Perlukah Periksa TORSH untuk Menghindari Keguguran?
Terjadinya abortus atau keguguran pada kehamilan, merupakan seleksi alam terhadap embrio yang kualitasnya kurang baik. Alam akan memilih yang terbaik atau yang kualitasnya unggul. Namun kenyataannya, tak satupun pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati, bisa menerima kejadian abortus ini. Terlebih bila abortus itu terjadi lebih dari 2-3 secara berturut-turut. Hal ini disebut Abortus Berulang (AB) ataupun Abortus Habitualis (AH).
Persiapan “Lahan” sehat untuk janinAbortus Spontan Berulang (ASB) bisa menimfj 0,5%-2% dari jumlah populasi wanita hamil. Namun abortus mungkin lebih sering terjadi bila seseorang pernah mengalami abortus sebelumnya. Sebaliknya, kemungkinan ini berkurang jika sebelumnya telah terjadi kehamilan normal. Jadi, risiko abortus berhubungan dengan riwayat kehamilan lampau ASB merupakan masalah multifaktor. Faktor-faktor penyebab ASB yaitu: kelainan kromosom atau genetik (15%), infeksi pada rahim (1%-4%) yang disebabkan bakteri vagina, klamidia, TORSH, dan lainnya, kekurangan hormon progesteron, diabetes melitus dan penyakit kelenjar gondok (15%), kelainan pada organ rahim seperti miom, polip dan lainnya (11%), sindrom antifosfolipid yang ditimbulkan oleh penyakit imunologi (5%), toksin lingkungan, pemakaian kokain dan obat-obatan, serta penyebab yang tidak diketahui atau idiopatik (50%).
Penyebab abortus pada seorang wanita perlu dikenali sehingga bisa didapat cara penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya abortus berulang.
Siapa sajakah yang perlu melakukan pemeriksakan TORSH?
- Wanita yang akan hamil atau mempunyai rencana untuk hamil
- Wanita yang pernah mengalami keguguran berulang
- Wanita yang baru/ sedang hamil
- Bayi lahir yang ibunya terinfeksi.
Infeksi TORSH
Infeksi TORSH (toksoplasma, rubela, sitomegalus, herpes simpleks) sungguh tak dapat diremehkan karena dapat menjadi ancaman bagi kehamilan. Infeksi ini dapat menyerang secara primer pada saat kehamilan terutama di trimester pertama, dapat pula bersifat laten.
Kelainan yang timbul akibat infeksi TORSH ini sangat beragam, baik berupa keguguran (abortus spontan) maupun bayi lahir dengan berbagai kelainan. Misalnya radang mata atau kelainan pada mata bayi, tuli, kerusakan jantung, gangguan pertumbuhan, gangguan syaraf pusat, radang otak, keterbelakangan mental, dan sebagainya.
I. Infeksi toksoplasma
Infeksi ini pada trimester pertama dapat mengenai 17% janin dengan risiko abortus, cacat bawaan, retardasi mental, dan sebagainya. Sedangkan serangan pada trimester selanjutnya bisa menyebabkan hidrosefalus, retinitis, dan lainnya. Infeksi toksoplasma (toxoplasma gondii) merupakan infeksi yang dapat berdiri sendiri maupun 'bergandengan' dengan infeksi lainnya. Pada manusia, infeksi toksoplasma bisa berasal dari 3 hal, yaitu:
- Dari makanan yang tertelan manusia, padahal makanan tersebut sudah tercemar oleh ookista pada tinja hewan (kucing) yang terinfeksi,
- Daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi (mengandung kista berisi bradizoit atau kista yang membelah dan terinfeksi)
- Secara bawaan yakni melalui penularan dari ibu yang terinfeksi pada awal kehamilan kepada janin yang dikandung. Infeksi yang terjadi pada wanita hamil ini bisa menular secara sistemik maupun genital. Jadi janin bisa terinfeksi melalui plasenta, maupun melalui kontak langsung dengan penginfeksi (organ yang terinfeksi) di jalan lahir.
Toksoplasma sendiri adalah parasit dari hewan. Bisa dikatakan bahwa kucing merupakan induk semang sejati bagi parasit tokso ini. Siklus hidup seksual parasit ini berlangsung dalam usus kucing, dan berujung dengan terbentuknya ookista - bulatan kista besar berisi dua kista kecil yang jika pecah akan mengeluarkan parasit aktif. Ookista yang jumlahnya bisa mencapai 10 juta sehari ini bisa tertelan melalui mulut, dan akan pecah sehingga sporozoit (spora yang terbentuk setelah pembuahan) yang terbebas itu bisa menembus mukosa usus dan menyebar melalui darah dan limfa. Pada individu dewasa yang sehat dan normal, gejala penyakit akibat toksoplasma ini tak terlihat.
Serangan infeksi toksoplasma pada orang dewasa yang sehat dan normal, biasanya hampir tanpa gejala. Kalaupun ada hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian belakang dan demam.
Bila toksoplasma menyerang ibu hamil yang umumnya mengalami penurunan daya tahan tubuh ini bisa menyebabkan darah putih menurun dan terjadi sindrom antifosfolipid atau darah mengental. "Sindrom antifosfolipid ini menyebabkan aliran darah ke rahim tersumbat sehingga bisa terjadi plasenta berkapur. Akibatnya si ibu bisa mengalami pre-eklampsia," terang dr. Jacoeb.
Sedangkan serangan toksoplasma pada janin di trimester I kehamilan dapat mengakibatkan abortus, cacat bawaan, gangguan susunan syaraf dan retardasi mental. Serangan virusdi semester berikutnya antara lain bisa mengakibatkan hidrosefalus, retinitis dan lainnya.
Bila virus ini menyerang otak janin, dr. Jacoeb menambahkan, "Ini bisa mengakibatkan akrania atau bayi lahir tanpa tengkorak, bayi lahir dengan otak berkapur dan mengeras atau kalsifikasi, bisa pula menyebabkan bayi lahir idiot. Bayi yang lahir dengan keadaan kalsifikasi umumnya mengalami gejala kejang-kejang."
II. Rubella
Ini merupakan infeksi yang disebabkan virus. Rubela sering disebut campak, yaitu penyakit akibat serangan virus yang menimbulkan bintik-bintik merah di kulit disertai demam atau suhu tubuh meninggi.
Rubella yang menyerang janin pada ibu hamil, seringkali menjadikan sistem syaraf yang lain (bukan otak) bayi sebagai sasaran. Akibatnya bayi dapat lahir dengan kelainan seperti sumbing, katarak mata atau mata putih, sekat jantung bayi tidak menutup (istilah umumnya bocor jantung), ataupun bayi terlahir tuli (indera pendengaran rusak/terganggu).
Rubella menyerang 8,3% kehamilan. Kelainan yang dialami janin akibat virus rubella ini dapat dideteksi melalui ultrasonografi (USG 3 dimensi).
III. Virus Sitomegalus (CMV)
Virus ini merupakan anggota 'keluarga' virus herpes. Dalam hal ini, CMV adalah virus herpes Tipe 5. Ada satu sifat CMV yang mirip virus toksoplasma, yaitu sifatnya yang laten atau menetap. Maksudnya virus ini bisa 'bersembunyi' hingga muncul di saat tertentu terutama saat daya tubuh menurun seperti saat hamil. Tempat persembunyiannya antara lain pada uretra, serviks, dan lainnya. Virus ini bisa pula 'menyusup' pada sel plasenta, selaput rahim, dan air ketuban. Namun serangan virus CMV makin berbahaya saat serangan infeksi baru terjadi saat kehamilan, terutama trimester I. Keadaan ini. disebut CMV primer.
Infeksi CMV pada kehamilan seringkali tanpa gejala (asimtomatik). Serangan CMV pada kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (sindrom BB lahir-rendah), hidrosefalus, pengapuran intrakranial, khorioretinitis, retardasi mental, hepatosplenomegali, dan sebagainya.
IV. Virus Herpes Simplex (VHS)
Virus yang satu ini mungkin namanya tak terlalu asing bagi kita. Kendati orang sering menggolongkan penyakit akibat VHS ini sebagai penyakit 'kotor' alias penyakit menular seksual, kenyataannya penularannya tidak selalu dengan cara demikian. Karena VHS bisa berada di mana saja dan menyerang manusia yang daya tahan tubuhnya sedang menurun / buruk.
Sayangnya, VHS memang tidak bisa dimatikan. Sekali ia masuk ke dalam tubuh maka ia tidak akan hilang. Sebab, setelah masuk ke tubuh manusia VHS ini melekat pada sel sehat untuk memproduksi kembaran dari virus ini. Jadi hasil kembaran VHS inilah yang dapat menginfeksi sel-sel sehat di sekitarnya.
- Apabila VHS menyerang saat hamil, ini bisa menyebabkan bayi lahir mengalami kebutaan. Sedangkan jika serangan terjadi di daerah genital wanita hamil, maka persalinan harus dilakukan melalui operasi sesar agar tidak menulari bayi melalui jalan lahir. Pengobatan primer yaitu pada saat herpes terjadi untuk pertama kalinya. Pengobatan bisa berlangsung selama 14 hari, terkecuali pada ibu hamil karena pengobatannya lebih spesifik.
- Pengobatan episodik yakni untuk herpes yang jarang kambuh. Namun saat gejala kambuh pertama kali, perlu pengobatan untuk mencegah herpes lama kambuh kembali.
- Pengobatan supresif, untuk herpes yang sering kambuh. Pengobatan ini harus dijalani untuk mencegah kekambuhan dan mengurangi risiko lepasnya virus.
Disadur dari Health Today, November 2006
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 01 Juni 2011 18:43 )
Gigi sehat adalah gigi yang bersih tanpa lubang. Maka rawatlah gigi secara baik dan teratur, kalau ada gigi yang berlubang, segera periksa ke dokter gigi.
Kepala berdenyut alias pusing, sudah menjadi kebiasaan sehari-hari banyak orang. Bahkan mereka pun menganggapnya enteng saja. Cukup beli obat di warung maka selesailah. Padahal tak sesederhana itu lho.... Sakit kepala banyak jenisnya. Ada yang mudah penanganannya dan ada juga yang perlu diwaspadai. Penasaran, apa yang ada di balik sakit kepala...?
BILA IBU HAMIL MIMPI BURUK