayakan janin yang ada di dalam kandungan?
    Okta - Bekasi

    Jawab:
    Selamat atas kehamilan Anda, kehamilan adalah suatu anugrah yang harus disyukuri. Berbagai gejala yang tidak biasa sering "menemani" kehamilan. Gejala-gejala yang menganggu tersebut sebaiknya dilaporkan pada dokter yang merawat kehamilan Anda untuk dicari penyebabnya.
    Bila Anda tidak memiliki kekelainan fisik atau organ tubuh yang menyebabkan seperti kelainan jantung dan tekanan darah, berarti gejala tersebut adalah gejala psikomatis kehamilan yang dapat disebabkan oleh hormon kehamilan.
    Gejala yang Anda alami tersebut sebaiknya Anda atasi sendiri dengan berusaha menikmati kahamilan ini. Bila perlu konsultasikan kepada dokter Psikiatri (ahli penyakit jiwa). Karena depresi dan stress berkepanjangan tentu dapat mempengaruhi pertumbuhan janin Anda.

    dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG

    Disadur dari majalah 9month


  8. Tips Merawat Gigi

    Gigi sehat adalah gigi yang bersih tanpa lubang. Maka rawatlah gigi secara baik dan teratur, kalau ada gigi yang berlubang, segera periksa ke dokter gigi.

    Tips Merawat Gigi

    • Sikat gigi dengan baik dan teratur minimal dua kali sehari, pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur.
    • Menyikat gigi dengan gerakan vertikal dari arah gusi ke ujung gigi. Bagian luar, dalam dan permukaan gigi harus disikat dengan teliti,  tidak usah terlalu keras, tapi mantap. Gusi juga harus tersikat agar sisa-sisa makanan yang ada di leher gigi hilang
    • Gunakan pasta gigi yang mengandung Flour untuk menguatkan lapisan (email) gigi.
    • Pilih sikat gigi dengan bulu sikat yang tidak terlalu keras/lembek/ jarang. Jarak ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat sedekat mungkin, bila tidak ujung sikat gigi sudah mentok ke bagian belakang tapi bulu sikat tidak kena gigi, jadi ada bagian gigi yang tidak tersikat.
    • Sebisa mungkin kurangi makanan/jajanan yang manis dan lengket misalnya coklat, dodol. Juga minuman seperti teh, kopi, minuman  ringan (coca-cola dsbnya), serta rokok yang dapat menyebabkan warna gigi jadi kusam, kecoklat-coklatan. Segera berkumur atau    sikat gigi sesudah makan/minum tersebut.
    • Rajinlah secara teratur memeriksakan gigi ke dokter gigi, minimal enam bulan sekali.
    • "Dengan gigi sehat dan bersih senyum Anda akan lebih menawan"

  9. Kualitas sperma, Pistol Oke Peluru Belum Tentu

    Aldi tercenung membaca lembaran hasil pemeriksaan laboratorium yang dipegangnya. Di situ tertera kadar spermatozoa nol. Kesimpulannya, Aldi manduI. "Tidak mungkin, tidak mungkin," ucap pria berusia 38 tahun ini sambil menggeleng-gelengkan kepala. la merasa tidak punya masalah seksual. hubungan intim dengan istri hampir selalu berjalan mulus. Malah bila bicara soal urusan seksual, Aldi bisa berbangga karena ia memang jagoan di atas ranjang. " Jadi, bagaimana mungkin aku mandul?" aldi masih tak percaya.



    Menurut dr. Indra G. Mansur, DHES, Sp.And, pakar andologi dan Imunoreproduksi dari Klinik Fertilitas dan Menoandropause Sam Marie, tidak sedikit pria seperti Aldi, yang mengira keperkasaan identik dengan kesuburan. Padahal sekalipun berkaitan, keduanya merupakan hal yang sangat berbeda. Yang satu terkait fungsi seksual dan yang lain berhubungan dengan fungsi reproduksi. Ringkasnya lelaki yang bisa melakukan hubungan seksual, tidak otomatis bisa pula membuahi pasangannya.

    Ada syarat wajib yang mesti dipenuhi agar bisa menghamili sang istri. Selain mampu melakukan hubungan seksual secara normal, suami harus pula mampu mengeluarkan bibit yang berpotensi membuahi sel telur. Bibit ini dinamakan spermatozoa atau sering disebut dengan istilah ‘sperma’ saja. Kualitas dan kuantitas sperma inilah yang menjadi penentu utama seorang dikatakan pria subur atau tidak.

    Pistol dan Peluru

    Indra memberikan ilustrasi, kaitan antara kemampuan seksual dan keberadaan sperma ibarat hubungan pistol dan peluru. Dalam hal ini yang menjadi peluru adalah sperma. Peluru tidak akan mampu mencapai sasaran bila pistol yang digunakan tidak punya daya yang kuat untuk menembakkannya. Sebaliknya, pistol yang canggih sekalipun tidak akan mampu menaklukkan musuh bila tidak ada peluru berkualitas bagus yang ditembakkan, misalnya peluru karet. Apalagi jika pistol tersebut malah tidak punya peluru sama sekali.

    lIustrasi di atas menggambarkan kemampaun seksual dan kesuburan menjadi dua hal yang saling mendukung untuk mewujudkan suatu pembuahan alamiah yang terjadi melalui hubungan intim.

    Dalam membahas kesuburan pria, fokus kita terarah pada masalah sperma. Sudah digariskan oleh Sang Pencipta bahwa sperma merupakan unsur terpenting yang memungkinkan pria bisa menjadi seorang ayah.

     

    Artinya, bila ‘pistol’ tidak bekerja dengan baik dan pembuahan alami tidak bisa dilakukan, kehamilan masih bisa diupayakan selama sperma masih ada. Teknologi kedokteran yang bisa membantu masalah ini dikenal de ngan istilah bayi tabung. Bila pria yang tidak memiliki kandungan sperma pada cairan maninya disebut mengalami kasus azoospermatozoa. Bahasa awamnya tidak punya 'bibit'.

    (Liputan Majalah Human Health Tahun V - No. 04 - April 2006),  Narasumber: dr. Indra G. Mansur, DHES, SpAnd


  10. Q & A Pregnancy

     

    Alergi Dingin dan Debu saat hamil

    Dok, saya alergi dingin dan debu. Saat ini saya sedang hamil 4 bulan. Hampir setiap pagi saya bersin-bersin, dan pilek di siang hari. Apakah ini berbahaya bagi janin yang saya kandung. Adakah yang bisa saya lakukan? Bolehkah saya minum obat pilek? Fitri – Bekasi

    Jawab:

    Tidak berbahaya bagi janin. Dari cerita ibu yang alergi dari cuaca atau udara, maka sebaiknya kalau malam tidur pakai selimut atau baju hangat dan matikan AC apabila ibu pakai AC. Jika ibu alergi debu, hindari benda-benda yang bisa menimbulkan debu. Obat pilek tidak perlu tetapi minumlah vitamin C.

     

    Kapan bisa hamil lagi?

    Dokter yang baik, seminggu yang lalu saya habis dikuret, karena kandungan saya yang baru berusia dua bulan mengalami flek. Dokter kandungan saya memutuskan untuk menguretnya. Saya ingin sekali segera menimang buah hati. Apakah setelah kuret ini saya bisa segera hamil lagi? Atau harus menunggu berapa lama? Mengapa? Nida - Jakarta

    Jawab:

    Kenapa pada waktu itu harus dikuret dan kondisi janin bagaimana sampai harus dikuret? Jadi sebaiknya dicari penyebabnya dahulu kenapa pada waktu itu ibu harus dikuret sebelum ibu hamil lagi.

     

    Kontrasepsi aman

    Dok, saya baru saja menikah. Namun ingin menunda momongan. Mungkin dua tahun ke depan. Amankah bagi kandungan saya jika saya ber-KB dahulu? Kontrasepsi apa yang cocok buat saya? Terimakasih. Mira - Jakarta

    Jawab:

    Seseorang yang sudah menikah sebaiknya segera hamil, tetapi bila ingin menunda kehamilan, tunda dengan cara aman, misal: pantang berkala, senggama putus, KB kondom dan pil dengan kandungan hormone rendah. Jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

     

    Disadur dari Majalah 9month bulan Februari 2008


Share on facebook

PostHeaderIcon INSEMINASI

Jika sebelumnya Anda sudah punya anak laki-laki (atau mungkin saat ini Anda sudah punya dua atau tiga anak laki-laki), tentu terbesit untuk punya anak  perempuan. Demikian juga sebaliknya. Dan meskipun persamaan hak serta kesetraan gender semakin kuat terasa di era modern ini, tidak bias dipungkiri bahwa masih ada budaya yang menghargai hanya salah satu jenis kelamin. Atau alasannya lebih sederhana: keluarga akan terasa lebih lengkap dengan kehadiran anak lelaki dan perempuan.

Mungkin Anda pernah mendengar orang tua Anda atau sesama ibu yang menyarankan agar Anda banyak makan pisang untuk mendapatkan anak laki-laki. Sementara jika ingin anak perempuan, sebaiknya Anda mengkonsumsi jeruk, “Anggapan-anggapan seperti itu banyak beredar. Meskipun masuk akal tapi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa metode-metode tersebut akurat, “ kata dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG dari SamMarie Family Healthcare, Jakarta. Keberhasilannya mungkin saja suatu kebetulan.namun di antara cara-cara alami yang sering Anda dengar, ada beberapa yang boleh Anda coba karena tidak membawa resiko. Silakan konsumsi pisang saat Anda berusaha mendapatkan anak laki-laki. Lagipula seandainya Anda gagal, pisang baik untuk kesehatan.

Metode opemilihan jenis kelamin yang punya bukti keberhasilan secara tertulis adalah metode medis. Bayi tabung adalah teknik PGD atau metode inseminasi punya catatan keberhasilan yang dapat dipercaya. Berikut penjelasan seputar  teknik seleksi jenis kelamin bayi secara medis dan alami. Mungkin tulisan ini menginspirasi Anda untuk kembali berusaha mendapatkan momongan atau berguna bagi sahabat Anda yang sedang mencoba hamil. Ada perkataan klise yang mungkin sudah terlalu sering Anda dengar : Manusia boleh berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Silakan berusaha mendapatkan anak sesuai jenis kelamin yang Anda inginkan tapi sebaiknya Anda senantiasa pasrah bahwa Tuhanlah yang menentukan. Selamat mencoba.

 

Teknologi Medis

Secara teknis Anda bisa memilih jenis kelamin bayi. Semua berkat kemajuan teknologi kedokteran, khususnya di bidang penanganan infertilitas, yang membuat dokter bias mengidentifikasi dan memilih  embrio dari jenis kelamin tertentu. Namun, pemilihan jenis kelamin melalui cara-cara medis tidak diizinkan di Indonesia dan di banyak Negara lain karena alasan etika. Bahkan di AS, pemilihan jenis kelamin umumnya tidak diperbolehkan jika pasangan suami-istri  baru mencoba punya anak pertama. Dan biasanya pasangan suami-istri dating ke klinik fertilitas karena sudah bertahun-tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Bagi pasangan suami-istri tersebut, Janis kelamin anak bukanlah masalah. Namun tidak ada salahnya Anda mengetahui metode seleksi jenis kelamin yang bias dilakukan secara medis.

 

PREIMPLANTASI GENETIC DIAGNOSIS (PGD)

Kemungkinan berhasil : 100%

PGD merupakan tes kelainan genetik yang dilakukan dalam bentuk teknik pembuahan in vitro (biasa disebut bayi tabung). PGD, secara teori, juga bias dilakukan untuk menentukan jenis kelamin calon bayi. Ketika PGD diperkenalkan pada tahun 1989, teknik itu digunakan semata-mata untuk emmbantu pasangan suami-istri dengan kelainan genetic pada embrio yang akan ditanamkan, “Kini, PGD masih digunakan untuk alasan yang sama meskipun teknik tersebut bisa ditujukan untuk seleksi jenis kelamin. Namun pemilihan jenis kelamin menggunakan metode PGD  hanya dilakukan di Negara tertentu saja, sedangkan di banyak negara tidak dilakukan karena masalah etika dan kepercayaan,” kata dr. Bonti, sapaan akrab dr. Rino Bonti.

Pada proses bayi tabung, sel telur dibuahi oleh sperma di luar rahim. Sel telur tunggal atau beberapa sel telur lantas dipisahkan satu sama lain hingga menghasilkan embrio dan dites jenis kelaminnya. Pada proses bayi tabung biasa, pihak laboratorium menentukan embrio di bawah mikroskop. Namun dengan teknik PGD, sejumlah tes dilakukan untuk melihat kemungkinan kelainan genetic dan untuk mengetahui jenis kelamin.

 

INSEMINASI

Kemungkinan berhasil : bagi perempuan 91 persen, bayi laki-laki 76 persen

Inseminasi intra uteri(intrauterine insemination) adalah tindakan dokter untuk memindahkan sperma ke dalam rahim. “Sebelum disuntikkan kedalam rahim, sperma sudah diproses atau dipilih yang berkualitas baik terlebih dulu di laboratorium andrologi,” kata dr. Dicky Moch. Rizal, MKes, SpAnd, staf pengajar FK Universitas Gajah mada Bagian Ilmu Faal sekaligus  Kepala Laboratorium Klinik Andrologi-Klinik  Infertilitas Permata Hati RS DR. Sardjito, Yogyakarta. Pemrosesan sperma kira-kira berlangsung selama 1-2 jam, sementara proses pemindahan atau inseminasinya memakan waktu sekitar 10-15 menit dengan menggunakan kateter atau selang kecil. Dalam dua minggu, keberadaan janin sudah bias dicek dengan tes kehamilan. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. Proses inseminasi dilakukan tanpa rasa sakit.

Sperma mempunyai dua gen yaitu androsperma (gen Y) dan gynosperma (gen X). metode preparasi sperma “renang atas” (swim-up) dalam teknik inseminasi dapat menghasilkan sperma Y lebih banyak sementara metode gradient memberi kemungkinan pemilihan jenis kelamin tertentu menjadi lebih besar.

 

CARA ALAMI

Teknologi medis memang sudah memungkinkan pemilihan jenis kelamin bayi. Namun tidak semua metode canggih bias Anda tempuh. Selain karena pertimbangan etika, harga memanfaatkan teknologi terkini itu relative mahal. Untuk bayi tabung, misalnya, Anda perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 40 juta untuk satu kali pross. Ada cara mudah, murah, dan menyenangkan yang bias Anda coba di rumah. Teknik berikut dipercaya bias membantu jenis kelamin bayi yang kelak Anda kandung. Meskipun kebenarannya belum dapat dibuktikan secara ilniah, tidak ada salahnya mencoba.

 

JENIS MAKANAN

Menurut kepercayaan, makann yang dikonsumsi sebelum konsepsi atau masa pembuahan dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi Anda.

JIKA ANDA INGIN BAYI LAKI-LAKI makanlah daging merah, makanan yang banyak mengandung kalium seperti pisang, dan makanan yang kaya garam. Mengkonsumsi jenis makanan tersebut dipercaya membantu kondisi vagina menjadi basa kondisi yang disukai sperma Y.

JIKA ANDA INGIN BAYI PEREMPUAN konsumsi makanan yang asam seperti jeruk, makanan kaya lemak dan tinggi kalsium susu dan dairy product. Sperma X yang tahan asam dapat hidup lebih lama dan secara otomatis menyeleksi sperma Y yang secara otomatis menyeleksi sperma Y yang tidak dapat bertahan dalam kondisi asam.

 

SERBA-SERBI BERCINTA

JIKA ANDA INGIN BAYI LAKI-LAKI dianjurkan untuk berhubungan seks sedekatmungkin dengan masa ovulasi. Logikanya, sperma Y mampu berenang lebih cepat dari sperma X sehingga diharapkan sperma Y dapat mencapai sel telur lebih dulu tepat di saat ovulasi. Anda bisa mengetahui masa ovulasi berdasarkan siklus haid atau menggunakan alat khusus (bentuknya mirip dengan alat tes kahamilan) yang dijual bebas. Selain itu, ada anjuran lain yaitu :

  • Anda mencapai orgasme lebih dulu dibandingkan suami agar tercipta kondisi basa yang disukai sperma Y.
  • Penetrasi lebih dalam untuk memperpendek jarak menuju sel telur agar sperma Y yang bias berenang lebih cepat dapat lebih dulu mencapai sel telur.
  • Cobalah bercinta dengan posisi berdiri atau menyamping untuk mendapatkan penetrasi dalam. Banyak orang percaya posisi tersebut membuahkan anak laki-laki.
  • Ada kepercayaan jika suami yang punya inisiatif untuk berhubungan seks, Anda akan mendapat anak laki-laki.

JIKA ANDA INGIN BAYI PEREMPUAN dianjurkan berhubugan seks seblum masa ovulasi karena sperma X dapat bertahan hidup lebih lama dibandingkan sperma Y. ketika ovulasi tiba, diharapkan tinggal sperma X yang masih hidup dan berenang hingga mencapai sel telur, lalu lahirlah bayi cantik 9 bulan kemudian. Juga disarankan agar :

  • Suami orgasme lebih dulu. Bahkan beberapa orang menyarankan agar istri tidak mencapai supaya kondisi vagina tetap asam.
  • Penetrasi jangan terlalu dalam.
  • Posisi klasik misionaris atau woman on top diyakini membantu Anda mendapatkan bayi perempuan. Mungkin dikaitkan dengan kenyamanan wanita dalam posisi bercinta klasik tersebut.
  • Anda yang mengambil inisiatif untuk bercinta. Selain itu, ada mitos yang menyarankan Anda bercinta siang hari dan meletakkan pita di balik bantal. Meskipun tidak masuk akal, tidak ada ruginya dicoba. Jika gagal, setidaknya pita tersebut telah memberi variasi pada aktivitas Anda dan suami.

 

SELEKSI ALAM

Alam ternyata sudah mengatur keseimbangan jenis kelamin. Jika Anda kerap mendengar bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah laki-laki, cob abaca statistic berikut. Badan Koordinat Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2007 menyebutkan bahwa jumlah laki-laki 50,2 persen  dan jumlah perempuan 49,8 persen. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2005 melansir data rasio jumlah penduduk laki-laki dan perempuan 109 juta:108 juta. Jadi ada baiknya Anda bersyukur dengan kehadiran buah hati laki-laki maupun perempuan karena Alam sudah memberi yang terbaik bagi keseimbangan hidup.

 

Kalender Bulan

Mungkin Anda pernah mendengar soal kalender China kuno yang dapat mempredikdikan jenis kelamin bayi. Kalender China yang dihitung berdasarkan peredaran bulan tersebut banyak tanggapan dari para orang tua. Bahkan sebuah situs mengklaim akurasi kalender bulan mencapai 93 persen! Banyak orang tua yang sudah membuktikan kebenaran kalender yang konon terkubur di sebuah pemakaman dekat Beijing selama 700 tahun itu. Jika Anda penasaran, silakan simak kalender China kuno yang cukup menghebohkan berikut ini.

Anda dapat memilih bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada kalender bulan. Kolom horizontal menunjukkan usia istri sementara kolom vertical menunjukkan bulan konsepsi. Dengan melihat table di atas. Anda dapat memilih waktu untuk berhubungan intim demi menentukan Janis kelamin bayi yang diinginkan. Misalnya jika saat ini Anda berusia 26 tahun, maka ketika pembuahan terjadi pada bulan Juli, Anda akan mendapatkan anak perempuan.

Namun metode kalender bulan tersebut dibantah oleh para praktisi medis. Dr. Eduardo Villamor dari Departement of Environmental Health Sciences di University of Michigan School of Public Health dan para koleganya dari Swedia dan Boston menyimpulkan bahwa kebenaran metode itu hanyalah sebuah kebetulan. Dr. Villamor mendata 2,8 juta kelahiran bayi di Swedia antara 1973-2006 dan menyandingkan data tersebut dengan kalender bulan. “Kami menyimpulkan bahwa metode kalender China kuno tidak bias dijadikan landasan pemilihan jenis kelamin bayi,” tulis dr. Villamor dalam kesimpulan riset yang dipublikasikan di jurnal Paediatric and Perinatal Epidermiology edisi Mei 2010.

Disadur dari majalah Parents Juli 2010.

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 31 Mei 2011 10:11 )

site hit counter