⁠Pemeriksaan Sperma dalam Urin

Dengan pemeriksaan sperma dalam urin, Anda dapat mengetahui apakah terjadi ejakulasi retrograde atau gangguan reproduksi lainnya.
Prosedur ini membantu dokter menilai penyebab masalah kesuburan secara lebih akurat melalui analisis laboratorium yang aman dan terpercaya.

Pemeriksaan sperma dalam urin merupakan uji laboratorium yang dilakukan untuk melacak kemungkinan ejakulasi yang berbalik ke dalam kandung kemih (retrograd), yaitu keadaan ketika sebagian atau seluruh sperma tidak keluar melalui uretra pada saat ejakulasi, tetapi berbalik masuk ke dalam kandung kemih.

Keadaan ini dapat menjadi salah satu penyebab gangguan kesuburan pada pria, terutama jika volum ejakulat sangat sedikit atau tidak tampak keluar (dry ejaculation). Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menilai apakah sperma ditemukan di dalam urin setelah ejakulasi sebagai bagian dari penilaian infertilitas pria.

Kapan Pemeriksaan Ini Dianjurkan?

Pemeriksaan biasanya dilakukan pada keadaan berikut:

  • Volum ejakulat sangat sedikit atau tidak keluar pada saat orgasme
  • Dugaan ejakulasi retrograd
  • Penilaian lanjutan pada pria yang hasil analisis spermanya menunjukkan volum sangat sedikit
  • Penilaian kesuburan pada pria dengan riwayat diabetes, gangguan saraf, atau pembedahan tertentu di kawasan panggul (pelvis) yang berisiko memengaruhi mekanisme ejakulasi

Pemeriksaan ini membantu dokter untuk menentukan apakah sperma keluar secara normal atau a gangguan pada proses ejakulasi.

Pantau kondisi reproduksi Anda dengan Pemeriksaan Sperma dalam urin

Kunjungi RSIA SamMarie Wijaya

Kunjungi RSIA SamMarie Basra