Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  1. Pengaruh Depresi Terhadap Janin

    Alhamdulillah sekarang usia kehamilan saya berjalan 5 bulan. Namun selama hamil, saya menderita depresi yang cukup hebat. Sering merasa cemas, gelisah, 'menangis, jantung berdebar kuat, dan stress. Apakah yang saya alami ini wajar dan disebabkan pengaruh hormon kehamilan? Saya takut membahayakan janin yang ada di dalam kandungan?
    Okta - Bekasi

    Jawab:
    Selamat atas kehamilan Anda, kehamilan adalah suatu anugrah yang harus disyukuri. Berbagai gejala yang tidak biasa sering "menemani" kehamilan. Gejala-gejala yang menganggu tersebut sebaiknya dilaporkan pada dokter yang merawat kehamilan Anda untuk dicari penyebabnya.
    Bila Anda tidak memiliki kekelainan fisik atau organ tubuh yang menyebabkan seperti kelainan jantung dan tekanan darah, berarti gejala tersebut adalah gejala psikomatis kehamilan yang dapat disebabkan oleh hormon kehamilan.
    Gejala yang Anda alami tersebut sebaiknya Anda atasi sendiri dengan berusaha menikmati kahamilan ini. Bila perlu konsultasikan kepada dokter Psikiatri (ahli penyakit jiwa). Karena depresi dan stress berkepanjangan tentu dapat mempengaruhi pertumbuhan janin Anda.

    dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG

    Disadur dari majalah 9month


  2. Testosterone Therapy - Restore the Man within

    Siapa bilang defisiensi hormon testosteron hanya ditandai dengan kurangnya dorongan seksual? Daya tahan fisik menurun, lemas, sering men­gantuk, penurunan prestasi, sering marah hingga kenikma­tan hidup berkurang merupa­kan indikasi terkikisnya jumlah hormon yang banyak diprod­uksi pria. Jika Anda ingin ‘kesempurnaan hidup’ kembali, terapi testosteron bisa men­jadi metode aman yang dapat dipilih.

    Lumrah saja, jika Anda, sebagai kaum Adam takut akan mengalami Testosterone Deficiency Syndrome (TDS) atau defisiensi testosteron. Pasalnya, testosteron sangat penting fungsinya bagi pria, baik pada masa janin, muda hingga dewasa.

    Seperti yang diungkapkan salah seorang androlog, dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd. “Hormon ini sangat penting karena itu merupakan hormon khusus pria. Hormon tersebut sebenarnya sudah ada pada anak kecil, hanya saja rendah sekali volumenya dan diproduksi oleh kelenjar suprarenal yang terletak di ginjal. Nantinya produk­si kelenjar ini akan menurun, dan fungsi suprarenal digantikan oleh testis.”


    Pada usia anak-anak, kurangnya hormon testosteron tidaklah berpen­garuh sehingga tidak perlu penanganan khusus. Berbeda dengan orang dewasa, di mana hormon testosteron sangat diperlukan, dan mencapai puncaknya sekitar umur 30–40 tahun.

    Seiring berjalannya waktu dan makin bertambahnya usia, keberadaan testosteron itu sangat banyak pengar­uhnya, bukan sekedar berkaitan dengan seksual keinginan libido tetapi juga mencegah kropos tulang, peningkatan energi, peningkatan fungsi kognitif, mencegah penurunan iritabilitas dan depresi.

    Biasanya, penurunan hormon testosteron ini dipicu dari pola makan dan gaya hidup hidup yang salah. Hal ini telah dialami oleh Tyo. Pria yang bekerja di sebuah biro iklan ternama di Jakarta ini sama sekali tidak mengira bahwa dirinya mengalami penurunan hormon testosteron.

    Maklum saja, selama ini ia sudah menjalankan pola hidup yang baik. Tubuhnya saja atletis, tegap, dan berdada bidang. Setiap minggunya, pria berumur 31 tahun ini tidak pernah lupa meluangkan waktunya untuk pergi ke gym. Namun anehnya, ia mengaku bahwa sudah satu tahun ini mengalami kelesuan gairah seksual.

    Akibatnya, sang istri, Angel, pun kerap protes dan mempertanyakannya. Tidak ingin mengecewakan wanita can­tik yang telah ia nikahi selama 4 tahun, Tyo pun memutuskan untuk melakukan uji klinis. Hasilnya, Tyo dinyatakan men­galami TDS. Dokter yang menangani pria berkulit putih ini pun menyarankan agar ia melakukan terapi testosteron.

    Melihat pengalaman yang dia­lami Tyo, dr. Indra mengungkapkan, memang ada beberapa kasus yang memperlihatkan seorang pria yang telah menerapkan pola gaya hidup bagus, sehingga fisiknya baik dan sehat, namun tetap mengalami masalah testoteron. Ia menjelaskan bahwa hal ini dapat terjadi akibat fungsi testis yang bermasalah, sehingga mengurangi produksi testosteron pada testis-nya. “Biasanya, hal itu akibat adanya infeksi, dan paling sering adalah infeksi Orchitis yang merupakan pembengkakan pada testis,” jelasnya.

    Mengingat penurunan hormon testosteron ini disebabkan oleh ber­bagai macam hal, terapi testosteron tidak bisa dilakukan tanpa dilakukan­nya uji klinis terlebih dahulu. Hal ini ditegaskan oleh dr. Indra, “Sebelum dilakukan pemberian hormon, pasien harus melalui pemeriksaan karena tidak bisa diraba-raba. Harus diingat bahwa pemberian testosteron ini juga ada efek sampingnya.”

    Aktivitas seks semula hanya dilakukan seminggu sekali yang dapat di upgrade hingga 3 sampai 4 kali dalam satu minggu merupakan efek positif yang dapat diperoleh setelah melaku­kan terapi testosteron. Namun, jika terapi dilakukan secara asal-asalan, ada dampak negatif yang dapat memba­hayakan, yaitu bisa menimbulkan gejala prostat.

    “Ini kalau pemberiannya dilakukan secara berlebihan. Sebenarnya, kalau­pun sudah menurun karena berumur, maka itu sebenarnya tidak perlu ditam­bah. Efek berikutnya, karena sifatnya anabolik, maka ia akan memicu gula darah. Oleh karenanya, bagi pengidap sakit gula, harus hati-hati kecuali kalau gula darahnya terkontrol,” tutur dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd lagi.

    Penurunan testosteron, dapatkah terlihat tandanya?

    Pria makin berumur, kemampuan seksnya pun akan menurun. Perut bun­cit, otot kendur, dan gejala andropause merupakan semua gejala yang disebab­kan penurunan testosteron.

    Untuk mencegahnya, selain makan yang baik dan sehat, lalu apa lagi?

    Hormon testosteron dapat berkurang disebabkan dari trauma suhu, trauma tekanan, atau trauma infeksi. Untuk itulah kita wajib men­jaganya, agar kelenjar tidak menurun fungsinya. Namun yang perlu diingat, berkurangnya hormon karena proses bertambahnya usia memang tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat.

    Bagaimana dengan terapi, apakah sangat berpengaruh untuk memper­lambat?

    Terapi itu sangat membantu. Sebe­narnya yang dipermasalahkan bukan harus ditambah, terlebih pada pria usia 60 tahun. Sangatlah tidak mungkin untuk memberikan testosteron pada pria 60 tahun agar usianya bisa kem­bali seperti 30 – 40 tahun. Terapi ini hanya berfungsi untuk memperlambat atau mencegah penurunan yang lebih cepat. Inilah salah satu alasan sekarang ini untuk pemberian testosteron pada orang-orang yang sudah berumur den­gan istilah aging male.

    Terapi itu sendiri sebaiknya dilaku­kan seberapa sering dan seberapa lama?

    Tergantung obatnya. Ada pembe­rian obat yang dilakukan setiap hari. Cuma masalahnya, kalau obat makan itu, lambung tidak bisa menyerapnya secara utuh. Lalu dipikirkan bagaimana kalau diberi suntikan agar tidak melalui lambung. Kalau ditanya mana yang lebih baik, suntikan atau obat makan, harus uji klinis terlebih dahulu untuk mengetahui kadar hormonnya. Namun memang lebih baik suntikan. Orang yang menyerap hormon secara oral itu tergolong orang yang ragu-ragu dan memang tidak periksa hormonnya, sehingga merasa ingin menambah saja, tidak tolak ukur. Sedangkan pemberian suntikan, bisa dilakukan 3 – 4 kali da­lam setahun, misalnya setelah melalui pemeriksaan medis.

    Setelah pemberian hormon, apakah langsung terasa reaksinya?

    Tergantung bagaimana posisi orang itu saat diberikan. Ini bukan pengoba­tan instan, melainkan melalui proses yang memakan waktu bisa sampai enam minggu barulah terlihat efeknya. Tapi, ada juga kasus di mana dalam waktu 3 – 4 jam sudah bereaksi. Satu hal lagi yang perlu diingat, makin ban­yak orang mengonsumsi karbohidrat dan lemak maka akan naik hormon SHBG yang sebenarnya berbanding terbalik dengan testosteron. Kalau pada seseorang berusia makin tua dan testosteron-nya makin menurun, maka SHBG makin naik. Sedangkan pada anak muda, saat terjadi penumpukan karbohidrat dan lemak, maka SHBG menurun, dan itu mengikat hormon testosteron.

    Mereka yang usia di bawah 40 tahun, apa mungkin mengalami masalah penurunan hormon testos­teron, dan apa penyebabnya?

    Bisa jadi. Efek kegemukan me­mang bisa mengikat, tetapi organ untuk mengeluarkan testosteron-nya tidak berkurang. Hanya saja, karena penuh lemak dan karbohidrat tadi, testosteran yang aktif diikat sehingga fungsinya berkurang. Artinya, tubuh­nya itu sebenarnya kekurangan testos­teron. Dalam tubuh itu ada dua jenis testosteron bebas yang berguna mem­perbaiki otot, libido, mempertahakan ejakulasi/ereksi. Sehingga kalau ter­ikat, maka fungsinya berkurang.

    Untuk wanita sendiri, seberapa penting testosteron?

    Bisa mencegah keropos tulang. Pada dosis rendah bisa meningkatkan libido. Tetapi harus hati-hati, kebanya­kan testosteron itu bisa menyebabkan maskulinisasi karena testosteron selain mematangkan sperma, membesarkan testis, menyebabkan tumbuhnya jeng­got dan bulu-bulu pada tubuh. Karena itu, otot pria dan wanita sangat ber­beda dan itu akibat fungsi testosteron.

    Di Indonesia sendiri, sudah banyak­kah yang melakukan terapi testos­teron?

    Sudah banyak. Begini, hormon itu saling meregulasi. Kalau kurang pemahaman mengenai hormon itu, maka kita juga memberinya setengah-setengah. Fungsi produksi testosteron di testis itu juga tergantung hormon di otak. Jadi kalau testosteron di tu­buh itu sudah banyak, maka dia akan dikomando oleh otak untuk ditekan produksinya. Justru kalau kelebihan testosteron itu bisa menekan produksi sperma.

     

    Dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd

    TESTOSTERON: Mempertahankan Kejantanan

    Bagi pria dewasa, berkurangnya hormon testosteron bisa menjadi momok yang menakutkan dan patut dihindari. Untung­nya, saat ini telah ada sejumlah terapi testosteron yang mampu mengembalikan fungsi dari hormon terpenting bagi kaum pria tersebut. Meski begitu, bukan berarti terapi ini dapat dilakukan sesuai kehendak Anda. Berikut penjelasan lengkap dari Dr. Indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd, yang berhasil ditemui MEasia di sela-sela prakteknya di Klinik SamMarie, Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

     

    Disadur dari majalah ME atau measiaonline.com


  3. Preeklampsia

    Saat ini saya sedang hamil anak kedua, tapi saya khawatir dengan tekanan darah saya. Sebab, saat hamil anak pertama tekanan darah saya mencapai 170 pada saat kehamilan di minggu ke-32. Karena kondisi tersebut, akhirnya dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi caesar. Yang ingin saya tanyakan, adakah cara untuk mencegahnya? soalnya saya takut akan mengalami hal serupa. Sekedar informasi, berat badan saya juga sangat besar dok?
    Paramitha

    Jawab:
    Ibu, pada kehamilan pertama tampaknya ibu menderita "keracunan kehamilan" (preeklampsia berat atau PEB). Proses terjadi preeklampsia berat ini sering dimulai sejak hamil muda. Oleh karena itu untuk kehamilan kedua ini, ibu harus konsultasi lebih intensif dengan dokter yang merawat ibu dan beritahukan kepada dokter tentang adanya riwayat PEB. Sehingga dapat dilakukan antisipasi seperti pemeriksaan laboratorium, USG dan pemberian obat-obatan yang diperlukan agar PEB tidak terulang lagi. Bila perlu, ibu konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan konsultan fetomaternal.


    dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG

    Disadur dari majalah 9month


  4. Tips Merawat Gigi

    Gigi sehat adalah gigi yang bersih tanpa lubang. Maka rawatlah gigi secara baik dan teratur, kalau ada gigi yang berlubang, segera periksa ke dokter gigi.

    Tips Merawat Gigi

    • Sikat gigi dengan baik dan teratur minimal dua kali sehari, pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur.
    • Menyikat gigi dengan gerakan vertikal dari arah gusi ke ujung gigi. Bagian luar, dalam dan permukaan gigi harus disikat dengan teliti,  tidak usah terlalu keras, tapi mantap. Gusi juga harus tersikat agar sisa-sisa makanan yang ada di leher gigi hilang
    • Gunakan pasta gigi yang mengandung Flour untuk menguatkan lapisan (email) gigi.
    • Pilih sikat gigi dengan bulu sikat yang tidak terlalu keras/lembek/ jarang. Jarak ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat sedekat mungkin, bila tidak ujung sikat gigi sudah mentok ke bagian belakang tapi bulu sikat tidak kena gigi, jadi ada bagian gigi yang tidak tersikat.
    • Sebisa mungkin kurangi makanan/jajanan yang manis dan lengket misalnya coklat, dodol. Juga minuman seperti teh, kopi, minuman  ringan (coca-cola dsbnya), serta rokok yang dapat menyebabkan warna gigi jadi kusam, kecoklat-coklatan. Segera berkumur atau    sikat gigi sesudah makan/minum tersebut.
    • Rajinlah secara teratur memeriksakan gigi ke dokter gigi, minimal enam bulan sekali.
    • "Dengan gigi sehat dan bersih senyum Anda akan lebih menawan"

  5. Q & A Pregnancy

     

    Alergi Dingin dan Debu saat hamil

    Dok, saya alergi dingin dan debu. Saat ini saya sedang hamil 4 bulan. Hampir setiap pagi saya bersin-bersin, dan pilek di siang hari. Apakah ini berbahaya bagi janin yang saya kandung. Adakah yang bisa saya lakukan? Bolehkah saya minum obat pilek? Fitri – Bekasi

    Jawab:

    Tidak berbahaya bagi janin. Dari cerita ibu yang alergi dari cuaca atau udara, maka sebaiknya kalau malam tidur pakai selimut atau baju hangat dan matikan AC apabila ibu pakai AC. Jika ibu alergi debu, hindari benda-benda yang bisa menimbulkan debu. Obat pilek tidak perlu tetapi minumlah vitamin C.

     

    Kapan bisa hamil lagi?

    Dokter yang baik, seminggu yang lalu saya habis dikuret, karena kandungan saya yang baru berusia dua bulan mengalami flek. Dokter kandungan saya memutuskan untuk menguretnya. Saya ingin sekali segera menimang buah hati. Apakah setelah kuret ini saya bisa segera hamil lagi? Atau harus menunggu berapa lama? Mengapa? Nida - Jakarta

    Jawab:

    Kenapa pada waktu itu harus dikuret dan kondisi janin bagaimana sampai harus dikuret? Jadi sebaiknya dicari penyebabnya dahulu kenapa pada waktu itu ibu harus dikuret sebelum ibu hamil lagi.

     

    Kontrasepsi aman

    Dok, saya baru saja menikah. Namun ingin menunda momongan. Mungkin dua tahun ke depan. Amankah bagi kandungan saya jika saya ber-KB dahulu? Kontrasepsi apa yang cocok buat saya? Terimakasih. Mira - Jakarta

    Jawab:

    Seseorang yang sudah menikah sebaiknya segera hamil, tetapi bila ingin menunda kehamilan, tunda dengan cara aman, misal: pantang berkala, senggama putus, KB kondom dan pil dengan kandungan hormone rendah. Jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

     

    Disadur dari Majalah 9month bulan Februari 2008


  6. INSEMINASI

    Jika sebelumnya Anda sudah punya anak laki-laki (atau mungkin saat ini Anda sudah punya dua atau tiga anak laki-laki), tentu terbesit untuk punya anak  perempuan. Demikian juga sebaliknya. Dan meskipun persamaan hak serta kesetraan gender semakin kuat terasa di era modern ini, tidak bias dipungkiri bahwa masih ada budaya yang menghargai hanya salah satu jenis kelamin. Atau alasannya lebih sederhana: keluarga akan terasa lebih lengkap dengan kehadiran anak lelaki dan perempuan.


    Mungkin Anda pernah mendengar orang tua Anda atau sesama ibu yang menyarankan agar Anda banyak makan pisang untuk mendapatkan anak laki-laki. Sementara jika ingin anak perempuan, sebaiknya Anda mengkonsumsi jeruk, “Anggapan-anggapan seperti itu banyak beredar. Meskipun masuk akal tapi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa metode-metode tersebut akurat, “ kata dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG dari SamMarie Family Healthcare, Jakarta. Keberhasilannya mungkin saja suatu kebetulan.namun di antara cara-cara alami yang sering Anda dengar, ada beberapa yang boleh Anda coba karena tidak membawa resiko. Silakan konsumsi pisang saat Anda berusaha mendapatkan anak laki-laki. Lagipula seandainya Anda gagal, pisang baik untuk kesehatan.

    Metode opemilihan jenis kelamin yang punya bukti keberhasilan secara tertulis adalah metode medis. Bayi tabung adalah teknik PGD atau metode inseminasi punya catatan keberhasilan yang dapat dipercaya. Berikut penjelasan seputar  teknik seleksi jenis kelamin bayi secara medis dan alami. Mungkin tulisan ini menginspirasi Anda untuk kembali berusaha mendapatkan momongan atau berguna bagi sahabat Anda yang sedang mencoba hamil. Ada perkataan klise yang mungkin sudah terlalu sering Anda dengar : Manusia boleh berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Silakan berusaha mendapatkan anak sesuai jenis kelamin yang Anda inginkan tapi sebaiknya Anda senantiasa pasrah bahwa Tuhanlah yang menentukan. Selamat mencoba.

     

    Teknologi Medis

    Secara teknis Anda bisa memilih jenis kelamin bayi. Semua berkat kemajuan teknologi kedokteran, khususnya di bidang penanganan infertilitas, yang membuat dokter bias mengidentifikasi dan memilih  embrio dari jenis kelamin tertentu. Namun, pemilihan jenis kelamin melalui cara-cara medis tidak diizinkan di Indonesia dan di banyak Negara lain karena alasan etika. Bahkan di AS, pemilihan jenis kelamin umumnya tidak diperbolehkan jika pasangan suami-istri  baru mencoba punya anak pertama. Dan biasanya pasangan suami-istri dating ke klinik fertilitas karena sudah bertahun-tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Bagi pasangan suami-istri tersebut, Janis kelamin anak bukanlah masalah. Namun tidak ada salahnya Anda mengetahui metode seleksi jenis kelamin yang bias dilakukan secara medis.

     

    PREIMPLANTASI GENETIC DIAGNOSIS (PGD)

    Kemungkinan berhasil : 100%

    PGD merupakan tes kelainan genetik yang dilakukan dalam bentuk teknik pembuahan in vitro (biasa disebut bayi tabung). PGD, secara teori, juga bias dilakukan untuk menentukan jenis kelamin calon bayi. Ketika PGD diperkenalkan pada tahun 1989, teknik itu digunakan semata-mata untuk emmbantu pasangan suami-istri dengan kelainan genetic pada embrio yang akan ditanamkan, “Kini, PGD masih digunakan untuk alasan yang sama meskipun teknik tersebut bisa ditujukan untuk seleksi jenis kelamin. Namun pemilihan jenis kelamin menggunakan metode PGD  hanya dilakukan di Negara tertentu saja, sedangkan di banyak negara tidak dilakukan karena masalah etika dan kepercayaan,” kata dr. Bonti, sapaan akrab dr. Rino Bonti.

    Pada proses bayi tabung, sel telur dibuahi oleh sperma di luar rahim. Sel telur tunggal atau beberapa sel telur lantas dipisahkan satu sama lain hingga menghasilkan embrio dan dites jenis kelaminnya. Pada proses bayi tabung biasa, pihak laboratorium menentukan embrio di bawah mikroskop. Namun dengan teknik PGD, sejumlah tes dilakukan untuk melihat kemungkinan kelainan genetic dan untuk mengetahui jenis kelamin.

     

    INSEMINASI

    Kemungkinan berhasil : bagi perempuan 91 persen, bayi laki-laki 76 persen

    Inseminasi intra uteri(intrauterine insemination) adalah tindakan dokter untuk memindahkan sperma ke dalam rahim. “Sebelum disuntikkan kedalam rahim, sperma sudah diproses atau dipilih yang berkualitas baik terlebih dulu di laboratorium andrologi,” kata dr. Dicky Moch. Rizal, MKes, SpAnd, staf pengajar FK Universitas Gajah mada Bagian Ilmu Faal sekaligus  Kepala Laboratorium Klinik Andrologi-Klinik  Infertilitas Permata Hati RS DR. Sardjito, Yogyakarta. Pemrosesan sperma kira-kira berlangsung selama 1-2 jam, sementara proses pemindahan atau inseminasinya memakan waktu sekitar 10-15 menit dengan menggunakan kateter atau selang kecil. Dalam dua minggu, keberadaan janin sudah bias dicek dengan tes kehamilan. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. Proses inseminasi dilakukan tanpa rasa sakit.

    Sperma mempunyai dua gen yaitu androsperma (gen Y) dan gynosperma (gen X). metode preparasi sperma “renang atas” (swim-up) dalam teknik inseminasi dapat menghasilkan sperma Y lebih banyak sementara metode gradient memberi kemungkinan pemilihan jenis kelamin tertentu menjadi lebih besar.

     

    CARA ALAMI

    Teknologi medis memang sudah memungkinkan pemilihan jenis kelamin bayi. Namun tidak semua metode canggih bias Anda tempuh. Selain karena pertimbangan etika, harga memanfaatkan teknologi terkini itu relative mahal. Untuk bayi tabung, misalnya, Anda perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 40 juta untuk satu kali pross. Ada cara mudah, murah, dan menyenangkan yang bias Anda coba di rumah. Teknik berikut dipercaya bias membantu jenis kelamin bayi yang kelak Anda kandung. Meskipun kebenarannya belum dapat dibuktikan secara ilniah, tidak ada salahnya mencoba.

     

    JENIS MAKANAN

    Menurut kepercayaan, makann yang dikonsumsi sebelum konsepsi atau masa pembuahan dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi Anda.

    JIKA ANDA INGIN BAYI LAKI-LAKI makanlah daging merah, makanan yang banyak mengandung kalium seperti pisang, dan makanan yang kaya garam. Mengkonsumsi jenis makanan tersebut dipercaya membantu kondisi vagina menjadi basa kondisi yang disukai sperma Y.

    JIKA ANDA INGIN BAYI PEREMPUAN konsumsi makanan yang asam seperti jeruk, makanan kaya lemak dan tinggi kalsium susu dan dairy product. Sperma X yang tahan asam dapat hidup lebih lama dan secara otomatis menyeleksi sperma Y yang secara otomatis menyeleksi sperma Y yang tidak dapat bertahan dalam kondisi asam.

     

    SERBA-SERBI BERCINTA

    JIKA ANDA INGIN BAYI LAKI-LAKI dianjurkan untuk berhubungan seks sedekatmungkin dengan masa ovulasi. Logikanya, sperma Y mampu berenang lebih cepat dari sperma X sehingga diharapkan sperma Y dapat mencapai sel telur lebih dulu tepat di saat ovulasi. Anda bisa mengetahui masa ovulasi berdasarkan siklus haid atau menggunakan alat khusus (bentuknya mirip dengan alat tes kahamilan) yang dijual bebas. Selain itu, ada anjuran lain yaitu :

    • Anda mencapai orgasme lebih dulu dibandingkan suami agar tercipta kondisi basa yang disukai sperma Y.
    • Penetrasi lebih dalam untuk memperpendek jarak menuju sel telur agar sperma Y yang bias berenang lebih cepat dapat lebih dulu mencapai sel telur.
    • Cobalah bercinta dengan posisi berdiri atau menyamping untuk mendapatkan penetrasi dalam. Banyak orang percaya posisi tersebut membuahkan anak laki-laki.
    • Ada kepercayaan jika suami yang punya inisiatif untuk berhubungan seks, Anda akan mendapat anak laki-laki.

    JIKA ANDA INGIN BAYI PEREMPUAN dianjurkan berhubugan seks seblum masa ovulasi karena sperma X dapat bertahan hidup lebih lama dibandingkan sperma Y. ketika ovulasi tiba, diharapkan tinggal sperma X yang masih hidup dan berenang hingga mencapai sel telur, lalu lahirlah bayi cantik 9 bulan kemudian. Juga disarankan agar :

    • Suami orgasme lebih dulu. Bahkan beberapa orang menyarankan agar istri tidak mencapai supaya kondisi vagina tetap asam.
    • Penetrasi jangan terlalu dalam.
    • Posisi klasik misionaris atau woman on top diyakini membantu Anda mendapatkan bayi perempuan. Mungkin dikaitkan dengan kenyamanan wanita dalam posisi bercinta klasik tersebut.
    • Anda yang mengambil inisiatif untuk bercinta. Selain itu, ada mitos yang menyarankan Anda bercinta siang hari dan meletakkan pita di balik bantal. Meskipun tidak masuk akal, tidak ada ruginya dicoba. Jika gagal, setidaknya pita tersebut telah memberi variasi pada aktivitas Anda dan suami.

     

    SELEKSI ALAM

    Alam ternyata sudah mengatur keseimbangan jenis kelamin. Jika Anda kerap mendengar bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah laki-laki, cob abaca statistic berikut. Badan Koordinat Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2007 menyebutkan bahwa jumlah laki-laki 50,2 persen  dan jumlah perempuan 49,8 persen. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2005 melansir data rasio jumlah penduduk laki-laki dan perempuan 109 juta:108 juta. Jadi ada baiknya Anda bersyukur dengan kehadiran buah hati laki-laki maupun perempuan karena Alam sudah memberi yang terbaik bagi keseimbangan hidup.

     

    Kalender Bulan

    Mungkin Anda pernah mendengar soal kalender China kuno yang dapat mempredikdikan jenis kelamin bayi. Kalender China yang dihitung berdasarkan peredaran bulan tersebut banyak tanggapan dari para orang tua. Bahkan sebuah situs mengklaim akurasi kalender bulan mencapai 93 persen! Banyak orang tua yang sudah membuktikan kebenaran kalender yang konon terkubur di sebuah pemakaman dekat Beijing selama 700 tahun itu. Jika Anda penasaran, silakan simak kalender China kuno yang cukup menghebohkan berikut ini.

    Anda dapat memilih bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada kalender bulan. Kolom horizontal menunjukkan usia istri sementara kolom vertical menunjukkan bulan konsepsi. Dengan melihat table di atas. Anda dapat memilih waktu untuk berhubungan intim demi menentukan Janis kelamin bayi yang diinginkan. Misalnya jika saat ini Anda berusia 26 tahun, maka ketika pembuahan terjadi pada bulan Juli, Anda akan mendapatkan anak perempuan.

    Namun metode kalender bulan tersebut dibantah oleh para praktisi medis. Dr. Eduardo Villamor dari Departement of Environmental Health Sciences di University of Michigan School of Public Health dan para koleganya dari Swedia dan Boston menyimpulkan bahwa kebenaran metode itu hanyalah sebuah kebetulan. Dr. Villamor mendata 2,8 juta kelahiran bayi di Swedia antara 1973-2006 dan menyandingkan data tersebut dengan kalender bulan. “Kami menyimpulkan bahwa metode kalender China kuno tidak bias dijadikan landasan pemilihan jenis kelamin bayi,” tulis dr. Villamor dalam kesimpulan riset yang dipublikasikan di jurnal Paediatric and Perinatal Epidermiology edisi Mei 2010.

    Disadur dari majalah Parents Juli 2010.


  7. Pentingnya Menjaga Keseimbangan Hormon

    Ketidakseimbangan akan berpengaruh buruk pada ibu dan janin

    Hormon adalah substansi atau zat yang dihasilkan berbagai kelenjar dalam tubuh dan beredar dalam darah. Diibaratkan, hormon itu sebagai penghantar perintah yang akan menuju ke organ sasaran tertentu agar organ tersebut berfungsi. Nah, pada kehamilan, tentu yang jadi organ sasarannya adalah organ-organ reproduksi.


    Pada awal proses kehamilan, hormon estrogen (hormon kelamin kewanitaan yang mengatur perkembangan dan menjaga ciri-ciri kewanitaan) serta hormon progesteron akan mengatur proses persiapan kehamilan pada rahim ibu. Estrogen yang dihasilkan oleh indung telur ibu akan memancing sel sperma dari pasangannya untuk masuk ke rahim. Ketika sel telur dan sel sperma bertemu di dekat ujung saluran telur, terjadilah pembuahan. Setelah pembuahan, estrogen bertugas langsung merangsang perkembangan rahim. Semakin lama dinding rahim akan menebal. Selanjutnya, hasil konsepsi tersebut menempel pada dinding rahim.

    Dari hasil konsepsi tersebut, korion (lapisan paling luar yang menyelubungi janin) akan mengeluarkan hormon kehamilan yaitu human Chorionic Gonado- tropin (hCG). Kadar hormon hCG inilah yang dapat terdeteksi (tertasah) pada awal-awal kehamilan, apakah seorang ibu tersebut hamil atau tidak. Jika kadar hCG-nya tinggi, berarti lbu tersebut hamil. Hormon ini akan meningkat sepanjang awal kehamilan, namun setelah 2-3 bulan kemudian akan statis dan menghilang begitu melahirkan. Hormon hCG akan mempertahankan korpus luteum (massa sel besar yang berkembang dari sisa kantung telur yang sudah pecah di indung telur). Korpus luteum ini mengeluarkan progesteron yang akan mempertahankan kehamilan. Ibaratnya, progesteron ini adalah pupuknya. Bila pupuknya kurang di awal kehamilan, maka tumbuhannya kurang subur, bahkan mati. Begitu juga kehamilan, bisa terjadi keguguran.

    Selain adanya hormon kehamilan, peningkatan hormon progesteron di awal kehamilan akan membuat kerja usus melambat sehingga ibu mudah kembung, dinding lambung mengendur dan asam lambung meningkat. Pengaruh inilah yang membuat ibu hamil sering  mengalami mual-muntah pada awal kehamilan. Ditambah lagi dengan darah yang agak mengental membuat transportasi darah atau oksigen ke otak berkurang sehingga ibu mudah pusing. Hormon progesteron dari korpus luteum akan terus diproduksi sampai usia kehamilan sekitar 14 minggu. Setelah usia itu, plasenta mulai terbentuk dan sejak itu tugas produksi hormon pun diambil alih plasenta. Plasenta menghasilkan beberapa hormon seperti estrogen, progesteron, testosteron, termasuk hCG, sampai akhir kehamilan.
    Go top   >   Back    

    (Liputan Tabloid Mingguan nakita, No. 414/TH. VIII/10 Maret 2007),
    Narasumber: Prof. Dr. dr. T.Z. Jacoeb, SpOG (K)


  8. Imunisasi Lekosit Suami Harapan Baru Pasangan Infertil

    Terapi ini memberi harapan baru bagi pasangan yang sulit punya momongan.

    Niken dan Dodi telah menikah 6 tahun. Namun, buah hati yang diharapkan tak kunjung datang. Padahal, dokter menyatakan tak ada masalah dengan kondisi dan fungsi organ reproduksi mereka.

    Suatu hari, mereka disarankan untuk menjalani terapi Imunisasi Lekosit Suami (ILS). Ternyata, upaya mereka berhasil. Seperti apakah terapi ILS itu?


     

    MELALUI LEKOSIT SUAMI

    "Imunisasi Lekosit Suami atau Paternal leucocytc Immunization adalah salah satu alternatif imu-noterapi. Maksudnya pengobatan,, melalui komponen imun yang ada di dalam tubuh. Untuk ILS, yang digunakan adalah sel tubuh, yakni lekosit atau sel darah putih, se-hingga ILS ini disebut juga terapi selular," ujar dr. H. Indra G. Mansur. DHES, Sp.And, dari Klinik Fertilitas & Menoandropause SamMarie Family Healthcare, Jakarta.

    la melanjutkan. "Dalam kasus infertilitas, terapi ILS bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami-istri yang ingin mempunyai anak. Terapi ini dapat digunakan untuk menetralisir antibodi pada istri. Mengapa demikian? Karena, si istri diketahui memiliki antibodi antispermatozoa, atau antibodi terhadap paparan sperma, yang terlalu tinggi dalam cairan rahimnya, sehingga menolak sperma. Menolak di sini berarti sperma tidak bisa membuahi. Ini memang kasus abnor¬mal. Namun, antibodi antispermatozoa itu tidak akan terpicu jika si wanita belum pernah ada paparan dari sperma."

    Nah, terapi ILS adalah salah satu jalan kelu¬ar agar tubuh istri tidak menolak sperma suami. "Ya, pada terapi ini, sel darah putih suami itulah yang digunakan untuk 'membujuk' tubuh Istri, agar mengenali dan menerima sperma," sambung dr. Indra, yang mengambil spesialis imunologi di Universitas Paris 7, Paris, Prancis tahun 1989-1995 ini.

     

    BERTAHAP

    Jika pasangan suami istri yang infertil ingin menjalani terapi ILS, mereka harus menjalani serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu. Pertama, dilakukan pemeriksaan dengan meng¬ambil darah istri. Tujuannya, untuk melihat anti¬bodi di serum darahnya. Kemudian, serum darah itu direaksikan dengan sperma suaminya untuk mengetahui apakah isiri memiliki antibodi anti spermatozoa atau tidak.

    Kedua, dokter akan melihat kualitas sperma suami, yaitu bagus atau tidak. Misalnya, bentuk¬nya menggumpal atau tidak. Ketiga, kondisi suami harus sehat atau tidak sedang dalam kea¬daan sakit.

    Nah, setelah semuanya oke, sel darah suami dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan antara sel darah merah dan sel darah putihnya. Kemudian, sel darah putih itu disuntikkan (di bawah kulit bukan di pembuluh darah) kepada istri. Pemberian 115 ini minimal diberikan 3 kali dengan jarak 3-4 minggu. Evaluasi dilakukan 2 minggu setelah ILS ketiga.

     

    BEDA DENGAN ALERGI SPERMA

    Jadi kesimpulannya, terapi ILS ini berfungsi menekan antibodi antispermatozoa istri agar tidak terlalu tinggi - ke kadar normal - melalui pemberian lekosit suami. Dengan demikian, diha¬rapkan tubuh istri bisa menerima sperma suami.

    Lekosit suami itu bisa menurunkan kadar antibodi antispermatozoa istri sampai 95%. Hal ini lebih spesifik, karena terapi ILS hanya menu¬runkan antibodi terhadap sperma si suami, bukan menurunkan sistem imun tubuh secara keselu¬ruhan. Seperti yang dituturkan dr. Indra, Kasus ini beda dengan alergi sperma. Kalau alergi sperma itu tidak spesifik. Artinya, bagian tubuh mana pun dari wanita yang terkena sperma akan timbul reaksi alergi.

    Lalu, berapa banyak kasus wanila yang menderita antibodi antispermatozoa? "Pasangan infertil, atau pasangan usia subur yang tidak punya anak. di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 15%. Dari jumlah tersebut, 25%-nya ada¬lah masalah imunologis termasuk kasus antibodi sperma ini," ujar dr. Indra.

     

    ANTIBODI ANTISPERMATOZOA, APAKAH ITU?

    Pada dasarnya, setiap manusia pasti punya antibodi untuk menangkal benda asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh, dan itu tergantung dari potensi yang ada pada tubuhnya. Jadi, jika tubuh seseorang cukup sehat (gizinya cukup), berarti orang tersebut mempunyai faktor yang siap meno¬lak setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya.

    Dalam kasus penolakan sperma ini, antibodi si istri terhadap sperma terlalu tinggi. Akibatnya, sperma akan bersifat sebagai benda asing di dalam organ kandungan, sehingga tubuh si istri akan menolaknya.

    Dr. Indra menganalogikan kondisi ini seperti seorang lelaki asing yang datang ke rumah seorang wanita. Reaksi si wanita pertama pasti ada penolakan. Minimal, si wanita itu akan bertanya-tanya, siapa yang datang itu? Jika reaksi penolakan si wanita kuat, bisa-bisa tamu asing itu diusir. Nah, begitulah sperma yang masuk dalam kandungan istri yang mengalami antibodi anti spermatozoa.

     

    LANJUT TERUS SETELAH HAMIL

    Bila Anda melakukan terapi ILS, maka dianjurkan terapi ini dilanjutkan meskipun telah hamil. Karena, ada kemungkinan timbul penolakan terhadap janin yang bisa menyebabkan keguguran. Kok bisa? Pada tubuh wanita yang bersangkutan, sperma maupun janin akan dianggap sebagai benda asing yang kehadirannya bisa ditolak.

    Perlu Anda tahu, pada keadaan normal, begitu seorang wanita hamil, tubuhnya otomatis akan membentuk antibodi penghambat untuk melindungi janin, terutama pada 12 minggu pertama (trimester pertama). Namun, pada kondisi tertentu, pembentukan antibodi penghambat bisa sangat rendah, sehingga tubuh menolak kehadiran janin yang akibatnya terjadi keguguran (bisa) berulang, kasus blighted ovum (kehamilan kosong), atau hambatan perkembangan janin.

     

    (Disadur dari majalah Ayahbunda)


  9. Menghilangkan Jerawat Batu

    KONSULTAN KECANTIKAN:

    dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK (K)
    Departemen Ilmu Kesehatan dan Kelamin FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusuma, dan Klinik SamMarie Wijaya Jakarta


    Pertanyaan:

    Saya memiliki jerawat batu di sekitar mata. Bagaimana menghilangkannya karena cukup mengganggu penampilan? Kemudian apakah benar kalau jerawat batu itu disebabkan oleh sisa kosmetik?

    Arinta, Kelapa Gading


    Jawab:

     

    Memang benar, timbulnya jerawat batu disebabkan oleh kosmetik yang pembersihannya tidak bersih. Terutama di daerah mata yang kulitnya sangat halus, sehingga kosmetik-kosmetik itu tertahan dikelenjar pilosebasea. Perlu diketahui, di dalam kulit terdapat banyak kelenjar, yang akan mengeluarkan produk ke permukaan melalui saluran kelenjar. Kelenjar yang membuat jerawat disebut kelenjar sebum, dan keluar melalui saluran pilosebasea tadi. Nah, saluran pilosebasea ini dapat menangkap partikel-partikel kosmetik, dan kemudian menyumbat di situ, yang menjadi jerawat batu. Jika tersumbat, baik kelenjar minyak maupun kelenjar keringat akan sulit mengeluarkan isinya.Tetapi, tidak boleh dilupakan juga ada penyakit pembesaran atau hiperplasi yaitu pertumbuhan yang berlebihan dari kelenjar keringat. Jika seseorang baru bangun tidur, pembesaran ini tidak terlihat, dan kulit terlihat licin-licin saja. Tetapi jika sudah terkena panas matahari maka timbul beruntusan seperti jerawat batu di sekitar mata.

    Sekarang penyembuhannya, sumbatan tersebut harus di buka untuk menghilangkan komedo (istilah kedokteran untuk jerawat batu). Untuk membuka sumbatan itu banyak cara yang bisa dilakukan. Pertama cara mekanik, yang kerap disebut orang ekstraksi komedo atau mengeluarkan komedo. Cara lainnya dengan menggunakan obat-obatan tretinoin yang fungsinya tak hanya mempermuda kulit karena membentuk kolagen baru, tetapi juga bisa untuk membuka sumbatan-sumbatan di kulit. Tetapi untuk pemakaiannya musti hati-hati karena daerah sekitar mata itu sensitif, sehingga mudah iritasi.

    (Liputan Tabloid Info kecantikan, Edisi 10, Tahun I, 22 Jan - 04 Feb 2007), Narasumber: dr. Tjut Alam Jacoeb, SpKK (K)


  10. Minyak Kelapa dan Cuka Apel Ampuh Usir Ketombe

    Ketombe memang menjengkelkan. Sudah menimbulkan gatal, penampilan rambut seindah apapun jadi rusak. Sejumlah cara ditawarkan untuk mengatasi si putih bandel ini. Tapi tak sedikit juga bahan alami seperti minyak kelapa dan cuka apel yang mampu mengusir ketombe hingga tuntas. Cocok untuk segala umur dan mudah diaplikasikan. Seberapa ampuh atasi ketombe?

     


    Setiap perempuan pasti mendamba memiliki rambut indah. Ada kalanya mahkota wanita itu mengalami masalah yang serius. Salah satu yang sering terjadi adalah gangguan kulit kepala berupa ketombe. Meski terlihat sepele, masalah ketombe jangan dianggap enteng. Salah-salah dianggap remeh, kerontokan rambut yang dahsyat bisa terjadi bahkan bukan tidak mungkin menimbulkan kebotakan.

     

    Sebenarnya menurut Dr. dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK (K), dokter spesialis kulit dan kelamin dari RSCM / Dept. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI dan praktek di SamMarie Family Healthcare, ketombe adalah kulit lepas yang jumlahnya lebih banyak dari biasanya. “Secara normal, kulit selalu mengalami pengelupasan, tetapi dalam jumlah yang lebih dari biasanya pengelupasan ini akan menjadi ketombe di kulit kepala, “ungkap dr. Tjut Nurul menjelaskan.

     

    Ismanto dari Avicenna Theraphy center (ATC), menjelaskan terjadinya ketombe. “Bagian kulit kepala yang bernama kornium digantikan oleh lapisan malpigi. Kulit kepala juga memiliki lebih banyak kelenjar lemak dan keringatnya, hingga menghasilkan minyak dalam jumlah berlebih. Kondisi inilah yang membuat rambut menjadi lepek dan akhirnya berketombe,” imbuh Ismanto.

     

    Banyak factor yang bias memicu timbulnya ketombe. Secara eksternal, ketombe disebabkan adanya infeksi oleh jamur khas di kepala (Pytisporum ovale) yang dalam kondisi tidak seimbang memicu percepatan pelepasan kulit kepala. “Jamur ini berasal dari lingkungan sekitar kita, seperti tanah, tumbuhan, binatang, bahkan manusia di sekitar kita yang juga berketombe,” imbuh dr. Tjut Nurul.

     

    Udara dan suhu yang lembab memicu jamur ketombe tumbuh subur. Kandungan PH yang tidak seimbang karena pola yang memicu kulit kepala bersifat asam seperti fast food, juga memicu munculnya ketombe. “Selain itu penyakit autoimun, tipe kulit yang kering, jarang keramas, stress, pengelupasan yang tidak dibersihkan akan menimbulkan ketombe. Usia yang semakin lanjut dengan konsekwensi pigmendan metabolisma yang kurang bagus juga memicu munculnya ketombe,” ujar Ismanto.

    Secara umum, pengelupasan kulit kepala yang normal terjadi sebulan sekali. Namun kasus di Indonesia pemicu timbulnya ketombe yang terbanyak karena kurang seimbangnya asam basa dalam tubuh.

     

    Picu Rambut Rontok dan Botak. Pengelupasan yang terjadi pada kulit kepala akan ikut mengangkat potasium yang ada di dalam rambut. Artinya, jika masalah ketombe diabaikan maka kerontokan rambut akan terjadi. “Rontoknya rambut ini disebabkan oleh adanya peradangan di dalam kulit kepala akibat jumlah ketombe yang terlalu banyak pada epidermis sehingga kulit kepala pun akan menjadi merah dan bahkan bias timbul rasa sakit, “ kata dr. Tjut Nurul. Jika tetap tidak dihiraukan maka bukan tidak mungkin kebotakan akan terjadi. “Dalam satu kondisi yang akut, ketombe bias menyebabkan luka pada kulit kepala,” imbuhnya.

     

    Kebersihan kulit kepala jadi kunci untuk mencegah timbulnya ketombe. Ketahuilah terlebih dulu jenis kepala Anda supaya dengan tepat menentukan jenis shampoo yang bila digunakan. Pada kulit kepala yang cenderung berminyak, partikel debu, bakteri dan jamur lebih mudah terikat sehingga sangat potensi menyebabkan ketombe. “Bagi mereka yang kulit kepalanya berminyak disarankan lebih intens dalam melakukan pembersihan kulit kepalanya,” saran dr. Tjut Nurul.

     

    Ismanto manilai keramas seminggu maksimal tiga kali atau optimal seminggu dua kali sebenarnya cukup untuk mereka yang mamiliki kulit kepala normal. “Tapi pada mereka yang berkulit kepala berminyak, frekuensi keramas memang harus lebih sering,” timpalnya.

     

    Sebagai langkah pencegahan shampoo yang mengandung selenium sulfide dan zincpirition dengan pH 5-6,mampu menetralisir pergantian kulit kepala agar tidak terlalu cepat serta aktif melumpuhkan jamur dan dapat membuat kondisi kepala menjadi normal kembali. “Dengan penggunaan secara intens shampoo atau treatment yang mengandung kedua jenis zat diatas dengan pH yang normal untuk kulit kepala kita (5-6), maka jamur yang sudah dilumpuhkanlama kelamaan akan mati. Untuk kulit kepala yang kering sebaiknya menggunakan shampoo yang tidak berbusa, karena bisa bersifat basa,” ulas dr. Tjut Nurul.

     

    Sejumlah bahan alami juga diklaim dan terbukti berkhasiat untuk mencegah si putih yang menjengkelkan ini. Secara umum bahan-bahan ini juga memberi efek positif membuat rambut jadi lebih mudah diatur. Pengaplikasian bahan-bahan alami pun cenderung mudah. Untuk tahapan-tahapannya, sebaiknya ketika rambut yang telah dibasahi dilap dengan handuk(dalam kondisi agak basah), bahan-bahan yang ingin digunakan segera dioleskan, lalu biarkan selama sehari semalam, dan kemudian dibilas dengan menggunakan shampoo yang disesuaikan dengan kulit kepala. “Khusus untuk rambut dan kulit kepala berminyak, diperbolehkan menggunakan berbagai jenis shampo, namun sebaiknya rambut dan kulit kepala yang berminyak jangan menggunakan shampoo untuk kulit kering, karena akan menyebabkan penambahan kadar minyak di kulit kepala serta membuat rambut menjadi lepek,” paparnya.

    Bahan Alami.

    Sebenarnya apa-apa saja bahan alami yang bisa digunakan itu dan seperti apa khasiat serta cara penggunaannya, bisa Anda simak.

     

    1. Minyak Kelapa

    Minyak kelapa yang digunakan untuk pembersihan ketombe adalah VCO (virgin coconut oil). VCO memiliki kandungan asam laurat yang tinggi yang mudah diserap oleh tubuh. Pada kulit kepala, VCO mampu memperbaiki regenerasi sel sel rambut. Umumnya, treatment dengan VCO menggunakan VCO spa rambut yang sudah berbentuk krim. Sebelum dilakukan treatment rambut dikeramas terlebih dahulu baru di creambath dengan cocona hair spa yang mengandung VCO. Kemudian dilakukan pemijatan dengan VCO. Biarkan meresap dalam kulit kepala. “Pembersihan dilakukan selama 20-30 menit, kemudian dibilas. Pemberian VCo akan memberikan efek yang lembut pada kulit, sehingga penggunaan kondisi oner tidak diperlukan lagi,” tutur Indriajani Tjiptakusuma, terapis dan Business Development Director Life Tree Spa..

     

    Treatment pembersihan ketombe dengan menggunakan VCO tidak memberikan efek samping dan bias dilakukan dirumah karena krim untuk  creambath dan hairspanya juga sudah dijual di klinik-klinik kecantikan. Asyiknya, satu kali penggunaan saja sudah menampakkan hasil. Cocona hair spa sendiri bias diperoleh dengan harga Rp. 60 ribu per 200 gr dan VCD seharga Rp 79 ribu per 30 ml.

     

    dr. Tjut Nurul menyarankan penggunaan treatment minyak kelapa ini sebaiknya diterapkan pada mereka yang memiliki kulit kepala kering. “Penggunaan pada kulit kepala yang berminyak malah akan membuat rambut menjadi lepek  dan sangat berminyak,” tuturnya.

     

    Lebih lanjut dokter yang menjadi rujukan penelitian berbagai produk kecantikan sebelum dipasarkan ini mengatakan, jika penggunaan minyak kelapa bias juga diaplikasikan dalam bentuk cem-ceman baik untuk rambut kering atau untuk kulit kepala yang kering. “Untuk kulit kepala yang kering, maka minyak kelapa digunakan di kulit kepala. Sedangkan rambut yang kering, gunakan minyak kelapa di batang rambut. Karena ada kondisi tertentu dimana seseorang memiliki jenis rambut kering dengan kulit kepala yang berminyak. Untuk kondisi terkombinasi seperti ini maka batang rambutnya saja yang diolesi minyak kelapa, dan hal ini juga berlaku untuk sebaliknya,” ulas dr. Tjut Nurul. Treatment dengan menggunakan minyak kelapa dapat digunakan 2 atau 3 kali dalam seminggu. “Sementara untuk kulit yang tidak terlalu kering, penggunaan minyak kelapa hanyalan 1 minggu sekali,” kata dr. Tjut Nurul.

     

    2. Cuka Apel

    Cuka apel banyak memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kulit kepala, seperti kandungan Vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan serta potassium sebagai penguat akar rambut sehingga mengurangi kerontokan. Dengan kandungan seperti itu rambut indah, halus dan tebal, bias didapatkan. Untuk hasil yang baik pembersihan ketombe dengan menggunakan cuka apel sebaiknya dibarengi dengan menggali inner beauty lewat pembukaan aura.

     

    Adapun tahapan-tahapan penggunaan cuka apel untuk rambut berketombe adalah  rambut dibersihkan dengan air kemudian diberi cuka apel sambil dipijat-pijat. Diamkan selama kurang lebih 20 menit sampai cuka apel meresap ke dalam kulit kepala. Setelah itu bilas lagi dengan air bersih setelah itu menggunakan shampo yang sesuai.

     

    “Untuk pembersihan kulit kepala, sebaiknya setiap keramas digunakan cuka apel karena baik bagi kulit kepala,” kata Ismanto. Menurutnya, meski bersifat asam, tapi asam yang dihasilkan berbeda dengan asam cuka makan. Asam yang dihasilkan sangat cocok untuk mengimbangkan pH yang ada di kepala. Selanjutnya, lakukan perawatan rambut dengan cuka apel sebaiknya dilakukan maksimal 3 kali dalam seminggu minimal dua kali smeinggu. Perawatan ini relatif tidak menimbulkan efek samping karena bersifat alami. “Bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa batasan usia,” tegas Ismanto. Di Avicenna, treatment penghilangan ketombe dengan cuka apel, menghabiskan biaya Rp 250 ribu tanpa cuka apel. Cuka apel dibeli terpisah dengan harga Rp 60 ribu untuk botol besar.

     

    3. Shampo Merang

    Merang yang berasal dari tangkai butir padi dipercaya efektif juga mengatasi ketombe. Menurut Ning Hermanto, Herbalis dari PT Mahkotadewa Indonesia padi mengandung protein, lemak, kalsium, fosfat dan Vitamin B. seperti tanaman yang lain, bila buah dan bulirnya berkhasiat, maka tangkainya juga bermanfaat. Penggunaan merang untuk mengatasi ketombe dicampur dengan pegagan. “Daun pegagansendiri adalah herbal yang sangat bagus untuk revitalisasi sel yang rusak dan bagus sebagai vitamin otak dan menghaluskan kulit, mencampurkan merang dan ekstrak daun pegagan akan membantu mengatasi keluhan di bagisn kulit kepala melalui pori-pori,” tutur Ning.

     

    Untuk membuat ramuan shampo merang diperlukan satu genggam merang dan 25 gr daun pegagan. Adapun cara pembuatannya adalah merang dibakar lalu direndam dengan air dan hancurkan dengan cara meremas dan diamkan selama satu malam. Daun pegagan dihaluskan dan campurkan dengan air merang lalu saring. Gunakan airnya untuk keramas tanpa menggunakan shampo lagi. Shampo ini digunakan sehari sekali selama seminggu. Agar hasilnya maksimal kombinasikan penggunaannya dengan minyak herbal yang terdiri dari VCO dan ekstrak tanaman obat yang terdiri dari sambiloto, pegagan, angelica (seledri jepang) yang memiliki kandungan antibiotic tinggi. Di Mahkotadewa minyak herbal ini bias dibeli dengan harga Rp 20 ribu.

     

    Ramuan Ketombe.

    Ramuan ketombe yang terdiri dari 100ml santan kelapa yang kental, 50 ml air jeruk parut, 50 ml air nanas, 3 lembar daun pandan yang sudah dipotong dan dihaluskan dengan blender plus 7 lembar daun mangkokan bias digunakan untuk membasmi ketombe.

    Semua bahan ramuan dicampur lalu diaduk hingga merata. Diamkan selama satu jam, lalu gunakan mengolesi kulit kepala yang berkemtombe lalu diamkan saja dan pijit-pijit kepala dengan jari tangan. Tutup dengan handuk hangat setelah satu jam dan diamkan. Setelah itu keramas dengan shampo herbal tergantung jenis rambutnya. Terapi ini sebaiknya dilakukan selama seminggu. “Hasil akan lebih maksimal jika penggunaannya ditambah dengan minyak herbal yang di beli di Mahkotadewa,” ujar Ning Hermanto.

     

    Yuni Syamsiah. Fitri, Sheilla, Reni Fitrina.
    Disadur dari Tabloid Info Kecantikan, Edisi 14-Th. IV(10-23 Maret 2010)


Share on facebook

PostHeaderIcon Dewan Direksi

 

KOMISARIS

dr. Komariah Zagloel

 

 

 

 

KOMISARIS

Ir. Jusuf Effendi Pohan, Mpa

 

 

 

 

DIREKTUR UTAMA

Prof. Dr.dr.T.Z.Jacoeb, SpOG (K)

 

 

 

 

DIREKTUR ADMINISTRASI & KEUANGAN

Ir. Cut intan Juwita, Msc

 

 

 

 

DIREKTUR MEDIS

dr. Deradjat Mucharam Sastrawikarta, SpOG

 

 

 

 

DIREKTUR PENGEMBANGAN

dr. T Otamar Samsudin, SpOG

 

 

 

 

DIREKTUR RUMAH SAKIT

dr. I Made Wisnu, SpKK(K)

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 07 September 2010 21:27 )

site hit counter