Mengenal Gejala Demam Berdarah dan Perbedaannya
Mengenali gejala demam berdarah sejak dini sangat penting karena masyarakat sering salah kaprah antara demam dengue dan demam berdarah. Walaupun mirip, ternyata mereka berbeda. Lantas, apa perbedaannya? Sebagai negara tropis dengan populasi nyamuk yang tinggi, kejadian Demam Berdarah di Indonesia tergolong tinggi. Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya 17.820 kasus antara Januari hingga 11 Maret 2020.
Berbagai Gejala Demam Berdarah dan Demam Dengue
Baik Demam Dengue maupun Demam Berdarah merupakan sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh perantara nyamuk Aedes Aegypti. Gejala muncul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk dan bisa berlangsung selama 10 hari. Gejala klinik di antaranya
- demam tinggi
- nyeri kepala berat (retroorbital)
- kemerahan pada wajah
- nyeri otot
- nyeri sendi
- mual dan muntah
- nafsu makan menurun
- nyeri abdomen akut
Perbedaan Demam Dengue dan Demam Berdarah
Demam Dengue berbeda dengan Demam Berdarah. Demam Dengue memiliki gejala penurunan trombosit tapi tidak dibarengi dengan jumlah hematokrit. Demam Berdarah memiliki manifestasi klinis yang sama dengan demam dengue namun memiliki penurunan trombosit hingga di bawah 100ribu, penurunan hematokrit hingga 20% dan manifestasi perdarahan berupa kulit kemerahan serta perdarahan dari beberapa bagian tubuh.
Langkah Pengobatan Demam Berdarah atau Demam Dengue
Tidak ada metode khusus dalam penanganan pasien demam berdarah. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi virus semakin memburuk. Kuncinya adalah minum banyak cairan dan istirahat yang cukup. Konsumsi obat penurun panas untuk meredakan demam.Demam dapat mereda setelah 3-7 hari. Tetapi kondisi ini bisa menjadi tahap yang kritis bagi pasien. Gejala yang lebih berat dapat muncul 1-2 hari berikutnya. Pada fase demam berdarah ini dokter akan memantau kondisi pasien selama suhu badan pasien turun ke normal.
Risiko Komplikasi pada DBD
Demam berdarah yang tidak tertangani dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti dengue shock syndrome (DSS). Selain menampakkan gejala demam berdarah, Dengue Shock Syndrome memiliki gejala tambahan seperti tekanan darah yang menurun, pelebaran pupil, napas tidka beraturan, mulut kering, kulit basah dan terasa dingin, denyut nadi lemah, dan jumlah urine menurun. Tingkat kematian DSS yang segera ditangani adalah 1-2% namun apabila tidak ditangani bisa mencapai 40%. Pada kondisi yang parah, demam berdarah bisa menyebabkan kejang, kerusakan pada hati, jantung, otak, paru-paru, penggumpalan darah, shock, hingga kematian.
Waspadai Gejala Demam Berdarah pada Ibu Hamil
DBD pada ibu hamil umumnya tidak meningkatkan komplikasi jika kondisi kesehatan ibu baik, namun tetap berisiko menyebabkan persalinan prematur, perdarahan selama persalinan, gawat janin akut selama persalinan, transmisi virus dari ibu ke janin, kematian janin dalam rahim, serta keguguran. Gejala klinis pada ibu hamil dengan DBD di antaranya adalah demam, nyeri kepala, nyeri ulu hati, muntah, petekie, tanda-tanda dehidrasi, hemokonsentrasi, trombositopenia, dan pada tes serologi dijumpai antibodi IgM dan IgG terhadap virus dengue. Karena tampilan klinis Demam Berdarah Dengue yang tidak spesifik, umumnya diagnosis sering terlambat. Bahayanya transmisi vertikal dari ibu ke fetus adalah risiko bayi terkena demam berdarah dengue atau sindrom syok dengue.
Langkah Pencegahan DBD yang Efektif
Mencegah DBD dapat dilakukan dengan memberikan vaksin dengue pada anak usia 9-1 tahun. Selain itu, upaya pemberantasan sarang nyamuk lewat 3M (Menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk), fogging, mengatur cahaya yang cukup dalam rumah, memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah, menaburkan bubuk abate, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan baju yang menutupi lengan dan kaki, menyemprot obat anti nyamuk, hingga menggunakan lotion anti nyamuk.
Konsultasikan Kesehatan Anda di SamMarie
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala demam tinggi yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis di SamMarie Healthcare Group untuk pemeriksaan laboratorium dan penanganan medis yang tepat:
- RSIA SamMarie Basra (Duren Sawit, Jakarta Timur)
- Pendaftaran & Konsultasi: Hubungi via WhatsApp (087784002251)
- RSIA SamMarie Wijaya (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)
- Pendaftaran & Konsultasi: Hubungi via WhatsApp (081288736480)
