Waspada, Penyakit Kelamin Bisa Menimbulkan Komplikasi Serius
Penyakit kelamin pada wanita sering menimbulkan komplikasi lebih serius dibandingkan pada pria. Apa saja jenis dan gejala penyakit kelamin pada wanita?
Kenapa? Apa saja sebenarnya penyakit menular seksual atau penyakit kelamin pada wanita?
Secara fisiologis, organ reproduksi wanita lebih tersembunyi dibandingkan pria. Oleh karena itu, deteksi penyakit kelamin pada wanita pun tidak semudah pria.Penyakit kelamin pada wanita juga dapat mempengaruhi kehamilan atau janin yang dikandung.Penyakit kelamin merujuk kepada semua penyakit yang dialami oleh kulit bagian kelamin. Penyakit kelamin bisa ditularkan melalui hubungan seksual, bisa juga tidak
 Gejala penyakit kelamin wanita
- Keluarnya cairan kental atau cair yang berwarna selain bening. Misalnya putih susu, hijau, kuning, hingga abu-abu.
- Rasa sakit saat buang air kecil
- Rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seksual
- Ruam kemerahan pada vagina
- Rasa gatal berlebihan pada vagina
- Rasa terbakar pada vagina
- Pendarahan di luar menstruasi
Apakah rasa gatal pada vagina pasti karena penyakit kelamin?
Belum tentu. Bisa jadi karena alergi atau hanya lembap.
Macam-macam penyakit kelamin yang sering ditemukan pada wanita:
 1. Trikomoniasis
  Infeksi dari Trichomonas Vaginalis ini disebut dengan penyakit Trikomoniasis. Penularan trikomoniasis     melalui hubungan seksual. Pada wanita, gejala penyakit ini adalah cairan vagina yang berbau tidak enak   berwarna kuning; hijau; putih susu, rasa gatal, perih saat berhubungan seksual, atau buang air kecil.
2. Klamidia Salah satu penyakit kelamin atau penyakit menular seksual yang sulit dideteksi di awal. Gejala baru terasa 1-3 minggu setelah terinfeksi bakteri klamidia. Gejala klamidia beragam, namun seringnya adalah sakit perut bagian bawah, cairan atau kotoran yang keluar dari vagina, sakit saat melakukan hubungan seksual, hingga pendarahan di luar menstruasi. |
3. Herpes genital Herpes merupakan penyakit kelamin yang sangat mudah menular. Herpes bisa menyerang baik pria maupun wanita. Penularannya bahkan bisa dengan kontak kulit. Virus herpes simplex adalah penyebab dari penyakit ini. Obat-obatan yang diberikan dokter umumnya hanya berfungsi untuk membantu menangani gejala yang dialami. Herpes tidak hanya pada genital, namun bisa juga menyerang mulut. Gejala yang dialami penderita herpes adalah lepuhan pada area kulit vagina dan bintil-bintil kecil berkumpul. |
4. Gonore atau kencing nanah Infeksi bakteri adalah penyebab penyakit gonore. Gejala penyakit gonore adalah nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan abnormal dari vagina yang berbau tidak enak, dan berwarna selain bening. Pada beberapa kasus juga ditemukan pendarahan di luar menstruasi. Cara mengobati gonore biasanya adalah dengan menggunakan antibiotik. Penyakit ini menyerang lebih dari 2 juta orang di Indonesia setiap tahunnya. Penyebaran bisa melalui hubungan seksual (vaginal, anal, ataupun oral), ibu ke anak melalui kehamilan, persalinan, dan menyusui. |
 5. Kutil Kelamin Virus HPV adalah penyebab dari kutil kelamin. Kutil kelamin tampak seperti bentol atau kutil kecil dan berkumpul hingga berbentuk seperti kembang kol di sekitar vagina, bagian vulva, daerah anus, hingga leher rahim (serviks). Pada beberapa kasus, kutil kelamin bisa tidak terlihat, namun terasa gatal atau tidak nyaman pada vagina, dan pendarahan saat berhubungan seksual. Baca selengkapnya mengenai kutil kelamin di link ini. 6. Sipilis atau Sifilis atau Raja Singa Penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Sifilis dapat menyebar melalui berbagai jenis kontak seksual, ibu kepada bayi dan ibu kepada janin. Gejala sifilis biasanya diawali dengan sariawan kemerahan (chancre) pada labia (bibir luar vagina), dalam vagina, rektum, atau mulut. Tahap kedua gejala ruam kulit vagina, tangan atau kaki berwarna cokelat kemerahan, kadang disertai kutil lembap berisi nanah. Gejala lainnya adalah demam, sakit tenggorokan, penurunan berat badan, rambut rontok, gangguan sistem saraf, bercak putih di hidung, mulut dan vagina. Tahap bahaya berlanjut ke tahap laten (tersembunyi) di mana kerusakan organ seperti otak, saraf, mata, dan jantung bisa terjadi. Terdapat banyak sekali jenis penyakit kelamin yang berbahaya bagi wanita. Periksakan kondisi kesehatan kelamin anda kepada dokter spesialis kulit dan kelamin yang terpercaya. |
Â
