Apa Itu Imunisasi Leukosit Suami (ILS)?
Imunisasi Leukosit Suami (ILS) atau Paternal Leukocyte Immunization (PLI) merupakan jenis terapi spesifik (imunoterapi) kepada pasangan suami istri (pasutri) yang menginginkan anak pada kasus infertilitas tak terjelaskan (unexplained infertility). Terapi ini bertujuan untuk mengatasi masalah kesuburan yang disebabkan oleh Antibodi Antisperma (ASA) dalam tubuh wanita.
Mengapa Antibodi Antisperma (ASA) Menghambat Kehamilan?
Pada proses pembuahan normal, sel telur harus bisa menerima spermatozoa agar terjadi kehamilan. Namun, pada beberapa kasus tertentu, spermatozoa suami mendapat penolakan dari tubuh istri.
Hal ini disebabkan karena spermatozoa dianggap sebagai benda asing. Akibatnya, Antibodi Antisperma (ASA) dibentuk secara alami oleh tubuh istri untuk membunuh sel spermatozoa tersebut, sehingga pembuahan gagal terjadi.
Bagaimana Cara Kerja Terapi ILS?
Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan sel darah putih (leukosit) pria ke tubuh pasangannya. Prosedur ini membantu menekan jumlah ASA di tubuh wanita dan mengenalkan sel suami agar sistem imun istri memberikan perlindungan, bukan perlawanan.
Keunggulan Imunisasi Leukosit Suami (ILS)
Dibanding jenis terapi lain, ILS memiliki sejumlah keunggulan bagi pejuang promil:
- Tingkat keberhasilan yang tinggi.
- Aman: Tidak menurunkan sistem imun tubuh secara keseluruhan.
- Spesifik: Hanya menurunkan jumlah antibodi antisperma terhadap spermatozoa suami.
- Proteksi Janin: Bisa membantu melindungi janin saat berhasil hamil.
Menariknya, terapi ini diketahui juga dapat membantu menurunkan angka keguguran. Temuan ini disampaikan dalam penelitian yang dirilis National Library of Medicine pada tahun 2007. Dari 549 peserta penelitian, sebanyak 93 di antaranya memiliki ASA. Setelah diberikan terapi ILS, sebanyak 49 orang peserta berhasil mengalami kehamilan lebih dari 28 minggu.
Siapa Saja yang Membutuhkan Terapi ILS?
Terapi ILS biasanya direkomendasikan untuk wanita yang kesulitan hamil karena terdapat antibodi antisperma. Namun, terapi ini juga bisa diberikan pada kondisi lain seperti:
- Pasutri dengan Infertilitas: Baik infertilitas primer (belum pernah hamil) atau sekunder (sulit hamil kembali).
- Riwayat Kehamilan Tidak Berkembang: Wanita dengan kondisi janin yang tidak tumbuh.
- Riwayat Keguguran: Baik yang terjadi secara alami maupun pasca tindakan medis seperti Inseminasi Buatan atau Bayi Tabung (IVF).
Untuk memahami indikasi terapi ini secara lengkap, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan subspesialisasi Fertilitas Endokrin Reproduksi atau Dokter Spesialis Andrologi di RSIA Sammarie Basra
Referensi :
Effects of paternal lymphocyte immunization in women with unexplained infertility. (2021). Retrieved 8 October 2025, from https://www.jpma.org.pk/PdfDownloadsupplements/596
Frequency of Antisperm Antibodies in Infertile Women. (2011). Retrieved 8 October 2025, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3719312/
Immunotheraphy for Reccurent Miscarriage. (2014). Retrieved 8 October 2025, from http://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7051032/
